SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip

Baru Demo Sekali, Malaysia Tahan Ratusan Orang
Minggu, 29 April 2012 | 11:30

Demo di Malaysia diprakarsai oleh kelompok reformasi pemilu bersih dan pihak oposisi. [AFP] Demo di Malaysia diprakarsai oleh kelompok reformasi pemilu bersih dan pihak oposisi. [AFP]

[KUALA LUMPUR] Kepolisian Malaysia sepertinya kagok menghadapi aksi unjuk rasa warganya. Baru demo sekali, aparat keamanan negeri jiran itu langsung menangkap  222 orang,  menyusul demonstrasi besar menuntut reformasi pemilihan umum.

Polisi melepaskan gas air mata dan meriam air dalam upaya membubarkan ribuan demonstran yang menduduki jalan-jalan di ibukota Kuala Lumpur.

Para pengacara mengatakan, sebagian besar orang yang ditahan diperkirakan akan segera dibebaskan, setelah indentitas mereka dicatat, namun tidak jelas apakah mereka akan dikenakan dakwaan.

Para pejabat mengatakan, tiga demonstran dan 20 polisi terluka dalam demonstrasi hari Sabtu (28/4). Unjuk rasa semula berlangsung damai dan diwarnai dengan nyanyian lagu nasional dan juga teriakan slogan-slogan.

Namun, sejumlah pengunjuk rasa marah, karena dilarang masuk ke pusat kota dan polisi memasang kawat berduri. Upaya demonstran untuk masuk ke pusat kota ditangani polisi dengan gas air mata dan air yang dicampur dengan bahan kimia.

Polisi memperkirakan jumlah pendemo sekitar 30.000 orang, namun media independen Malaysia mengatakan yang hadir dua kali lipat. Bentrokan ini adalah yang kedua kali yang diprakarsai oleh kelompok reformasi pemilu, Bersih.

Unjuk rasa yang sama bulan Maret tahun lalu berakhir dengan lebih dari 1.600 orang ditangkap.

Demo di luar Malaysia

Bersih dan kelompok oposisi menuntut reformasi yang lebih luas oleh Perdana Menteri Najib Razak, untuk diakhirinya apa yang mereka anggap manipulasi oleh koalisi yang berkuasa untuk tetap mempertahankan jabatan.

"Pesan yang kami kirim ke Najib adalah kita harus melakukan pemilihan yang bersih," kata pemimpin oposisi Anwar Ibrahim kepada massa sebelum bentrokan terjadi.

PM Najib sendiri menyanggah adanya peraturan yang memihak ini. "Kami tidak mau dipilih melalui kecurangan. Kami adalah pemerintah yang dipilih oleh rakyat," kata Najib seperti dikutip kantor berita Bernama.

Bersih mengatakan, mereka juga mendapatkan dukungan melalui sejumlah demo kecil di luar negeri. Di Hong Kong, sekitar 400 warga Malaysia juga melakukan unjuk rasa menutut hak pemilih bagi warga yang tinggal di luar negeri. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»