SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip

Banjir Filipina, Lebih Sejuta Warga Terjebak Banjir
Kamis, 9 Agustus 2012 | 11:42

Foto yang dirilis Departemen Pertahanan Nasional Filipina menunjukkan daerah yang tergenang banjir di Marikina, sebelah timur Manila, Filipina [AP] Foto yang dirilis Departemen Pertahanan Nasional Filipina menunjukkan daerah yang tergenang banjir di Marikina, sebelah timur Manila, Filipina [AP]

[MANILA] Lebih dari satu juta orang di Manila, Filipina dan sekitarnya masih terjebak banjir yang mematikan hingga Kamis (9/8). Pada saat yang sama, hujan masih terus tanpa henti. Warga miskin di kawasan kumuh terjebak genangan hingga setinggi 150 cm dan warga kaya pun terpaksa naik ke atas atap.  

Menurut pemerintah Filipina, 60 persen wilayah Manila masih digenangi air dan banjir makin luas hingga lahan pertanian dan sekitarnya. Lautan air masih membentang sampai ke hari ketiga. 

 "Jalan-jalan di beberapa daerah sudah tampak seperti sungai. Orang harus menggunakan perahu untuk dapat melintas. Semua jalan dan gang-gang ikut tergenang air," kata Kepala Pertahanan Sipil Benito Ramos kepada AFP setelah meninjau Kota Manila dari udara.  

Korban tewas akibat hujan pekan ini di Manila dan provinsi sekitarnya bertambah menjadi 20 pada Rabu (8/8), setelah empat orang dilaporkan tenggelam. Dengan laporan tersebut, jumlah korban tewas yang telah dikonfirmasi menjadi 73 jiwa sejak seluruh negara itu dilanda topan yang memicu hujan lebat pada akhir Juli.  

Badan Meteorologi Nasional menyatakan curah hujan melebihi rata-rata untuk bulan Agustus selama 48 jam. Wilayah terparah Manila berada pada kabupaten termiskin, tempat jutaan penghuni kawasan kumuh membangun rumah di sepanjang bantaran sungai, rawa yang mengelilingi danau besar, kanal dan daerah lainnya rentan terhadap banjir.  

Di Santo Domingo, ibu tiga anak bernama Anita Alterano mengatakan keluarganya lolos dari banjir yang merendam rumahnya. Mereka dengan berjalan di atas atap-atap rumah sampai berhasil mencapai tempat yang tinggi.  

"Awalnya, kami hanya memutuskan untuk naik di atap tempat kami aman meskipun basah kuyup. Kami menunggu tim penyelamat tapi mereka datang begitu lama bahkan tak ada siapapun yang memperhatikan kami. Jadi kami punya tali, saya mengikat diri bersama suami dan anak. Kami merangkak dari atap-atap rumah untuk sampai kami mencapai sekolah. Tapi masalahnya adalah kami tidak memiliki air dan makanan," kata Alterano.  

Beberapa kawasan mewah Manila juga terkena banjir, termasuk warga yang tinggal tepi sungai Provident, tempat air telah menggenangi rumah mewah yang memiliki tiga lantai. Dari kawasan pemukiman yang terdiri dari sekitar 2.000 rumah, tim sukarelawan menggunakan perahu karet bermotor untuk mengevakuasi anak-anak dan orang lanjut usia dari atap rumah.

Dewan Manajemen Pengendalian Risiko Bencana Nasional menyatakan di seluruh Manila dan sekitarnya, sekitar 1,23 juta orang terkena dampak banjir, 850.000 di antaranya harus meninggalkan rumah mereka terendam.   

Sekitar 250.000 warga berlindung di sekolah, gimnasium dan bangunan lain yang telah berubah menjadi pusat-pusat evakuasi, sementara korban banjir yang lain tinggal dengan kerabat dan teman.  

Dalam sebuah pertemuan manajemen bencana yang disiarkan televisi, seorang pekerja pemerintah mengatakan kepada Presiden Benigno Aquino bahwa masalah terbesar bagi upaya bantuan bagi relawan adalah mencukupi kebutuhan makanan, air dan perlengkapan darurat lainnya.  

Meskipun terjadi kekacauan, pemerintah Filipina memerintahkan karyawan dan pekerja swasta kembali ke pekerjaan mereka pada Rabu (8/8), setelah dilakukan penutupan pada Selasa, pasar saham kembali diperdagangkan.  

Setiap musim hujan, Filipina harus bertahan sekitar 20 badai besar atau angin topan, sebagian badai tergolong mematikan. Namun banjir minggu ini di Manila adalah yang terburuk di ibukota sejak 2009, ketika Badai Tropis Ketsana menewaskan lebih dari 460 orang. [AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN