SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Banjir di Solo Mulai Surut, Yogya Siaga Darurat
Selasa, 3 Januari 2012 | 10:58

Banjir karena meluapnya sungai Bengawan Solo [antara] Banjir karena meluapnya sungai Bengawan Solo [antara]

[YOGYAKARTA]  Musibah banjir masih terus melanda sejumlah daerah seperti Magetan, Klaten dan Jember, Jawa Timur (Jatim) dan sejumlah wilayah di Yogyakarta. Sedangkan di Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Selasa (3/1), banjir mulai surut, namu ratusan warga masih tetap bertahan di lokasi pengungsian, karena rumah-rumahnya belum bisa ditempati akibat terendam banjir yang diakibatkan meluapnya Sungai Bengawan Solo.   

Di Yogyakarta, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat, memprediksikan puncak musim hujan di wilayah ini, akan terjadi akhir Januari hingga Februari, dengan intensitas hujan diperkirakan mencapai 150 hingga 200 milimeter. Dengan kondisi tersebut, dipastikan warga yang tinggal di semua bantaran sungai di Yogyakarta akan selalu menderita.

Karena itulah, Gubernur DIY  Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan DIY harus siaga banjir lahar dingin serta tanah longsor hingga dua bulan ke depan.

 "Kami menetapkan status DIY Siaga Darurat, mengingat Januari dan Februari,  curah hujan paling tinggi," kata Sultan.   

Sultan memastikan, DIY tidak akan mengalami permasalahan soal anggaran penanganan bencana,  termasuk perkara ganti rugi.   Sedang  Asisten II Sekda Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso menerangkan, Pemkot Yogyakarta menyiapkan dana Rp 5 miliar untuk penanggulangan bencana tahun 2012.

Sementara itu, berdasarkan pendataan dampak banjir Sungai Winongo dan Sungai Buntung, lebih dari 2.000 jiwa warga antara lain Kecamatan Ngampilan, Mantrijeron, Jetis,Wirobrajan, dan Tegalrejo, terpaksa diungsikan ke tempat yang aman, karena rumahnya tergenang banjir.

Didik Nini Thowok, seniman yang tinggal tepat di pinggir Sungai Winongo Jatimulyo Jetis, banjir pernah melanda wilayah itu tahun 1984 dengan ketinggian hingga dua meter.

“Setelah warga membuat pagar tembok di sisi sungai, banjir bisa diatasi. Namun Minggu (1/1), banjir tidak tertahankan lagi, karena sumbatan-sumbatan sampah dan bangunan yang benar-benar berdiri di pinggir sungai,” katanya.[IMR/152]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN