Bandara Soetta Diperluas, 2.000 Rumah Siap Digusur
Sabtu, 11 Februari 2012 | 7:22
Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang [google] [SERANG] Bandara Internasional
Seokarno-Hatta (Soetta) saat ini telah menjadi bandara tersibuk di wilayah Asia
Pasifik.
Sementara luas lahan bandara saat ini hanya 1.740 hektare.
Untuk mengatasi persoalan luas bandara
yang semakin tidak memadai, karena semakin banyaknya maskapai penerbangan dan
banyaknya penumpang, maka PT Angkasa Pura II, selaku pengelola bandara akan
membebaskan lahan seluas 830 hektare untuk memperluas lahan bandara.
Konsekuensinya sebanyak 2.000 rumah warga akan digusur.
Rumah warga yang akan terkena penggusuran
perluasan Bandara Soetta itu terdapat di lima desa yang terletak di dua
kecamatan, di Kabupaten Tangerang. Kelima desa itu antara lain Desa Rawa
Rengas dan Rawa Burung Kecamatan Kosambi. Selain itu, Desa Kebon Cau, Bojong
Renged dan Desa Teluk Naga yang terletak di Kecamatan Teluk Naga.
Deputi General Manager PT Angkasa Pura II
Cabang Soekarno-Hatta Mulya Abdi di sela-sela rapat koordinasi dengan Gubernur
Banten Hj Ratu Atut Chosiyah bersama jajarannya di Pendopo Kantor Gubernur di
Serang, Jumat (10/2) menjelaskan, semua rencana pembangunan perluasan Bandara
Soetta dikomunikasikan terlebih dahulu dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang,
Pemerintah Kota Tangerang, dan juga Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
“Seluruh grand design perluasan Bandara
Soetta dikomunikasikan dengan pemeritah daerah di Tangerang dan juga Pemprov
Banten,” ujarnya.
Sementara terkait rumah warga yang akan
terkena perluasan bandara tersebut, lanjut Mulya, akan diserahkan kepada
pemerintah daerah yang berada di wilayah tersebut.
“Apakah nanti warga yang terkena
penggusuran itu akan direlokasi atau lainnya, semuanya diserahkan kepada
masyarakat dan pemerintah daerah. Namun yang pasti PT Angkasa Pura II akan
memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terkena penggusuran,” ujarnya.
Menurut Mulya untuk mengantisipasi tidak
adanya gejolak pada saat pembebasan lahan, pihaknya akan menaati aturan yang
telah ditetapkan pemerintah, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang
Pengadaan Tanah.
“Pada waktunya nanti, kami akan
menyerahkan keputusan kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang berada di
wilayah pembebasan lahan tersebut,” katanya.
Mulya mengungkapkan, perbaikan sejumlah
fasilitas akan dimulai tahun 2012 ini yakni perbaikan terminal III, setelah itu
terminal I dan II. Selanjutnya pada 2014, akan dibangun terminal IV.
Sementara untuk pembangunan rel kereta
api, kata Mulya, ada beberapa alternatif yang ditawarkan. Salah satunya melalui
jalur Stasiun Tangerang-Otista-Pasar Baru-KS Tubun-Jl Dr Sitanala-Jalan Akses
Barat Bandara-Terminal I/II.
“Selain itu ada juga alternatif dari
Stasiun Manggarai menuju Tangerang, lalu ke bandara. Namun yang pasti, semua
akses kereta nantinya akan masuk melalui pintu belakang bandara,” jelasnya.
Menanggapi sejumlah rencana PT Angkasa
Pura II tersebut, Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah menyatakan sangat
mengapresiasi rencana yang bersifat nasional tersebut.
Atut berjanji akan
memfasilitasi PT Angkasa Pura II guna melakukan komunikasi dengan pemerintah
daerah di Tangerang baik itu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang maupun Kota
Tangerang Selatan.
“Saya meminta dari jauh-jauh hari,
pembebasan lahan itu jangan sampai ada masalah. Selain itu, pembangunan juga
harus pro masyarakat Banten,” tegas Atut.
Atut
juga meminta kepada PT Angkasa Pura II untuk menyisihkan sebagian dari
pendapatannya untuk Banten, karena selama ini pendapatan dari Bandara Soetta
seluruhnya masuk ke pemerintah pusat.
“Dari dulu saya terus perjuangkan agar sebagian hasil dari
Bandara Soetta disisihkan untuk Banten. Pendapatan dari Bandara Soetta yang
diberikan ke Banten ini tentunya untuk memperbaiki infrastruktur menuju
ke Bandara Soetta,” katanya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
