SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 1 September 2014
Pencarian Arsip

Lima Hari Lagi Bandara Kuala Namu Beroperasi
Sabtu, 20 Juli 2013 | 6:47

Bandara Polonia Medan [google] Bandara Polonia Medan [google]

[DELI SERDANG] Operasional Bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) yang berada di Desa Kuala Namu, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), dipastikan tidak akan tertunda lagi.

Bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta) itu nantinya menjadi kebanggaan masyarakat daerah ini, sebab sudah go international saat beroperasi, 25 Juli 2013 nanti.

"Secara otomatis, operasional Bandara Kuala Namu itu, nantinya menjadi dikenal oleh dunia luar. Bandara ini akan membangkitkan perekonomian masyarakat dalam pembangunan yang membawa kemajuan di daerah ini. Ini juga momentum yang tepat dalam membangkitkan sektor pariwisata, kuliner dan lainnya, sehingga dapat dipromosikan ke manca negara," ujar Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho di Medan, Jumat (19/7).

Gatot mengatakan, seluruh armada penerbangan sudah berada di KNIA, terhitung sejak pukul 00.01 WIB, persisnya saat operasional yang ditentukan tersebut.

Saat tanggal 24 Juli sampai malam hari, proses take off maupun landing pesawat masih di Bandara Internasional Polonia Medan.

Seluruh pesawat itu kemudian berangkat kembali untuk stand by di Bandara KNIA. Saat itu pula, operasional Bandara Polonia, berhenti beroperasi.

Bandara Internasional Kuala Namu mempunyai luas mencapai 1.365 hektare, area terminal 118.930 meter persegi (M2), kapasitas terminal 8.1 juta pax per tahun, luas area parkir 50.820 meter persegi (M2), gudang kargo seluas 13.000 meter persegi (M2) dan kapasitas parkir, 407 taksi, 55 bus dan 908 mobil.

Bandara ini memiliki panjang panjang runway mencapai 3.750 meter. Bahkan, bandara tersebut akan cukup mampu menampung aktifitas pesawat berbadan besar.

Kepala Project Implementation Unit (PIU) Kuala Namu, Joko Wasito menyatakan, pembangunan runway bandara tersebut sesuai standart bandara internasional.

Bahkan, Kuala Nami mampu menampung kedatangan 33 pesawat setiap jam. Daya tampung itu sudah termasuk berbadan lebar, seperti, Boeing seri 747 dan Airbus A-380.

Semua itu dilengkapi dengan sistem yang sudah dipersiakan. Mulai dari landasan, pengisian bahan bakar sampai dengan pelayanan pesawat berbadan lebar.

"Banyak maskapai dunia yang nantinya diharapkan memanfaatkan bandara internasional tersebut. Selain itu, jika ada yang mau berangkay ke Eropa, Timur Tengah dan Amerika, tentunya tidak perlu transit lagi. Segala kebutuhan termasuk sistem yang serba canggih sudah disiapkan di bandara tersebut," ungkapnya.

Dia memastikan, jika banyak pesawat berbadan lebar yang melayani penerbangan jauh, lintas benua, maka ini semakin mempermudah promosi wisata daerah ini.

"Saya harap peluang ini dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh stakeholder yang ada," jelasnya.

Pantauan SP, akses jalan yang akan dilalui masyarakat pengguna jasa penerbangan, nantinya melalui  Simpang Kayu Besar - Tanjung Morawa - Kualanamu.

Ruas tersebut keseluruhan permukaan jalan sudah beraspal, walaupun di beberapa titik masih terjadi penyempitan karena masalah pembebasan lahan.

Akses itu juga digunakan sebagai perlintasan bus yang mengangkut masyarakat saat menuju bandara tersebut.

Pihak terkait sudah mempersiapkan terminal bus di berbagai titik untuk mengangkut calon penumpang menuju bandara. Selain bisa menggunakan mobil maupun bus angkutan, akses lain yang dapat digunakan masyarakat pengguna jasa penerbangan, jalan menuju bandara dapat dimanfaatkan dengan menumpang kereta api yang khusus menghubungkan Stasiun Besar Medan menuju Bandara KNIA tersebut.

Tarif kereta api menuju bandara sebesar  Rp 80.000 untuk setiap orang. Sementara itu, untuk tarif angkutan bus yang diberlakukan kepada masyarakat untuk setiap orangnya, dikenakan Rp 25.000. Masyarakat juga dapat menggunakan jasa taksi untuk menuju bandara tersebut.

Sementara itu, upaya pembangunan jalan tol Medan - Kuala Namu sepanjang 17,8 km, masih terus dilakukan. Progres fisik pembangunan tol tersebut dilaporkan masih 1,59 persen dari rencana yang diuraikan mencapai 3,08 persen. Pembangunan jalan tol ini diperkirakan selesai dikerjakan di tahun 2015 mendatang.

Bahkan, pembangunan jalan tol biaya APBN itu nantinya dilanjutkan sampai ke Tebing Tinggi, dengan panjang mencapai 72 km.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Tri Sunoko menyampaikan, simulasi yang dilakukan pengelola bandara termasuk kalangan stakeholder dalam persiapan operasional di Bandara KNIA, tidak mempunyai hambatan.

Adapaun kekurangan dalam pengelolaan dalam gedung tersebut, sudah dapat ditasi. Segala kekurangan itu dipastikan selesai sebelum peresmian operasional.

"Pembenahan masih terus dilakukan. Apa yang kurang akan dibenahi langsung. Sama seperti masyarakat ketika mau pindah tempat tinggal, dipastikan ada yang ditemukan kekurangan. Kekurangan itu yang kita lengkapi nantinya. Misalnya, masalah AC yang kurang dingin maka akan diperbaiki kembali. Bahkan, kami melakukan simulasi yang melibatkan masyarakat. Petugas kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya," sebutnya. [155]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»