SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip

Awal Puasa, Pedagang Makanan di Malioboro Pilih Libur
Minggu, 22 Juli 2012 | 14:44

Kawasan Malioboro, Yogyakarta [yogyaonline] Kawasan Malioboro, Yogyakarta [yogyaonline]

[YOGYAKARTA]  Lebih dari 50 persen pedagang kaki lima yang berjualan makanan di sepanjang Jalan Malioboro memilih untuk libur pada awal puasa.

"Banyak dari teman-teman pedagang kaki lima (PKL) makanan yang biasa berjualan di Malioboro tidak berdagang di awal puasa. Suasana saat awal puasa, lebih sepi dibanding hari biasanya," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM) Rudiarto di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, PKL makanan Malioboro biasanya akan libur selama dua pekan dan kembali berjualan dalam dua pekan terakhir bulan puasa.

PKL makanan yang biasa berdagang di sepanjang Jalan Malioboro berjumlah sekitar 150 orang yang tergabung dalam beberapa paguyuban.

Selama bulan puasa, lanjut dia, tidak ada aturan khusus kepada PKL makanan yang tetap berjualan. Para pedagang tersebut hanya diminta memberikan penutup di sekitar lapak jualannya sehingga makanan yang dijual tidak langsung terlihat dari luar.

"Sudah banyak yang memberikan penutup di sekitar lapak jualannya. Kami sebenarnya tidak memberikan aturan khusus, tetapi pedagang memiliki kesadaran sendiri," katanya.

Sebelumnya, Rudiarto juga mengatakan, pedagang dan seluruh komunitas di kawasan Malioboro telah menyatakan komitmen untuk menciptakan kawasan tujuan utama pariwisata di Yogyakarta tetap bersih, tertib dan nyaman.

"Kami bertekad, selama libur Lebaran nanti, tidak ada lagi keluhan yang disampaikan pengunjung Malioboro," katanya.

Sementara itu, salah seorang PKL makanan di kawasan Malioboro Sumarno (53) mengatakan, sudah ada kesepakatan PKL makanan pagi untuk libur demi menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa dan baru kembali buka satu pekan sebelum Lebaran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Suryanto mengatakan, selama bulan puasa, rumah makan diminta untuk memberikan penutup sehingga aktivitas di dalam rumah makan tidak terlihat langsung dari luar.

"Pedagang makanan masih boleh berjualan selama bulan puasa. Tetapi, mereka tetap diminta menghormati warga yang sedang beribadah puasa, dengan memberikan penutup," katanya. [Ant/L-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN