Awal Puasa, Pedagang Makanan di Malioboro Pilih Libur
Minggu, 22 Juli 2012 | 14:44
Kawasan Malioboro, Yogyakarta [yogyaonline] [YOGYAKARTA] Lebih dari 50 persen pedagang kaki lima yang
berjualan makanan di sepanjang Jalan Malioboro memilih untuk libur pada
awal puasa.
"Banyak dari teman-teman pedagang kaki lima
(PKL) makanan yang biasa berjualan di Malioboro tidak berdagang di awal
puasa. Suasana saat awal puasa, lebih sepi dibanding hari biasanya,"
kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM)
Rudiarto di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, PKL makanan
Malioboro biasanya akan libur selama dua pekan dan kembali berjualan
dalam dua pekan terakhir bulan puasa.
PKL makanan yang biasa
berdagang di sepanjang Jalan Malioboro berjumlah sekitar 150 orang yang
tergabung dalam beberapa paguyuban.
Selama bulan puasa,
lanjut dia, tidak ada aturan khusus kepada PKL makanan yang tetap
berjualan. Para pedagang tersebut hanya diminta memberikan penutup di
sekitar lapak jualannya sehingga makanan yang dijual tidak langsung
terlihat dari luar.
"Sudah banyak yang memberikan penutup di
sekitar lapak jualannya. Kami sebenarnya tidak memberikan aturan
khusus, tetapi pedagang memiliki kesadaran sendiri," katanya.
Sebelumnya, Rudiarto juga mengatakan, pedagang dan seluruh komunitas
di kawasan Malioboro telah menyatakan komitmen untuk menciptakan kawasan
tujuan utama pariwisata di Yogyakarta tetap bersih, tertib dan nyaman.
"Kami bertekad, selama libur Lebaran nanti, tidak ada lagi keluhan yang disampaikan pengunjung Malioboro," katanya.
Sementara itu, salah seorang PKL makanan di kawasan Malioboro
Sumarno (53) mengatakan, sudah ada kesepakatan PKL makanan pagi untuk
libur demi menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa
dan baru kembali buka satu pekan sebelum Lebaran.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Suryanto mengatakan,
selama bulan puasa, rumah makan diminta untuk memberikan penutup
sehingga aktivitas di dalam rumah makan tidak terlihat langsung dari
luar.
"Pedagang makanan masih boleh berjualan selama bulan
puasa. Tetapi, mereka tetap diminta menghormati warga yang sedang
beribadah puasa, dengan memberikan penutup," katanya. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
