Arus Kendaraan Pemudik di Jalinbar Bengkulu Masih Normal
Sabtu, 27 Agustus 2011 | 8:30
Jalinbar Bengkulu [google]
[BENGKULU] Arus kendaraan mudik lebaran tujuan kota di Jawa
Sumatera di jalan lintas barat (Jalinbar) Bengkulu pada H-4 Idul Fitri masih
terlihat normal, sehingga tidak terjadi kemacetan kendaraan di jalur tersebut.
Diperkirakan arus kendaraan mudik lebaran di Jalinbar Bengkulu akan pada pada
H-3 1432 Hijriyan. Hal ini terjadi pada hari tersebut merupakan puncak arus
mudik di Bengkulu.
Dari pantauan SP, di lapangan Sabtu (27/8) pagi terlihat arus kendaraan mudik
lebaran di Jalinbar Bengkulu pada ruas Bengkulu batas Padang, Sumbar berjalan
lancar.
Meski sempat terjadi macetan di Desa Air Padang, Kecamatan Air Besi karena
pekerjaan perbaikan jembatan, tapi tidak terlalu mengganggu kelancaran
kendaraan para pemudik di daerah itu.
Hanya saja di jalur jalinbar ini masih banyak terdapat lobang besar yang belum
ditutupi oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Bengkulu. Akibatnya,
kendaraan para pemudik tidak dapat dipacu dengan ketinggi tinggi.
Jalinbar Bengkulu yang masih banyak terdapat lobang besar berada pada ruas
Sungai Hitam - Ketahun. Di ruas ini masih terdapat ribuan lobang besar dan
kecil, sehingga laju kendaraan merayap. Meski pun ada yang sudah ditampal tidak standar hanya ditimbun koral tanpa
diaspal. Akibatnya, batu koral yang ditimbun ke dalam lobang berserahkan di
badan jalan tersebut, sehingga menghambat laju kendaraan yang melintasi daerah
itu.
Kepala Balai Bina Marga Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum, Sumatera Selatan
(Sumsel), Bastian Sihombing kepada SP mengatakan, seharusnya lobang yang ada
pada ruas jalan Sungai Hitam - Bintunan sudah selesai timbun sebelum angkutan
lebaran dimulai.Namun, kenyataan sampai sekarang lobang besar dan kecil pada jalan tersebut
masih banyak, sehingga menghambat perjalanan para pemudik tujuan Pulau Jawa dan
kota di Sumatera.
"Kita minta DPU Provinsi Bengkulu segera menuntaskan lobang tersebut,
sehingga kendaraan pemudik yang melintas jalan ini dapat berjalan lancar.
Dengan demikian, mereka sampai ke tempat tujuan tepat waktu," ujarnya.
Dana untuk menutupi lobang pada ruas jalan Sungai Hitam- Bintunan sudah
dialokasikan di APBD 2011. "Jadi, tidak ada alasan bagi satuan perangkat
kerja daerah (SKPD) DPU Provinsi Bengkulu tidak bisa menutupi lobang yang ada
di ruas jalan tersebut karena dana yang kita sediakan cukup besar miliaran
rupiah," ujarnya.
Selain itu, lobang yang ditimbun harus diaspal dan tidak boleh hanya diserahkan
koral pada lobang tersebut karena dana yang dialokasikan cukup untuk memdanai
pekerjaan tersebut, katanya.
Namun, kenyataan lobang hanya ditimbun hanya menggunakan koral saja. "kita
minta lobang yang timbun koral harus diaspal secepatnya. Kalau dibiarkan tidak
aspal dapat menyebabkan para pengguna jalan mengalami kecelakaan,"
ujarnya.[143]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Gadis Remaja Diperkosa 5 Anggota Geng Motor
