SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

Argentina dan Spanyol Rebutan Minyak
Rabu, 18 April 2012 | 11:35

Sejumlah demonstran membawa spanduk dengan warna bendera Argentina yang bertuliskan “YPF milik Argentina” di Buenos Aires, Argentina, Senin (16/4). Unjuk rasa ini mendukung pengambilalihan perusahaan eksplorasi minyak Spanyol oleh pemerintah Presiden Cristina Fernandez  [AP] Sejumlah demonstran membawa spanduk dengan warna bendera Argentina yang bertuliskan “YPF milik Argentina” di Buenos Aires, Argentina, Senin (16/4). Unjuk rasa ini mendukung pengambilalihan perusahaan eksplorasi minyak Spanyol oleh pemerintah Presiden Cristina Fernandez [AP]

[BUENOS AIRES] Presiden Argentina Christina Fernandez telah membuat marah Spanyol dengan memutuskan bahwa pemerintahannya akan menasionalisasi perusahaan milik negara itu, Yacimientos Petrolíferos Fiscales (YPF) dengan mengambil alih 51 persen saham yang dimiliki Repsol, perusahaan milik Spanyol. Analis menilai nasionalisasi perusahaan YPF mungkin menjadi pemecahan jangka pendek akan kebutuhan energi negara itu, tapi itu akan mengirim sinyal buruk bagi iklim berinvestasi di Argentina.  

YPF sendiri merupakan perusahaan milik negara sejak 1920-an tinggal memiliki saham 7 persen.  Niat Fernandez mengambil alih semua saham asing di YPF juga akan mempengaruhi perusahaan minyak milik negara Mexico, Petroleos, yang memiliki 10 persen saham Repsol.     Fernandez telah menasionalisasi maskapai penerbangan Argentina, dan dana pensiun swasta.

Dia mengatakan bahwa tujuannya tidak lain untuk memulihkan kedaulatan negaranya. Fernandez menuduh Repsol menyebabkan krisis energi dengan mengekspor terlalu banyak minyak Argentina dan gagal berinvestasi secara lokal, bahkan membayar deviden besar ke luar negeri.       

Nasionalisasi YPF merupakan pertaruhan untuk meningkatkan popularitas Fernandez yang menurut jajak pendapat Poliarquia merosot dari 70 persen pada Januari menjadi 50 persen pada April ini. Popularitas Fernandez semakin menurun menyusul skandal melibatkan wakil presidennya, inflasi tinggi, ekonomi stagnan, pengurangan subsidi transportasi dan utilitas lain.  

Rakyat Argentina telah memuji langkah Fernandez untuk menasionalisasi YPF. Sekelompok orang telah memasuki pabrik YPF di La Plata dan mengganti bendera Repsol dengan Argentina. Kemudian mereka menginjak bendera Spanyol dan mengendarai mobil melindas bendera itu.   Spanyol merespons dengan mengeluarkan pernyataan mengecam dan memprotes keputusan Fernandez. Madrid bersumpah akan membalas dendam.  

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengatakan bahwa langkah itu telah merusak hubungan baik kedua negara dan akan merusak reputasi internasional Argentina. “Kebijakan tersebut merupakan langkah permusuhan dengan Repsol, dan oleh karena itu juga dengan bisnis Spanyol, dengan demikian juga bermusuhan dengan negara Spanyol sendiri,” kata Menteri Perindustrian Jose Manuel Soria.    

Pemerintah Spanyol mempersiapkan langkah balasan. Komisi Eropa telah menunda pertemuan perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan Argentina, tanpa batas waktu. Negara-negara Barat lain mempertimbangkan langkah-langkah perlawanan ekonomi, hukum dan diplomatik. “Hal ini menciptakan sebuah ketidakpastian, yang tidak membantu untuk hubungan ekonomi kami dan bagi perekonomian secara keseluruhan,” kata Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.

Sementara Presiden Meksiko Felipe Calderon mengingatkan bahwa jalan menuju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bukan jalan pengambialihan. Parlemen Argentina akan membahas rancangan undang-undang untuk mendukung secara hukum langkah-langkah nasionalisasi YPF. Fernandez telah menunjuk Menteri Perencanaan Julio de Vido dan Wakil Menteri Ekonomi Axel Kicillof untuk menjalankan perusahaan. De vido mengungkapkan pengambilalihan akan mengubah YPF menjadikan perusahaan lebih kuat, berprospek, tidak lagi “konyol, bodoh dan autis”. Repsol memiliki 67 persen saham di YPF, dengan nilai US$ 10,5 miliar. Bila Argentina mengambil alih 51 persen, maka saham Repsol tinggal 6 persen. [AFP/AP/D-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN