SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Antrean Truk di Pelabuhan Merak Semakin Sulit Diatasi
Rabu, 23 Februari 2011 | 8:52

Ilustrasi antrean truk di Pelabuhan Merak [google] Ilustrasi antrean truk di Pelabuhan Merak [google]

[MERAK] Kasus antrean ribuan kendaraan truk  dari Pelabuhan Merak hingga jalan tol Tangerang-Merak semakin sulit diatasi. Pihak PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak sendiri tidak berdaya menghadapi persoalan yang ada.

Jumlah kapal roll on roll off (roro) yang beroperasi hanya 18 unit, dan tidak bisa ditambah karena sejumlah kapal lainnya sedang mengalami perawatan rutin (docking) dan ada pula yang mengalami kerusakan karena usia kapal sudah terlalu tua. Selain itu, pihak PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak tidak bisa memaksa pengusaha kapal untuk mengoperasikan kapal yang sedang lego jangkar, karena sudah ada kesepakatan bahwa setiap tiga hari sekali, kapal harus lego jangkar untuk perawatan.

Jika dipaksakan untuk beroperasi selama sepekan penuh tanpa istirahat, risikonya kapal akan cepat rusak. Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Pelabuhan Merak, Togar Napitupulu, Selasa (22/2) menjelaskan kapal roro yang ada tidak bisa dipaksakan untuk beroperasi terus tanpa istirahat.

“Kapal roro yang lego jangkar tidak bisa dipaksakan untuk beroperasi karena akan berakibat terjadinya kerusakan pada kapal. Lego jangkar dilakukan untuk kepentingan perawatan. Kami tidak bisa memerintah kapal yang sedang lego jangkar untuk mengatasi kemacetan yang ada,” ujar Togar.

Menurutnya, tidak ada jalan untuk mengatasi kemacetan yang ada, selain mengoptimalkan kapal roro yang sedang beroperasi sebanyak 18 unit yang ada.

 “Tidak ada solusi lain, kecual ada penambahan kapal roro dari luar. Namun hal itu mungkin menemukan kesulitan karena hingga saat ini belum ada kapal roro yang didatangkan dari luar untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Merak,” katanya.

Togar mengatakan, Gapasdap juga tidak akan mengupayakan peminjaman kapal dari luar untuk dioperasikan di Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni. Sebab, jika kapal yang dipinjam dari luar Merak itu berkapasitas kecil maka tidak akan membawa dampak siginifikan. “Satu unit kapal roro dari 13  kapal yang sedang melakukan docking akan kembali beroperasi melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni. Diharapkan kehadiran satu kapal itu bisa lebih optimal dalam mengatasi antrean truk,” katanya.

Sementara itu, Humas PT Indonesia Ferry, Mario Sardadi menyatakan,  pihak PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak  terus berupaya mengoptimalkan 18 kapal roro yang ada. “Untuk mengatasi masalah kemacetan ini secara serentak memang sangat sulit. Yang bisa dilakukan adalah melakukan penyeberangan kendaraan truk yang ada secara bertahap,” ujarnya.

Berdasarkan pantuan,  antrean ribuan kendaraan truk yang akan melakukan penyeberangan masih terus terjadi hingga jalan tol Tangerang – Merak sepanjang 6 kilometer.  Sedangkan antrean truk yang terjadi di jalan Raya Cilegon – Merak mencapai 3 km. [149]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»