Antrean Truk di Pelabuhan Merak Semakin Sulit Diatasi
Rabu, 23 Februari 2011 | 8:52
Ilustrasi antrean truk di Pelabuhan Merak [google] [MERAK]
Kasus antrean ribuan kendaraan truk dari Pelabuhan Merak hingga jalan tol
Tangerang-Merak semakin sulit diatasi. Pihak PT Indonesia Ferry Cabang Utama
Merak sendiri tidak berdaya menghadapi persoalan yang ada.
Jumlah
kapal roll on roll off (roro) yang beroperasi hanya 18 unit, dan tidak
bisa ditambah karena sejumlah kapal lainnya sedang mengalami perawatan rutin
(docking) dan ada pula yang mengalami kerusakan karena usia kapal sudah terlalu
tua.
Selain
itu, pihak PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak tidak bisa memaksa pengusaha
kapal untuk mengoperasikan kapal yang sedang lego jangkar, karena sudah ada
kesepakatan bahwa setiap tiga hari sekali, kapal harus lego jangkar untuk
perawatan.
Jika dipaksakan untuk beroperasi selama sepekan penuh tanpa
istirahat, risikonya kapal akan cepat rusak.
Ketua
Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Pelabuhan
Merak, Togar Napitupulu, Selasa (22/2) menjelaskan kapal roro yang ada tidak
bisa dipaksakan untuk beroperasi terus tanpa istirahat.
“Kapal roro yang lego
jangkar tidak bisa dipaksakan untuk beroperasi karena akan berakibat terjadinya
kerusakan pada kapal. Lego jangkar dilakukan untuk kepentingan perawatan. Kami
tidak bisa memerintah kapal yang sedang lego jangkar untuk mengatasi kemacetan
yang ada,” ujar Togar.
Menurutnya,
tidak ada jalan untuk mengatasi kemacetan yang ada, selain mengoptimalkan kapal
roro yang sedang beroperasi sebanyak 18 unit yang ada.
“Tidak ada solusi lain,
kecual ada penambahan kapal roro dari luar. Namun hal itu mungkin menemukan
kesulitan karena hingga saat ini belum ada kapal roro yang didatangkan dari
luar untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Merak,” katanya.
Togar
mengatakan, Gapasdap juga tidak akan mengupayakan peminjaman kapal dari luar
untuk dioperasikan di Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni. Sebab, jika kapal
yang dipinjam dari luar Merak itu berkapasitas kecil maka tidak akan membawa
dampak siginifikan.
“Satu
unit kapal roro dari 13 kapal yang sedang melakukan docking akan
kembali beroperasi melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak – Pelabuhan
Bakauheni. Diharapkan kehadiran satu kapal itu bisa lebih optimal dalam
mengatasi antrean truk,” katanya.
Sementara
itu, Humas PT Indonesia Ferry, Mario Sardadi menyatakan, pihak PT
Indonesia Ferry Cabang Utama Merak terus berupaya mengoptimalkan 18 kapal
roro yang ada. “Untuk mengatasi masalah kemacetan ini secara serentak memang
sangat sulit. Yang bisa dilakukan adalah melakukan penyeberangan kendaraan truk
yang ada secara bertahap,” ujarnya.
Berdasarkan
pantuan, antrean ribuan kendaraan truk yang akan melakukan penyeberangan
masih terus terjadi hingga jalan tol Tangerang – Merak sepanjang 6
kilometer. Sedangkan antrean truk yang terjadi di jalan Raya Cilegon –
Merak mencapai 3 km. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Eyang Subur Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik
Dijamin Tak Ada Penggusuran, Warga Akhirnya Buka Jalan
Presiden PKS Akui Ketemu Direktur PT Indoguna
Lapan Luncurkan Roket Pembawa Satelit Di Morotai
Mourinho Diusir Dari Bangku Cadangan Saat Final Piala Raja
Soal Capres, Gita Belum Direstui SBY
Warga Tutup Kembali Jalan I Gusti Ngurah Rai
