SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Antrean Truk di Merak Kembali Mengular Hingga 9 Kilometer
Kamis, 24 Maret 2011 | 18:56

Ribuan truk masih antre hingga Tol Cilegon Timur untuk menyebrangi selat sunda ke Pelabuhan Bakauheni Lampung karena armada kapal penyebrangan yang terbatas. Foto diambil Rabu (2/3) oleh Joanito De Saojoao.
Ribuan truk masih antre hingga Tol Cilegon Timur untuk menyebrangi selat sunda ke Pelabuhan Bakauheni Lampung karena armada kapal penyebrangan yang terbatas. Foto diambil Rabu (2/3) oleh Joanito De Saojoao.

[MERAK] Sehari setelah pencopotan Kepala PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Teja Suparna  dan Manager Operasional Endin Juhendi, kasus antrean dan kemacetan kendaraan truk kembali terjadi di Pelabuhan Merak. Antrean kendaraan truk kembali memanjang hingga jalan tol Tangerang-Merak, sepanjang 9 kilometer (km) tepatnya di Km 97, Kamis (24/3).

Pihak  PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak berdalih bahwa, antrean kendaraan truk terjadi karena minimnya kapal roro yang beroperasi dan juga karena faktor cuaca buruk di  Perairan Selat Sunda.

Corporate Secretary PT Indonesia Ferry, Christin Hutabarat,  menjelaskan  kemacetan di Pelabuhan Merak kali ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi.  Cuaca buruk, katanya, menyebabkan kapal roll on roll off (roro)  mengalami kesulitan untuk sandar di dermaga.

“Kecepatan angin di Selat Sunda  mencapai  15 knot per jam  dan ketinggian gelombang 2,5 meter. Jumlah kapal yang beroperasi  hanya 20 kapal, karena sebanyak lima kapal bantuan mengalami kerusakan dan 7 kapal roro yang sering beroperasi di Pelabuhan Merak masih dalam proses docking (perawatan),” ujar Christin.
 
Christin mengimbau kepada para pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak untuk menunda atau membatalkan keberangkatannya,”Untuk sementara kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk menunda keberangkatan, karena kondisi cuaca masih kurang kondusif,” ujar Christin.

 
Christin mengimbau kepada  para pengemudi  kendaraan  truk yang  sudah jalan menuju Pelabuhan Merak untuk singgah di rest area  di Km 14, Km 43 dan K 68 jalan tol Jakarta-Merak. “Jika kendaraan truk yang sudah terlanjur berjalan menuju Merak, memaksakan diri untuk terus menuju Merak maka akan menyebabkan antrean kendaraan bertambah panjang,” katanya.

 
Sementara itu, pengamat transportasi ferry, Bambang Haryo  menyatakan, pencopotan dua pejabat di PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak bukan merupakan solusi yang tepat. Persoalan pokok, kata Bambang, tidak adanya pengelompokan kapal roro berdasarkan kecepatan.

“Perlu dilakukan pengelompokan kapal roro yang beroperas di Merak berdasarkan kecepatan kapal. Kalau tidak ada langkah regrouping kapal roro berdasarkan kecepatan maka kemacetan akan terus terjadi,” ujarnya.[149]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN