Antrean Truk di Merak Kembali Mengular Hingga 9 Kilometer
Kamis, 24 Maret 2011 | 18:56
Ribuan truk masih antre hingga Tol Cilegon Timur untuk menyebrangi selat sunda ke Pelabuhan Bakauheni Lampung karena armada kapal penyebrangan yang terbatas. Foto diambil Rabu (2/3) oleh Joanito De Saojoao.
[MERAK] Sehari setelah pencopotan Kepala PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Teja Suparna dan Manager Operasional Endin Juhendi, kasus antrean dan kemacetan kendaraan truk kembali terjadi di Pelabuhan Merak. Antrean kendaraan truk kembali memanjang hingga jalan tol Tangerang-Merak, sepanjang 9 kilometer (km) tepatnya di Km 97, Kamis (24/3).
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak berdalih bahwa, antrean kendaraan truk terjadi karena minimnya kapal roro yang beroperasi dan juga karena faktor cuaca buruk di Perairan Selat Sunda.
Corporate Secretary PT Indonesia Ferry, Christin Hutabarat, menjelaskan kemacetan di Pelabuhan Merak kali ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi. Cuaca buruk, katanya, menyebabkan kapal roll on roll off (roro) mengalami kesulitan untuk sandar di dermaga.
“Kecepatan angin di Selat Sunda mencapai 15 knot per jam dan ketinggian gelombang 2,5 meter. Jumlah kapal yang beroperasi hanya 20 kapal, karena sebanyak lima kapal bantuan mengalami kerusakan dan 7 kapal roro yang sering beroperasi di Pelabuhan Merak masih dalam proses docking (perawatan),” ujar Christin.
Christin mengimbau kepada para pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Merak untuk menunda atau membatalkan keberangkatannya,”Untuk sementara kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk menunda keberangkatan, karena kondisi cuaca masih kurang kondusif,” ujar Christin.
Christin mengimbau kepada para pengemudi kendaraan truk yang sudah jalan menuju Pelabuhan Merak untuk singgah di rest area di Km 14, Km 43 dan K 68 jalan tol Jakarta-Merak. “Jika kendaraan truk yang sudah terlanjur berjalan menuju Merak, memaksakan diri untuk terus menuju Merak maka akan menyebabkan antrean kendaraan bertambah panjang,” katanya.
Sementara itu, pengamat transportasi ferry, Bambang Haryo menyatakan, pencopotan dua pejabat di PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak bukan merupakan solusi yang tepat. Persoalan pokok, kata Bambang, tidak adanya pengelompokan kapal roro berdasarkan kecepatan.
“Perlu dilakukan pengelompokan kapal roro yang beroperas di Merak berdasarkan kecepatan kapal. Kalau tidak ada langkah regrouping kapal roro berdasarkan kecepatan maka kemacetan akan terus terjadi,” ujarnya.[149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kemnakertrans Diminta Pertanggungjawabkan Rp 1,18 Triliun Duit Amnesti TKI di Arab Saudi
Deplu AS Bilang RI Gagal Lindungi Minoritas
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
KPK Diminta Audit Pungli Oleh Kemnakertrans
Adik Tiri Gubernur Atut Ditetapkan Jadi Tersangka
Huawei Ascend P6, Ponsel Cerdas Paling Tipis di Dunia
Dicecar Soal Pernikahan, Djoko Susilo Gerah
Pemerintah Ajukan Penundaan Amnesti TKI
Nazaruddin Berbisnis dari Penjara
Antisipasi Mahasiswa Ngamuk, Kampus Nommensen Diliburkan Selama Sepekan
