SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Angka Pengangguran Terbuka di Banten Tertinggi di Indonesia
Rabu, 9 Mei 2012 | 8:08

Sejumlah warga sedang mengantre mencari lowongan kerja. [google] Sejumlah warga sedang mengantre mencari lowongan kerja. [google]

[SERANG]  Angka pengangguran terbuka  di Provinsi Banten tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia,  yakni mencapai 10,74 persen dari jumlah penduduk di Banten.

Angka pengangguran di Banten  didominasi oleh warga pribumi bukan warga pendatang atau urban,  sebagaimana sering diklaim oleh  Gubernur Banten Hj  Ratu Atut Chosiyah selama ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional (BPSN) tentang tenaga kerja, pada Februari 2012, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten berada di  atas DKI Jakarta yaitu mencapai 10,74 persen. Sedangkan TPT DKI Jakarta sebesar  10,72 persen dari jumlah penduduk.

Angka pengangguran terbuka baik di Banten maupun DKI Jakarta, sangat  jauh berbeda dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang hanya sebesar  2,78 persen, Bali hanya 2,11 persen. Sedangkan yang menempati urutan angka penganggurannya terkecil yaitu  Provinsi Sulawesi Barat, hanya 2,07 persen.

Berdasarkan data  BPS Provinsi Banten, jumlah angkatan kerja di Banten pada Februari 2012 mengalami penambahan sebanyak 233.963 orang.

Dikatakan bahwa  pada  Februari 2011 lalu angkatan kerja di Banten mencapai 5.164.681 orang, namun pada Februari 2012 menjadi 5.398.644 orang.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami penambahan sebanyak 351.369 orang, sehingga pada Februari 2012 tercatat ada 4.818.967 orang yang bekerja. Penambahan jumlah pekerja di Banten hamper merata di semua  sektor. 

Namun  lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja terdapat di sektor perdagangan, yang menyerap 1.195.674 orang atau hampir seperempat dari penduduk yang bekerja (24,81 persen).

Kalau dilihat dari segi angka,  pengangguran di Banten masih cukup tinggi. Namun kalau dilihat dari penurunannya setiap tahun  angka TPT di Banten pada Februari 2012 ini mengalami penurunan dari 13,50 persen menjadi 10,74 persen.

Pengamat ekonomi Untirta Dahneil Anzar, di Serang, Selasa (8/5)  mengatakan, tingginya angka pengangguran di Banten bukan disebabkan banyaknya kaum pendatang.

Sebab, faktanya pengangguran itu terjadi lebih banyak pada kalangan masyarakat asli  Banten. Karena itu, Dahneil   membantah pernyataan Gubernur Banten  Hj Ratu Atut Chosiyah yang mengatakan, tingginya angka pengangguran di Banten akibat banyaknya pendatang.

Menurut Dahniel, para urban yang datang ke Banten akan lebih siap menghadapi lapangan pekerjaan, sekalipun pekerjaan itu di sektor informal seperti pedagang kaki lima, atau pembantu rumah tangga. 

“Ketika seseorang pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, dia akan lebih siap dengan pekerjaan. Karena itu menjadi pertimbangan pertama ketika ia pindah domisili,” ungkap Dahniel.

Sebelumnya Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah mengatakan  bahwa tingginya angka pengangguran di Banten saat ini disebabkan tingginya arus perpindahan penduduk ke Banten dari luar Banten.

Oleh karena itu, pihaknya berencana akan menggelar operasi yustisia. [149]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN