Anak Belanda Diculik di Malaysia
Minggu, 29 April 2012 | 11:55
[DEN HAAG] Malaysia
tidak nyaman untuk para pendatang. Kasus penculikan atau penembakan terhadap
warga pendatang di Malaysia tidak hanya terjadi untuk para TKI.
Baru-baru
ini, seorang anak laki-laki 12 tahun asal Belanda, diculik di Kuala Lumpur, Malaysia.
Anak itu diseret ke mobil berwarna gelap dengan plat nomor palsu oleh tiga pria
di depan mata teman-teman sekelasnya.
Seorang juru
bicara dari Kotapraja Belanda, Son en Breugel menyebutnya sebagai "situasi
mengkhawatirkan."
Nayati
Moodliar adalah seorang putra pasangan dari Afrika Selatan, dan karenanya ia juga
menjadi warga negara Afrika Selatan. Keluarga itu tinggal di Son en Breugel
selama hampir 11 tahun, tetapi pindah ke Malaysia karena pekerjaan ayahnya.
Anak bersekolah di sekolah internasional.
Berita
penculikan telah difilmkan. Foto anak telah disebar dan pencarian besar sedang
berlangsung. Ayahnya mengeluarkan pernyataan emosional agar anaknya dapat
kembali dengan aman.
"Dia
adalah anak tunggal kami. Dia anak yang baik. Kami hanya ingin dia kembali.
Kami tidak ingin ada masalah. Belum terlambat untuk melepaskannya. Tolong
biarkan dia pergi."
Sejauh ini
tidak ada uang tebusan yang diminta. Salah satu mantan gurunya di Belanda
mengatakan, "Dia anak yang ramah dan antusias dengan banyak ditaksir oleh
teman-teman perempuannya."
Keluarga
menerima bantuan dari Kedutaan Besar Belanda di Malaysia. Kementerian Luar
Negeri mengatakan, tidak ingin berspekulasi mengenai motif di balik penculikan
itu. [RN/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
Wanita-Wanita Cantik Merusak Citra PKS Sebagai Partai Agama
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
