Air Kembali Naik, Warga Pondok Labu Mengungsi
Selasa, 1 November 2011 | 12:58
Ilustrasi banjir di Jakarta [google] [JAKARTA]
Ribuan warga RW 03 Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
hingga kini masih mengungsi akibat banjir kembali menggenangi rumah di enam RT.
Debit air kembali naik pada Selasa (1/11) sekitar pukul 01.00 WIB. Padahal,
sebelumnya warga baru selesai membersihkan rumah dari lumpur karena debit air
telah turun.
Ketua
RT 11 RW 03 Pondok Labu, Sugiono menuturkan, air kembali naik di pemukiman RT
09, 10, 11, 12, 13, dan 14. Warga yang bermukim di RT 11 merupakan korban
terparah karena pada banjir yang terjadi sejak Minggu (30/10) ketinggiannya
mencapai 2,5 meter.
“Air
naik lagi tengah malam tadi sekitar pukul satu. Warga yang sebelumnya sudah
pulang ke rumah, terpaksa harus kembali mengungsi,” kata Sugiono ketika
ditemui, Selasa (1/11).
Menurutnya,
secara keseluruhan di RT 11 sendiri terdapat sekitar 658 jiwa dari 157 KK. Di
RW 03 secara total terdapat 1.200 jiwa. Akibat banjir tersebut, sebagian besar
warga kini mengungsi di sejumlah posko pengungsian.
“Bantuan
yang paling penting yaitu normalisasi Kali Krukut. Sebelumnya, walaupun di
wilayah kami kerap banjir, namun tidak separah beberapa hari terakhir,” ucap
Sugiono.
Berdasarkan
pantauan SP, bantuan kepada warga di
lokasi banjir terus berdatangan, terutama dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan
swasta.
Namun, menurut Sugiono, warga yang berada tepat di belakang lapangan
tembak Marinir Cilandak, Jakarta Selatan tersebut saat ini juga membutuhkan
bantuan berupa obat-obatan, makanan, air bersih, selimut, dan lain-lain.
Warga
kini khawatir akan ada banjir susulan yang lebih parah karena curah hujan belum
mencapai puncaknya. Diperkirakan, banjir akan semakin meluas karena Kali Krukut
saat ini mengalami penyempitan yang signifikan.
“Dalam
sehari, bisa tiga sampai empat kali kami membersihkan rumah akibat lumpur kali
yang masuk rumah. Kami khawatir akan ada banjir susulan yang lebih parah,” ucap
Sugiono.
Direktur
Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Ubaidillah menjelaskan,
daerah RW 03 Pondok Labu kebetulan memang berada di antara dua Sungai Krukut.
Kedua sungai tersebut menjadi satu dan cenderung meluap ketika musim hujan
tiba. Keadaan tersebut kini diperparah oleh tidak berfungsinya drainase.
“Kebetulan
daerah yg banjir, tepatnya sekitar Jalan Bango berada di antara pertemuan dua
Sungai krukut yg menjadi satu. Banjir semakin parah karena saluran air got dan
drainase tidak berfungsi,” kata Ubaidillah.
Menurutnya,
saat ini pemerintah harus segera melakukan normalisasi sungai dan melakukan
pengerukan. Jika tidak, dikhawatirkan kemungkinan besar ke depannya akan lebih
parah.
“Area
resapan di lokasi tersebut sangat minim dan saat ini juga terjadi penyempitan
sungai. Pemerintah harus segera lakukan normalisasi sungai,” ucap Ubaidillah.
[Y-7/FFS/N-3]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Pesawat Lion JT 0535 Rusak Lagi, Penumpang Kecewa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Aiptu Sitorus Resmi Ditahan Di Rutan Bareskrim
BBM Mahal, Eropa Beralih Ke Energi Angin
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Hun Sen dan Fidel Ramos Tiba Di Makassar
Dahlan: Gaji Outsourcing 10% Di Atas UMP
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
