SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 1 September 2014
Pencarian Arsip

Advokat Bela Kliennya Malah Dipidanakan
Selasa, 27 November 2012 | 10:20

Marwan Effendy [google] Marwan Effendy [google]

[JAKARTA] Malang benar nasib M Fajriska Mirza alias Boy. Maksud hati membela kliennya Hartono, dengan mempertanyakan kemana aset yang dimiliki kliennya yang kabarnya telah disita sejak 2003, dia malah ditersangkakan atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Marwan Effendy.  

 “Dia lawyer, advokat. Jika terjadi sesuatu yang menyimpang jiwa membelanya keluar. Apalagi, terkait dengan materiil, sebagai pembela pasti dia membela kliennya,” kata penasihat hukum Boy, HB Sanjaya, di Jakarta, Senin (26/11).  

Berkas perkara kliennya, kata Sanjaya, telah masuk dalam tahap dua dan bakal segera disidangkan. Namun begitu, kliennya tidak ditahan. Dalam penanganan perkara ini, pihaknya mempertanyakan profesionalitas Kejaksaan Agung (Kejagung).  

Alasannya, salah satu pihak terlapor yakni, Kasubdit Pra Penuntutan pada Jampidum Tatang Sutarna menangani perkara tersebut. Bahkan, dia yang menandatangani berkas P21 padahal, yang bersangkutan berstatuskan saksi dalam perkara yang dilaporkan Boy ke KPK yakni, dugaan adanya penyalahgunaan wewenang dalam perkara pembobolan BRI oleh oknum Kejagung.  

“Terlapor dalam kasus ini adalah pejabat yang menangani P19 dan P21. Apa tidak ada jaksa lain yang tidak menangani perkara ? Bagaimana dia bisa P19 kalau tidak baca berkas P16 ? Dia sudah mengakui, sebagai saksi.  

Kasus ini muncul lantaran kicauan twitter dengan akun @triomacan2000 beberapa waktu lalu yang menyebut oknum jaksa agung muda berinisial ME sewaktu menjabat sebagai Aspidsus DKI  menggelapkan barang bukti mencapai Rp 500 miliar dalam kasus pembobolan BRI. Tim penyidik yang menangani perkara tersebut adalah Tatang Sutarna.  

Marwan Effendy bereaksi, sebab siapa lagi jaksa agung muda yang berinisial ME dan pernah menjabat sebagai aspidsus. Merasa nama baiknya dicemarkan, dia melaporkan hal itu ke Bareskrim Polri. Tak lama kemudian, Boy menjadi tersangka, dan melapor balik ke Kejagung serta KPK, yang menarik, hingga kini tidak diketahui siapa pemilik akun @triomacan2000.  

Menurut Sanjaya hal ini menjadi preseden buruk bagi dunia advokat. Sebab, sejak awal kliennya tidak pernah menuduh yang bersangkutan. Kliennya hanya meminta klarifikasi.  

“Ini terkait laporan Boy ke Kejagung dan KPK. Profesi advokat pun terancam, ini menjadi preseden buruk. Padahal, faktanya ada pemblokiran 8 tahun lalu. Kalau tidak salah ya buka pemblokirannya jangan asal nuduh pencemaran nama baik,” ujarnya.  

Pihaknya hingga saat ini masih mempertanyakan, bagaimana mungkin materi pokok dalam perkara tersebut belum terbukti namun berkas Boy dinyatakan lengkap dan siap untuk diadili.  

“Satu buktikan pokok perkara ini yang memang sudah kita laporkan ke KPK yang sekarang ini dalam proses penyelidikan. Bagaimana bisa klien saya berkasnya lengkap sementara pokok perkara ini belum terbukti. Jelas orangnya yang nulis ? Ini siapa saksinya ? Saksi kan yang melihat, merasakan, ” katanya.  

Kemarin Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Ari Muladi mengatakan, berkas tersangka Boy Fajriska sudah masuk dalam proses pelimpahan tahap dua ke Kejari Jaksel.  

“ Masih tahap dua, sedang proses di Kejari Jaksel. Benar (P21) hari ini penyerahan barang bukti dan tersangka,” katanya. (E-11)      




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»