Ada Oknum TNI Terlibat Perampokan Minimarket
Senin, 25 Juni 2012 | 16:56
Perampokan minimarket yang terekam di CCTV [google] [TANGERANG] Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Banten,
Kompol Shinto Silitonga mengatakan terdapat oknum anggota TNI yang
terlibat dalam perampokan minimarket di Serpong, Kota Tangerang Selatan.
"Dari hasil pengembangan penyelidikan, ternyata ada keterlibatan
anggota TNI dalam perampokan minimarket di Serpong," kata Shinto
Silitongan di Tangerang, Senin.
Ia menjelaskan, oknum TNI
tersebut berinisial MCN berusia 40 tahun dengan pangkat Bintara dan
tinggal di dua wilayah yakni Curug dan Tiga Raksa.
Oknum tersebut diduga tergabung dalam komplotan "Pitam Kuning". Ia berasal dari Angkatan Darat dan hingga kini masih aktif.
Polresta Tangerang akan menyampaikan surat kepada POM TNI untuk membantu proses penyelidikan dan penindakan.
Pasalnya, dari rekaman CCTV perampokan minimarket di Serpong,
terlihat oknum TNI tersebut terlibat, termasuk perampokan toko emas di
Balaraja.
"Dalam waktu 14 hari kedepan, kita akan ketahui hasilnya untuk penindakan pelaku dari pengembangan penyelidikan," katanya.
Sementara itu, kepolisian juga masih melakukan pengejaran terhadap
pelaku lainnya. Upaya yang sudah dilaksanakan adalah berupa menyebar
ciri-ciri pelaku ke beberapa daerah seperti Polda Banten hingga
Karawang.
Dalam penangkapan pelaku tersebut, pihaknya
dibantu oleh Resmob Polda Metro Jaya. Sebab, perampokan terjadi di
beberapa wilayah lainnya selain Tangerang.
"Ciri-ciri pelaku lainnya sudah kami peroleh dan kini masih dalam tahap pengejaran hingga ke luar daerah," katanya.
Komplotan "Pitam Kuning" merupakan kelompok yang terorganisir
dengan baik. Hal tersebut diketahui dari adanya pola perekrutan anggota
hingga ketua wilayah yang tersebar di Tangerang, Karawang, Bekasi,
Jakarta, Serang dan Semarang.
Tak hanya itu, setiap beraksi, ketua wilayah menyiapkan empat unit sepeda motor dan empat unit mobil bagi anggotanya.
Pimpinan komplotan "Pitam Kuning" berinisial P dan suka menggunakan
mobil Honda Jazz berwarna merah untuk mencari lokasi perampokan dan
disebarkan kepada ketua wilayah masing - masing.
Adapun,
untuk ketua wilayah Tangerang adalah Andre dengan ciri tinggi 169
sentimeter, berbadan sedang, berambut panjang, kulit bersih, hidung
mancung, di tangan kiri terdapat tato abstrak dan seluruh bedan bertato.
Lalu, Ketua wilayah Bekasi adalah Andi, ketua Karawang yakni Very,
ketua Semarang yaitu Jo, ketua Jakarta Sulaeman atau pakede dengan ciri -
ciri tinggoi 174 sentimeter, berusi 40 tahun dan berbadan buncir, kumis
tipis dan berjambang serta suka menggunakan topi dan berlogat jawa.
Sementara untuk wilayah Serang dan Surabaya, masih di cari tahu.
Komplotan "Pitam Kuning" ini melakukan perekrutan anggota dengan
sistem penculikan dan kemudian diindoktrinasi. Biasanya, anggota baru
diperoleh dari geng motor.
Bagi anggota yang tidak setia
dalam menjalankan tugasnya, maka ketua wilayah dapat melakukan hukuman
berupa sanksi hingga penembakan dan ancaman ke keluarga.
Polres Kota Tangerang, Banten, pun sudah berhasil menangkap dua pelaku
perampokan minimarket yang beraksi di wilayah Serpong, Tangerang
Selatan.
Kedua pelaku tersebut adalah SH (21) yang ditangkap di Rajeg, Kabupaten Tangerang dan LR (28) ditangkap di Jakarta Barat.
Sebelumnya, minimarket Indomaret yang berlokasi di Jalan Raya
Serpong, Tangerang Selatan, dirampok pada hari Jumat (4/5). Dalam
melakukan aksinya, para pelaku menggunakan senjata api. Adapun pelaku
berjumlah enam orang dan kerugian mencapai Rp30 juta.
Kemudian, pada Minggu (6/5), minimarket Alfamidi 24 Jam di Jalan Letnan
Soetopo, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, kembali dirampok dengan
jumlah pelaku sebanyak tujuh orang. Dalam aksinya, pelaku pun
menggunakan senjata api dan kerugian mencapai Rp 35 juta.
Selain itu, pelaku berhasil merampok minimarket Alfamart Pasarkemis pada
15 Mei dan 30 April dengan kerugian masing-masing Rp3 juta.
Minimarket Indomaret yang terletak di Jalan Raya Serpong Km 7 No. 8E
samping McDonald Alam Sutera pada Rabu (23/5) berhasil menggasak uang
sebesar Rp 10 juta dan beberapa produk seperti susu, rokok, handphone
dan CCTV. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Wah...Ternyata 10% Pengguna Facebook Bukan Manusia?
Sekuel Star Trek Puncaki Box Office
Satu Lagi Teman Wanita Fathanah Kembalikan Uang Ke KPK
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Klewang Libatkan Keluarga Bentuk Kerajaan Geng Motor
Joe Taslim Raih Adegan Mahal di Fast and Furious 6
Orang Miskin Dipersulit Masuk PTN di Jawa
Berdharma Wisata Ke Tanah Lot, Siswa SMP Lumajang Nyolong Motor
Pemprov DKI Jakarta Harus Beri Sanksi 16 RS Mundur Dari Program KJS
