Ada Mutasi Besar-besaran di Kalangan Perwira Tinggi Polri
Kamis, 20 Oktober 2011 | 13:02
Irjen Pol Anton Bahrul Alam [google]
[JAKARTA] Sekitar 800 perwira menengah (pamen) dan perwira
tinggi (pati) Kepolisian Republik Indonesia dimutasi. Mutasi besar-besaran di
tubuh Polri ini dilakukan berdasarkan telegram rahasia (TR) Kapolri Jenderal
Polisi Timur Pradopo yang dikeluarkan Rabu (19/10).
Mereka yang dimutasi ini di antaranya Korsahli Kapolri Irjen
Pol Edward Aritonang diganti oleh Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo yang
sebelumnya Sahlisosek Kapolri. Edward selanjutnya sebagai Pati Yanma Polri
(pensiun).
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam dimutasi
ke ASSARPRAS Kapolri menggantikan Irjen Pol Yudi Sushayanto yang menempati
jabatan baru sebagai Pati Yanma Polri (pensiun). Kadiv Humas selanjutnya
dijabat Irjen Pol Saud Usman Nasution yang sebelumnya Sahlisosbud Kapolri.
Kapolda Lampung Brigjen Pol Sulistyo Ishak diganti Brigjen
Pol Jodie Rooseto, sebelumnya Karodalpers SSDM Polri. Sulistyo selanjutnya
Widyaswara Utama Sespim Polri.
Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono diganti Brigjen
Pol Anang Iskandar, sebelumnya Yanma Pati Polri. Bambang selanjutnya menjadi
Sahli Sosbud Kapolri.
Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Sukrawadi Dahlan
diganti Brigjen Pol Untung Cahyono, sebelumnya Wakapolda Papua. Sukrawadi
selanjutnya Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol.
Wakil Kapolda Jawa Barat Brigjen Pol Yovianes Mahar diganti Kombes Pol Hengkie
Kaluar, sebelumnya Sesropaminal Divpropam Polri. Yovianes selanjutnya sebagai
IRWIL II ITWASUMPOLRI.
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ketut Untung
menjadi Wakapolda Bali. Dirlantas Polda Metro Kombes Pol Royke Lumowa diganti
Kombes Pol Sigit sebelumnya Dirlantas Polda Jawa Tengah. Royke selanjutnya
masuk jajaran Korps Lalu Lintas Mabes Polri.
Brigjen Pol Paulus Waterpau yang sebelumnya menjabat
Widyasiwara Madya Sespim Polri diangkat menjadi Wakapolda Papua. Dirlantas
Polda DIY Kombes Pol Suharsono dimutasi sebagai Dirlantas Polda Papua.
Wadirlantas Polda Metro AKBP Tomex Korniawan diangkat
sebagai Dirlantas Polda Kalimantan Tengah. Kabag Regiden Dirlantas Polda Metro
AKBP Tedi Minahasa dimutasi sebagai Kapolresta Malang, Jawa Timur.
Kabag Regiden Dirlantas Polda Jawa Barat AKBP Irman Sugema diangkat sebagai
Kapolres Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kapolres Mojokerto, Jawa Timur AKBP Prasetijo Utomo diangkat
sebagai Wadirkrimum Polda Jawa Timur.
Kasubdit Regigend Ditlantas Polda Lampung AKBP Heri Setyawan
menjadi Kapolres Lampung Tengah. Kapolres Muara Bungo AKBP Yasir diangkat
sebagai Wakapolresta Jambi.
Kasubbabmon Bagmonev SOPS Mabes Polri AKBP Eko Santoso
dimutasi sebagai Kapolres Bagai Kepulauan, Polda Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri
Jenderal Polisi Timur Pradopo agar tidak segan meninjau ulang mutasi ratusan
pamen dan pati Polri. Terutama, jika pergantian Direktur Tindak Pidana Korupsi
(Dirtipikor) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Ike Edwin ke Widyaswara Sespim
Polri disinyalir salah ketik harus segera diperbaiki. Posisi Ike digantikan
Kombes Pol Noer Ali yang adalah Irwasda Polda Metro.
Demikian dikatakan Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam
percakapan dengan SP, Kamis (20/10).
Dikatakan, kinerja Dirtipikor selama satu tahun terakhir ini
telah dijalankan dengan baik. Dengan anggaran penyidikan Rp 1,3 miliar, ia berhasil
menyelesaikan 90 persen kasus korupsi berskala besar. Apalagi, masalah korupsi
ini menjadi target pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini, Ike yang mantan Kepala SPN Lido, Kapolres Jakarta
Pusat, dan Kapoltabes Surabaya, juga sedang mengemban tugas menggodok sekitar
150 Kasat Reserse utusan dari 33 Polda untuk mengikuti Rakernis khusus
penanganan masalah korupsi nasional dan daerah.
Melihat track record, terutama
terkait pengungkapan kasus korupsi sebagaimana yang dituntut masyarakat, kata
Neta, semestinya keberhasilan itu diimbangi dengan penempatan mutasi jabatan
yang lebih tepat sesuai prestasi yang bersangkutan.
Apalagi, pimpinan Polri
selalu mengedepankan reformasi birokrasi.
Dikatakan, penempatan jabatan karena menyangkut
profesionalisme harus fair dan transparan, jangan sampai karena intervensi atau
masalah pribadi. [G-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
