Ada Gejala Negatif Riset Pilkada DKI Jakarta
Rabu, 25 April 2012 | 11:44
Pasangan Jokowi dan Ahok [google] [JAKARTA] Analis yang juga Direktur Eksekutif "Center for Indonesia Reform" atau
CIR, Sapto Waluyo menegaskan, ada gejala negatif yang dilakukan lembaga riset
dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
"Sebagian lembaga riset bukan memetakan kondisi real masyarakat, tetapi
melakukan pembentukan pendapat (opinion building) atas kliennya, sambil
berkampanye negatif terhadap kompetitor," katanya di Jakarta, Rabu (25/4).
CIR merupakan lembaga kajian strategi dan kebijakan, serta rujukan informasi
untuk masalah ekonomi, politik, sosial-budaya, sains-teknologi, hukum dan hak
asasi manusia (HAM). Lembaga ini didirikan pada 30 November 2001 di Jakarta.
Ia mengemukakan bahwa dari sekian survei, terbukti posisi pasangan Foke-Nara
cenderung menurun, yakni 49,1 persen (LSI), 47,2 persen (Puskaptis), 42,4
persen (Cyrus), dan 30 persen (Pride).
Sementara Jokowi-Ahok cenderung naik dari 14,4 persen, 15,1 persen, dan
tiba-tiba melompat 31,8 persen.
"Anehnya, Cyrus tak menyebut raihan Hidayat-Didik saat itu," kritik
Sapto.
Menurut riset CIR yang sedang berlangsung, posisi Foke-Nara
sekitar 35 persen, lalu posisi kedua justru Hidayat-Didik. "Kami belum
mempublikasi temuan ini, karena proses sedang berlangsung, dan status kandidat
juga belum ditetapkan KPU DKI Jakarta," katanya.
"Jika ada kandidat yang didiskualifikasi KPU, maka posisi yang lain bisa
berubah," tambahnya.
Ditegaskannya bahwa yang penting buat publik, kaum periset perlu membedakan
popularitas dan elektabilitas. Menurut dia, Jokowi-Ahok mungkin populer, tapi
belum tentu rakyat Jakarta memilih mereka.
Sementara, Hidayat-Didik dipersepsi rendah, padahal Hidayat
pernah mendapat suara di atas BPP nasional, tertinggi di Indonesia.
Ia merujuk pada pasangan PKS pada pilkada sebelumnya, yakni Adang-Dani, yang
dapat sedikitnya 26 persen dalam pilkada 2007.
"Masa bisa berubah secara drastis?," katanya.
Menurut dia, variabel seperti itu yang perlu dicari jawabnya lewat survei.
"Sehingga jangan ada penipuan atau pengarahan opini publik via statistik.
Jika Hidayat bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap PKS, yang kini
didukung PAN/Didik Rachbini) serta pendukung Adang-Dani tetap solid, maka peta
kompetisi akan seru," kata Sapto Waluyo. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
