SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Aceh Barat Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Rabu, 30 Maret 2011 | 9:45

Ratusan rumah terendam banjir di Medan, Sumatera Utara Ratusan rumah terendam banjir di Medan, Sumatera Utara

[BANDA ACEH] Hujan deras yang melanda sebagian Provinsi Aceh dalam sepekan terakhir menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (29/3) malam mengalami banjir besar. Akibatnya, ribuan warga panik dan lari menyelamatkan diri ketika banjir tiba-tiba datang.

Camat Pante Ceureumen, Aceh Barat M Nur Yasin saat dikonfirmasi via telpon, Rabu (30/3) pagi menyebutkan, sejumlah desa yang terendam banjir adalah Desa Cangge, Lawet, Lango, Pulo Teungoh, Manjeng, Seumantok, serta Ketambang. Banjir yang melanda enam desa itu akibat meluapnya Sungai Kreung Pante. Lebih dari 1.000 warga enam desa itu diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Banjir itu juga merendam sejumlah sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar terganggu. Pihak kecamatan telah melapor musibah ini kepada Pemkab Aceh Barat.

Humas Pemkab Aceh Barat M Amin menyebutkan, setelah menerima laporan itu, Bupati Aceh Besar, Ramli, langsung menuju lokasi kejadian. Dia membawa para relawan agar bisa memberi pertolongan kepada para korban. Selain itu, pada pagi ini juga disalurkan bantuan kepada para pengungsi.

Hujan besar juga melanda Aceh Selatan sehingga banyak rumah terendam. Aktivitas warga juga terganggu. Begitu juga di Aceh Singkil, para nelayan sudah beberapa hari tidak bisa melaut karena badai sudah empat hari terjadi di sana. Hingga pagi ini, para nelayan belum berani melaut karena kondisi cuaca sangat tidak bersahabat. Kondisi serupa terjadi di Aceh Utara, Bireuen dan Aceh Jaya serta Banda Aceh, dan Aceh Besar.

Sehari sebelumnya, badai menerjang Aceh Barat Daya (Abdya) menghancurkan lima rumah penduduk di Desa Gampong Padang Baru, Kecamatan Susoh. Atap seng rumah terbang tertiup angin dan seluruh harta di rumah-rumah itu basah diguyur hujan. Sementara pemiliknya harus berteduh di rumah tetangga.

Kelima rumah yang rusak itu milik Anwar (40), Safari (35), Hasanusi  (40), dan rumah kepala Desa Gampong Padang Baru, Narjo (45).  Narjo kepada wartawan menyebutkan saat kejadian sore kemarin terdengar suara gemuruh, lalu terdengar suara berderak. Seketika itu juga bagian atap seng beberapa rumah berterbangan, kemudian jatuh dalam jarak belasan meter. [147]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN