SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 18 Mei 2013
Pencarian Arsip

ABG Bunuh Ayah dan Anak di Bojonggede Demi Duit Rp 3 Juta
Jumat, 20 Juli 2012 | 13:11

Ilustrasi dipukul martil [google] Ilustrasi dipukul martil [google]

[DEPOK] Polres Metro Depok akhirnya berhasil meringkus empat orang yang diduga membunuh bapak dan anak di Perumahan Satria Jingga, Desa Ragajaya, RT 03/14, Blok F 1 No 11, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/7). Hal yang membuat miris, salah satu pelaku yang bertindak sebagai eksekutor adalah seorang remaja yang masih berusia 14 tahun, berinisial AD, warga Kecamatan Sawangan, Kota Depok. AD rela membunuh demi uang sebesar Rp 3 juta.  

Sedangkan ketiga pelaku lainnya, DD (20), PP (35) dan KS (25) berperan sebagai perencana aksi pembantaian sadis tersebut. Selain AD, eksekutor lainnya ialah D. Namun D sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas.  

Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, motif dibalik pembunuhan tersebut adalah karena utang. Para tersangka nekat menghabisi nyawa Roy Siraturomon (50) dan anaknya, Edward Siraturomon dengan dalih untuk menghilangkan tagihan utang. 

 "Para tersangka ini rupanya memiliki masalah utang dengan korban. Angkanya bervariasi berkisar antara Rp 15juta ke bawah. Para tersangka itu juga menggadaikan motor yang sistemnya pinjam pakai. Kalau habis ngojek disetor ke korban untuk bayar cicilan utang," kata Mulyadi.  

Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus ini saat ditemukannya catatan utang para pelaku yang terselip di kasur kamar tidur korban. Berangkat dari itu, jajaran Polres Metro Depok menciduk AD, di kediamannya, di Sawangan.  

 "Selanjutnya, tertangkaplah tiga pelaku lainnya di kawasan Bojonggede tak jauh dari TKP. Ketiga pelaku itulah yang punya utang dengan si korban. AD dan D (buron-red) dibayar untuk membunuh dua orang korban oleh DD, PP, dan KS sebesar Rp 6 juta. AD dan D masing-masing menerima uang 3 Rp3 juta, untuk menghabisi nyawa bapak anak itu," beber Mulyadi.  

Dari pengakuan AD,  ia nekat menerima tawaran ketiga kenalannya lantaran desakan ekonomi. Pasalnya, ABG itu hanya berprofesi sebagai pemulung. "Alasannya uang bayaran dari pembunuhan itu digunakan untuk makan," kata Mulyadi.  

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ibnu Wahyudi memaparkan, pelaku menghabisi nyawa Roy Siraturomon dengan memukul kepalanya menggunakan martil.  

Selanjutnya, Edward Raturomon, sang anak yang mendengar keributan mencoba melakukan perlawanan. Tapi Edward justru terkena sabetan gunting dan pisau pada bagian leher.   Kedua korban pun akhirnya tewas dan kemudian jenazah keduanya diseret dan ditumpuk di kamar mandi.

Puas menghabisi nyawa bapak anak itu, pelaku kemudian menyikat perhiasan, uang Rp 10 juta, jam tangan, dan satu unit motor Honda Astrea Legenda bernomor polisi F 6761 E warna hitam milik korbannya.  

Kasus pembunuhan ini terjadi Rabu (17/7). Berawal saat anak bungsu korban, Keisya menemukan Ayah dan Kakaknya tewas bertumpuk berlumuran darah di kamar mandi. Keisya yang baru pulang sekolah usai mengikuti kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) kemudian histeris dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga datang membantu, tak lama pihak kepolisian langsung datang ke lokasi kejadian. [RIA/W-12]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN