ABG Bunuh Ayah dan Anak di Bojonggede Demi Duit Rp 3 Juta
Jumat, 20 Juli 2012 | 13:11
Ilustrasi dipukul martil [google] [DEPOK] Polres Metro Depok akhirnya berhasil meringkus
empat orang yang diduga membunuh bapak dan anak di Perumahan Satria Jingga,
Desa Ragajaya, RT 03/14, Blok F 1 No 11, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Kamis
(19/7). Hal yang membuat miris, salah satu pelaku yang bertindak sebagai
eksekutor adalah seorang remaja yang masih berusia 14 tahun, berinisial AD,
warga Kecamatan Sawangan, Kota Depok. AD rela membunuh demi uang sebesar Rp 3
juta.
Sedangkan ketiga pelaku lainnya, DD (20), PP (35) dan KS
(25) berperan sebagai perencana aksi pembantaian sadis tersebut. Selain AD,
eksekutor lainnya ialah D. Namun D sampai saat ini masih dalam pengejaran
petugas.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, motif
dibalik pembunuhan tersebut adalah karena utang. Para tersangka nekat
menghabisi nyawa Roy Siraturomon (50) dan anaknya, Edward Siraturomon dengan
dalih untuk menghilangkan tagihan utang.
"Para tersangka ini rupanya memiliki masalah utang
dengan korban. Angkanya bervariasi berkisar antara Rp 15juta ke bawah. Para
tersangka itu juga menggadaikan motor yang sistemnya pinjam pakai. Kalau habis ngojek disetor ke korban untuk bayar
cicilan utang," kata Mulyadi.
Pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus ini saat
ditemukannya catatan utang para pelaku yang terselip di kasur kamar tidur
korban. Berangkat dari itu, jajaran Polres Metro Depok menciduk AD, di
kediamannya, di Sawangan.
"Selanjutnya, tertangkaplah tiga pelaku lainnya di
kawasan Bojonggede tak jauh dari TKP. Ketiga pelaku itulah yang punya utang
dengan si korban. AD dan D (buron-red) dibayar untuk membunuh dua orang korban
oleh DD, PP, dan KS sebesar Rp 6 juta. AD dan D masing-masing menerima uang 3
Rp3 juta, untuk menghabisi nyawa bapak anak itu," beber Mulyadi.
Dari pengakuan AD,
ia nekat menerima tawaran ketiga kenalannya lantaran desakan ekonomi.
Pasalnya, ABG itu hanya berprofesi sebagai pemulung. "Alasannya uang
bayaran dari pembunuhan itu digunakan untuk makan," kata Mulyadi.
Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Ibnu
Wahyudi memaparkan, pelaku menghabisi nyawa Roy Siraturomon dengan memukul
kepalanya menggunakan martil.
Selanjutnya, Edward Raturomon, sang anak yang mendengar
keributan mencoba melakukan perlawanan. Tapi Edward justru terkena sabetan
gunting dan pisau pada bagian leher.
Kedua korban pun akhirnya tewas dan kemudian jenazah
keduanya diseret dan ditumpuk di kamar mandi.
Puas menghabisi nyawa bapak anak
itu, pelaku kemudian menyikat perhiasan, uang Rp 10 juta, jam tangan, dan satu
unit motor Honda Astrea Legenda bernomor polisi F 6761 E warna hitam milik
korbannya.
Kasus pembunuhan ini terjadi Rabu (17/7). Berawal saat
anak bungsu korban, Keisya menemukan Ayah dan Kakaknya tewas bertumpuk
berlumuran darah di kamar mandi.
Keisya yang baru pulang sekolah usai mengikuti kegiatan
Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) kemudian histeris dan meminta pertolongan
kepada warga sekitar. Warga datang membantu, tak lama pihak kepolisian langsung
datang ke lokasi kejadian. [RIA/W-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes?
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Jangan Sampai Stasiun Tujuan Terlewat
Difitnah Istri Selingkuh Dengan Anaknya, Syarief Hassan Polisikan Triomacan
Ahmad Fathanah Dibawa Aksa Mahmud
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
