426 Siswa SLTA di Banten Tidak Lulus UN
Sabtu, 26 Mei 2012 | 9:15
Ilustrasi ujian nasional tingkat SMP [pikiranrakyat] [SERANG]
Sebanyak 426 siswa SMA/SMK/MA dari total 107.787 siswa yang mengikuti Ujian
Nasional (UN) 2011/2012 di Provinsi Banten, dinyatakan tidak lulus.
Ratusan siswa yang
tidak lulus ini, akan diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kejar Paket C
pada Juni dan Oktober 2012 mendatang.
Berdasarkan data dari
Dinas Pendidikan Provinsi Banten, untuk di Kota Serang dari 8.012 siswa peserta
UN, sebanyak 6 siswa (0,07 %) tidak lulus.
Kota Tangerang dari 22.862 peserta
UN, yang tidak lulus sebanyak 8 siswa (0,03%); Kota Cilegon dari 5.562 peserta
UN yang tidak lulus 32 sisiwa (0,58 %); untuk di Kota Tangerang Selatan dari
13.614 peserta, yang tidak lulus sebanyak 24 siswa (0,18%).
Selanjutnya, di
Kabupaten Serang dari 12.120 peserta UN, sebanyak 23 siswa dinyatakan tidak
lulus (0,19), di Kabupaten Pandeglang dari 10.372 peserta UN, 98 siswa
dinyatakan tidak lulus (0,94 %); di Kabupaten Lebak dari 9.265 peserta UN,
sebanyak 33 siswa tidak lulus (0,36 %); dan di Kabupaten Tangerang dari
25.980 peserta UN sebanyak 202 dinyatakan tidak lulus (0,78).
Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina, Sabtu (26/5) mengatakan, para
siswa yang tidak lulus ini bisa mengikuti ujian kejar Paket C pada Juni dan
Oktober 2012 mendatang.
Untuk di ketahui,
tingkat kelulusan siswa SMA/MA/SMK se -Provinsi Banten pada 2010/2011 mencapai
99,62%. Dari jumlah peserta UN sebanyak 99.025 siswa, sebanyak 373 siswa
SMA/MA/SMK se-Provinsi Banten dinyatakan tidak lulus.
Artinya, jika
dibandingkan dengan data tingkat kelulusan siswa SMA/MA/SMK se -Provinsi Banten
pada 2011/2010, angka ketidak lulusan UN mengalami penurun pada tahun 2012 ini.
Sebelumnya,Kepala
Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Provinsi
(Dindik) Banten Ino S Rawita mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 59 Tahun 2011,
peserta dinyatakan lulus UN apabila nilai akhir yang didapat rata-rata 5,5 dan
nilai akhir tiap mata pelajaran 4,0.
Sedangkan penetapan kelulusan siswa
dilakukan sekolah dengan dasar hasil UN, nilai rapor dan juga aspek prilaku dan
kepribadian.
Menurut Ino, hasil UN
diberikan oleh pusat ke sekolah dalam bentuk daftar kolektif. Selanjutnya
sekolah menggelar rapat untuk menetapkan kelulusan siswa digabungkan dengan
nilai raport dan aspek perilaku dan kepribadian tadi.
Hasil UN 60% sedangkan
40% dari nilai rapor dan aspek sikap , perilaku dan akhlak siswa,"
jelasnya.
Ino mengimbau kepada
siswa yang lulus untuk tidak merayakan secara berlebihan, seperti coret-coret
baju seragam sekolah, konvoi kendaraan yang mengganggu lalu lintas maupun aksi
yang tidak terpuji.
"Lebih baik
seragam diberikan adiknya atau siswa yang membutuhkan. Kami akan sampaikan
surat edaran kepada sekolah dan guru agar bisa menjaga siswanya saat pengumuman
kelulusan. Termasuk berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat,"
imbaunya.
Sedangkan terhadap
siswa yang tidak lulus, Ino berpesan agar tetap sabar. Menurut Ino, siswa yang
tidak lulus bisa mengikuti ujian Kejar Paket C pada pertengahan Juni.
Ia
menyatakan, jika tidak lulus lagi masih memiliki kesempatan untuk mengikuti
ujian kembali pada Kejar Paket C pada Oktober mendatang.
"Tahun ini tidak
ada UN ulang tetapi yang disediakan hanya ujian kejar Paket C. Namun nilai
kelulusannya setara dengan kelulusan sekolah formal dan bisa dipakai untuk
melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun persyaratan melamar
kerja," jelasnya. [149]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pengembang Ngotot Membangun di Hutan Kota Bandung
Belum Ada Pengumuman Pemenang Pilgub, Dua Kandidat Diminta Jaga Kedamaian Bali
Jokowi: Tak Ada Masalah Warga Pluit Pindah
Ini Dia Kostum Baru Barcelona untuk Musim Depan
SBY Kagum Nonton Film Kolosal ”Sang Kyai”
Panglima TNI Isyaratkan Pengganti Dirinya KSAD Baru
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Jokowi Makan Bersama Warga Pluit Sambil Bahas Waduk
Di Mata Golkar, Menkeu Chatib Basri Itu Neolib
Aiptu LS Sudah Lama Mau Mundur dari Polisi, Tapi Tak Disetujui Atasan
