SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

393 Tumbuhan di Indonesia Terancam Punah
Rabu, 3 Oktober 2012 | 14:12

Griya Anggrek Kebun Raya Bogor. [SP/Ari Supriyanti Rikin] Griya Anggrek Kebun Raya Bogor. [SP/Ari Supriyanti Rikin]


[BOGOR] Indonesia berada pada peringkat ke empat bersama Brazil sebagai negara dengan jumlah tumbuhan terancam punah tertinggi di dunia. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) tahun 2012 sekitar 393 jenis tumbuhan dalam ancaman kepunahan.

Jumlah ini meningkat 1,7 persen dibandingkan kondisi pada tahun 2010. Catatan para ilmuwan menyebut peningkatan jumlah jenis tumbuhan yang terancam keepunahannya dipengaruhi oleh kondisi di Indonesia seperti alih fungsi lahan dan invasi spesies. Keadaan ini pun kemudian menuntut perhatian dan strategi global dalam upaya konservasi tumbuhan Indonesia.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Prasetya mengatakan isu konservasi menjadi perhatian masyarakat dunia sejak konvensi internasional mengenai keanekaragaman hayati atau Convention on Biological Diversity (CBD) di KTT Bumi, Rio de Janeiro 1992. 
Keterlibatan Indonesia dalam konvensi internasional ini merupakan upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang terancam punah. "Jumlah tumbuhan yang terancam punah sebesar 1,7 persen telah menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu diperlukan sebuah instrumen yang dapat mengakomodir upaya konservasi tumbuhan secara komprehensif dan terintegrasi mulai tingkat ekosistem sampai tingkat genetik." katanya di sela focus group discussion, Strategi Global untuk Konservasi Tumbuhan, di Kebun Raya Bogor, Rabu (3/10).

Terkait konservasi yang terintegrasi, Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor LIPI Mustaid Siregar mengungkapkan dalam membangun GSPC perlu koordinasi data dan terbangunnya jejaring antar stakeholder terkait.

Dalam laporan pertama kemajuan implementasi GSPC di regional Asia menunjukan bahwa pencapaian target-target GSPC di Indonesia dinilai masih sedikit kemajuannya. Menurut Mustaid, rendahnya kemajuan ini terjadi karena kurang terpusatnya data capaian target dari semua pihak terkait.

"Hingga tahun 2010 seharusnya sudah sekitar 60 persen jenis tanaman yang terancam punah sudah dikonservasi secara exsitu dari target pencapai 75 persen di tahun 2020. Namun kebun raya baru mengkonservasi sekitar 21,5 persen," ucapnya.

Untuk itu ia berharap, kementerian yang memiliki program konservasi, kebun raya daerah dan pemerintah daerah bisa bekerja sama meningkatkan konservasi. Senada dengan itu Bambang berharap adanya dukungan anggaran untuk mempercepat dan mematangkan identifikasi.

Lebih lanjut Mustaid menjelaskan kurangnya taksonom yang bisa mengindentifikasi menjadi kendala proses identifikasi dalam upaya konservasi. Jumlah kekayaan biodiversity di Indonesia juga belum pasti jumlahnya, dari 7.849 jenis tumbuhan berhasil terindentifikasi dan dikonservasi di empat kebun raya di Indonesia. Sedangkan 6.658 jenis lainya belum teridentifikasi.

Sementara itu terkait jenis tumbuhan yang terancam punah dan sudah tidak ditemukan di alam tetapi berhasil dikonservasi antaraa lain mangga kasturi yang wangi dan rasanya enak endemik Kalimantan Selatan, jenis-jenis meranti, keluarga (family) anggrek, kantong semar, jenis palem dan paku-pakuan. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»