30 Tahun, Komite Perempuan Hapus Diskriminasi
Selasa, 10 Juli 2012 | 15:49
Ilustrasi [google] [NEW YORK] Komite Penghapusan
Diskriminasi terhadap Perempuan merayakan peringatan ke-30 tahun di Markas
Besar Perserikatan Bangsa Bangsa, New York, Amerika Serikat (AS). Untuk
peringatan 30 tahun, Komite Perempuan mengangkat tema “Focusing on Women’s
Political Participation and Leadership – in Pursuit of Equality”.
Acara dibuka oleh Ketua Komite,
Silvia Pimentel dari Brazil, dilanjutkan dengan sambutan kunci oleh Wakil
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Jan Eliasson. Pembukaan acara
disusul dengan pernyataan yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal dan
Direktur Eksekutif PBB Urusan Wanita, Michelle Bachelet ; Menteri Kebijakan
Wanita Brasil, Eleonora Menicucci de Oliveira; dan Pendiri International
Women’s Rights Action Watch Asia Pacific, Shanti Dairiam.
Dalam diskusi panel, Asisten
Sekretaris Jenderal, Kantor OHCHR New York, Ivan Šimonovic tampil sebagai
moderator. Šimonovic mempersilakan lima panelis dari Nepal, Tunisia, dan
Uganda untuk tampil berbicara tentang keberhasilan dan tantangan dalam
memajukan partisipasi politik perempuan dan kepemimpinan di negaranya.
Panelis dari Uganda, Rebecca
Alitwala Kadaga, mengungkapkan untuk mendorong partisipasi perempuan di politik
memerlukan aksi afirmasi dan pemenuhan kebutuhan praktis perempuan, seperti
penyediaan air bersih dan pemberian kompor. Dorongan itu terbukti efektif
memperpendek waktu yang perempuan habiskan untuk melaksanakan tugas
domestiknya. Tambahan waktu luang yang ada juga membuka kesempatan bagi
perempuan pedesaan untuk belajar dan menghadiri pertemuan-pertemuan sosial
serta pengambilan keputusan.
Diskusi panel menyimpulkan bahwa
kemajuan positif di seluruh dunia terkait peran dan partisipasi perempuan masih
memerlukan berbagai upaya antara lain penghapusan kekerasan terhadap perempuan,
pelaksanaan aksi afirmasi sementara. Kondisi tersebut harus dikombinasikan
dengan rencana jangka menengah dan jangka panjang. Diskursus pembahasan hak-hak
perempuan tidak hanya tentang isu perempuan, namun tidak dapat dilepaskan dari
perlunya kerja sama dengan kaum laki-laki untuk mempercepat perwujudan
kesetaraan gender.
Selama ini, Komite bekerja untuk
memajukan perlindungan dan promosi hak asasi perempuan di bawah Konvensi Penghapusan
Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. Selama 30 tahun, Komite
Perempuan menjadi tonggak pergerakan pemajuan status dan peran perempuan di
berbagai bidang pembangunan. Khusus untuk peringatan 30 Tahun Komite berkarya,
fokus khusus diberikan pada partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan.
Komite Perempuan telah memilih
partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan sebagai tema dialog interaktif
selama acara. Tema ini akan berfokus pada apa yang telah dicapai, bagaimana
kemajuan tersebut dicapai dan apa tantangan yang masih dihadapi.
Dalam perjalanan tugas selama 30
tahun terakhir, Komite Perempuan telah berulang kali meminta negara anggota
untuk memberikan kesempatan pada perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam
kehidupan politik di negara masing-masing. Komite juga memastikan bahwa
perempuan memiliki hak yang sama untuk ikut dalam pemilu dan untuk
berkontribusi dalam perumusan kebijakan pemerintah.
Komite ini menekankan bahwa
partisipasi politik dan kepemimpinan perempuan yang setara, bermakna dan
efektif merupakan prasyarat mendasar bagi demokrasi, perdamaian abadi dan
keadilan gender. [PR/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pilkada Gubernur NTT Putaran Kedua Dimulai
KPU Kabupaten Gelar Pleno Pilgub Bali
Pilgub NTT Putaran Kedua, Frenly Yakin Menang
Hatta Rajasa Terima “Reformasi Award” Dari Prodem
Hypermart Kedua di Kota Ambon Diresmikan
AS Akui Pesawatnya Langgar Wilayah Indonesia
Mantan Kasdam Jaya Akan Beli Kembali Lahan yang Dieksekusi
Pimpinan Geng Cewek di Pasuruan Dilapokan ke Polisi
