SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 20 September 2014
Pencarian Arsip

1,7 Juta Lansia Terlantar di Indonesia
Kamis, 9 Juni 2011 | 14:35

Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri

[JAKARTA] Indonesia masih memiliki 1,7 juta jiwa lanjut usia (lansia) terlantar dari total lansia sekitar 20 juta jiwa. Pemerintah berharap pelibatan masyarakat untuk percepatan akselerasi peningkatan kesejahteraan bagi warga negara berusia 60 tahun ke atas tersebut.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menyadari meskipun pemerintah telah berbuat dan memberikan jaminan sosial, cakupannya belum menjangkau 1,7 juta jiwa lansia terlantar.

"Jaminan sosial yang diberikan tahun ini baru menjangkau 13.250 jiwa lansia terlantar di 33 provinsi dengan bantuan Rp 300.000 perbulan by name by address," katanya di sela puncak Hari Lanjut Usia Nasional, di Jakarta, Kamis (9/6).

Perserikatan Bangsa-bangsa mencatat di abad ke-21 salah satu ciri kependudukan di dunia adalah terjadinya proses penuaan struktur penduduk. Proses penuaan ditandai meningkatnya jumlah dan proporsi penduduk lansia.

Melonjak
Tahun 2000 jumlah lansia di dunia sebanyak 606 juta jiwa. Tahun 2050 diproyeksi mendekati 1,8 miliar jiwa. Sedangkan di Indonesia, tahun 2020 jumlah lansia akan melonjak mencapai 28,8 juta jiwa.

Selain bantuan jaminan sosial, lanjut Mensos, banyak program penanganan lansia lainnya seperti home care di 15 provinsi. Petugas dari dinas sosial mengunjungi rumah lansia dengan care day service. "Jelas itu semua masih kurang, masyarakat perlu terlibat. Jangan melihat lansia dari sisi kekerabatan semata," ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 lansia dari Jabodetabek itu, Mensos juga memberi bantuan simbolis kepada 11.000 lansia di 248 panti werdha yang tersebar di 138 kabupaten/kota senilai Rp 12 miliar dan bantuan bagi yayasan lansia Rp 300 juta.

Mensos menyatakan adanya upaya untuk meningkatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berpihak kepada lansia. "Saya yakin APBN kita akan meningkat karena ada perhatian bagi lansia," ucapnya.

Ketua Umum Persatuan Wredhatama Pensiunan Sipil Republik Indonesia (PWRI) Ruchadi berharap adanya kerjasama multisektor untuk mengentaskan lansia terlantar yang ia sebut senior citizen.
 
"Diharapkan 1,7 juta lansia terlantar minta dibantu kembali minimal Rp 300.000 perbulan dan tahun 2012 keinginan itu bisa terealisasi," ungkapnya.

Di sela puncak acara HLUN itu, PWRI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT KAI. Selama tiga tahun ke depan pensiunan negeri sipil di atas usia 50 tahun mendapat potongan tarif 20 persen dari tarif umum perjalanan kereta api nonlokal. [R-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»