SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 18 September 2014
Pencarian Arsip

11.695 Sekolah Daftar SNMPTN 2013
Jumat, 1 Februari 2013 | 13:09

Ujian SNMPTN [google] Ujian SNMPTN [google]

[JAKARTA] Sebanyak 11.695 sekolah sudah  mendaftarkan diri sebagai peserta dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Jumlah sekolah yang mendaftar SNMPTN 2013 masih tergolong minim jika dibandingkan total sekolah seluruh provinsi di Indonesia yang mencapai 27.630.

Ketua Umum Panitia Pusat SNMPTN 2013 sekaligus Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka mengatakan pendaftaran SNMPTN oleh sekolah masih dibuka sampai 8 Februari 2013 sehingga masih ada kesempatan bagi sekolah yang belum mendaftar.   "Memang ada sekolah yang terkendala di Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Ada juga kendala di daerah, kalau di Jakarta semua orang baca koran, kepala sekolah juga terakses internet tapi tidak semua wilayah seperti Jakarta, Bandung," kata Akhmaloka dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (1/2) pagi.

Pola pendaftaran SNMPTN 2013 berbeda dengan SNMPTN tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, SNMPTN digelar dalam dua jalur yaitu tulis dan undangan, namun SNMPTN 2013 sepenuhnya memakai jalur undangan. Pengisian data SNMPTN 2013 dilakukan dalam dua tahap yaitu pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh kepala sekolah dan pendaftaran SNMPTN 2013 oleh siswa.

Dalam data pengisian PDSS per tanggal 31 Januari 2013, pendaftaran SNMPTN 2013 oleh sekolah di beberapa provinsi masih sangat sedikit. Misalnya di Provinsi Maluku, dari total 308 sekolah baru 41 sekolah yang mendaftar atau di Provinsi Maluku Utara dari total 278 sekolah baru 25 sekolah yang mendaftar.   Di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari total 764 sekolah, baru 222 sekolah yang mendaftar dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dari total 488 sekolah namun baru 66 sekolah yang mendaftar. Senada dengan itu, di Provinsi Sulawesi Selatan dari total 1.076 sekolah namun baru 434 saekolah yang mendaftar.

"Batas pendaftaran sekolah ke sistem PDSS sampai tanggal 8 Februari 2013, sedangkan pelaksanaan pendaftaran SNMPTN 2013 oleh siswa mulai 1 Februari - 8 Maret 2013," kata Akhmaloka.

Menurut Akhmaloka, panitia juga melakukan strategi "jemput bola" untuk mensosialisasikan SNMPTN 2013. Dia mengerahkan sebanyak 61 PTN di seluruh daerah untuk membentuk tim yang bertugas datang ke sekolah-sekolah di beberapa daerah seperti Aceh, Maluku dan Papua. Namun, dia mengakui kesulitan utama terletak pada sosialisasi dan akses internet di sejumlah daerah terpencil.

"Kalau mereka kesulitan internet kami akan fasilitasi. Panitia akan bawa komputer yang bisa diakses saat itu untuk mengisi PDSS. Atau bisa pula kepala dinas berinisiatif mengumpulkan semua kepala sekolah di satu tempat untuk mengisi PDSS," ujar Akhmaloka.

Akhmaloka merasa optimistis angka pendaftar SNMPTN 2013 lebih besar dari tahun lalu. Hal itu karena SNMPTN 2013 tidak memberlakukan sistem pembatasan lewat akreditasi sekolah. Pada SNMPTN 2012, pendaftaran dibatasi dari akreditasi sekolah, yaitu sekolah terakreditasi A kuotanya sebesar 50 persen, sekolah terakreditasi B kuotanya 30 persen, sekolah terakreditasi C kuotanya 15 persen, dan sekolah tidak terakreditasi kuotanya 5 persen. Namun, dalam SNMPTN tahun ini, tidak ada kuota sehingga semua siswa dari semua sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

Akhmaloka menjelaskan SNMPTN 2013 mengandalkan seleksi lewat rekam jejak prestasi akademik, yakni nilai rapor dan prestasi sekolah atau alumni. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, pertama, melihat peringkat dan nilai dalam rapor. Kedua, melihat rekam jejak alumni dari sekolah siswa yang bersangkutan.

"Kalau ada alumni sekolah itu yang masuk PTN kami akan lihat bagaimana indeks prestasinya. Jadi siswa akan kita ranking berdasarkan prestasi akademiknya dan prestasi alumninya," kata Akhmaloka.

Menurutnya, siswa yang tidak lulus SNMPTN masih punya kesempatan untuk mendaftar dalam Seleksi Bersama Nasional Perguruan Tinggi Negeri (SBNPTN). Seluruh PTN mengalokasikan maksimal 40 persen kursi untuk SBNPTN yang digelar setelah SNMPTN. Metode seleksi SBNPTN adalah lewat ujian tulis. Siswa dari paket C juga memiliki kesempatan masuk PTN lewat SBNPTN.

"Tapi kalau siswa sudah lulus SNMPTN, dia tidak boleh lagi ikut SBNPTN. Boleh ikut asal kelulusannya di SNMPTN didrop," tandas Akhmaloka.

Sementara itu, Sekretaris Umum Panitia Pusat SNMPTN 2013 dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab berjanji menjaga kredibilitas seleksi dalam SNMPTN 2013. Dia mengatakan pendaftaran SNMPTN 2013 gratis karena ditanggung pemerintah.

"Setiap sekolah yang ikut harus punya NPSN, kalau ada yang tidak punya berarti kesalahan dinas pendidikan," kata Rochmat. [C-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»