11-11-11, Wapres Boediono Membayar Kekecewaan ke Wartawan
Jumat, 11 November 2011 | 15:59
Wapres Boediono (tengah) didampingi Dewi Fortuna Anwar (kiri) dan Bambang Darmono [SP/Debora Manja] [JAKARTA] Ada yang sedikit berbeda hari
ini di Kantor Wakil Presiden (Wapres). Bertepatan dengan momen 11-11-11 (11
November 2011), Wapres Boediono berkesempatan memberi keterangan kepada pers.
Hal tersebut cukup menarik perhatian wartawan yang biasa ngepos, karena
cukup langka kesempatan untuk bisa mendengarkan keterangan secara langsung dari
Wapres. Biasanya, pernyataan yang dapat dikutip adalah saat Wapres memberikan
pidato.
Hal itupun diakui oleh Wapres Boediono.
Wapres ingin membayar sebagian dari kekecewaan, karena sekitar setahun yang
lalu sempat menyatakan ingin berhenti puasa bicara, serta ingin lebih banyak
menyampaikan keterangan sendiri. Tapi, kesempatan itu sangat jarang terwujud.
Namun, beberapa hari lalu, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan bahwa masing-masing Menteri Koordinator
(Menko), Wapres, dan Presiden sendiri akan meningkatkan komunikasi dengan
publik melalui media massa. Itu akan dilakukan secara bergiliran, dan Wapres
Boediono mendapat giliran pada hari Jumat.
“Tampaknya, memang saya ingin ke depan,
dari waktu ke waktu akan bertatap muka dengan saudara-saudara sekalian. Tentu,
dengan topik atau masalah-masalah yang penting, serta tidak harus dijadwal secara
ketat. Tapi memang keinginan saya untuk nanti bertatap muka dengan
saudara-saudara sekalian dari waktu ke waktu,” tutur Wapres di Kantor Wapres,
Jakarta, Jumat (11/11).
Ditambahkan Wapres Boediono, biasanya yang
dapat dikutip wartawan adalah dari pidato yang disampaikan Wapres. “Supaya
lebih kelihatan body languange saya, muka saya, nanti dari waktu ke waktu saya
akan minta Mas Yopie (Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat, red) untuk
mengorganisir,” ucapnya.
Pada kesempatan jumpa pers kali ini,
Wapres Boediono didampingi Deputi Seswapres Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar
dan Ketua Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Bambang
Darmono memberikan penjelasan mengenai Papua. Hal yang ingin dilakukan adalah
menyempurnakan upaya untuk percepatan peningkatan kesejahteraan di Papua dan
Papua Barat.
Sebelumnya telah ada upaya berupa
pemberian Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua. Hal yang ingin dilakukan ke depan,
disampaikan Wapres Boediono, arahnya juga sama yakni menggunakan pendekatan
kesejahteraan. Tujuannya, mendorong masyarakat Papua supaya bisa mengejar
ketertinggalan.
Hal yang dilakukan, sambung Wapres
Boediono, adalah evaluasi. Salah satu yang ingin diperkuat terkait masalah
koordinasi. Diharapkan agar ke depan akan terjadi koordinasi yang kuat, baik di
tingkat perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring.
Wapres Boediono
menyampaikan bahwa UP4B mempunyai tugas mensinkronkan semua hal yang ada di
lapangan, bukan hanya di atas kertas. Digarisbawahi juga, yang dilakukan
didasari niat yang tulus dari pemerintah. Wapres Boediono juga berharap agar
UP4B dapat segera bekerja. [D-12]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Pasti-Kerta Menang Tipis Pilgub Bali
Pilgub NTT: Esthon-Paul Unggul Sementara
Terlibat Politik Uang, Istri Gubernur NTT Terancam Pidana
Obama Setujui Peraturan Pesawat Nirawak
KPK Dalami Aliran Dana ke Anis Matta
Pimpinan KPK Sindir Sikap Kader PKS
Fathanah Mulai Sebut Nama Presiden PKS Anis Matta
Penghitungan KPU NTT, Frenly Masih Memimpin
Kapolda NTT: Tugas Polisi Pengamanan Bukan Hitung Suara!
Uskup Agung Semarang Keberatan Fotonya Digunakan Kampanye Pasangan Hadi-Don
