SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

100 Tahun Menanti, Badak Way Kambas Lampung Melahirkan Bayi Jantan
Minggu, 24 Juni 2012 | 12:37

Badak Sumatra. [google] Badak Sumatra. [google]

[BANDAR LAMPUNG]  Setelah ditunggu  selama 100 tahun lebih oleh masyarakat pemerhati dan pencinta badak, akhirnya badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) melahirkan seekor anak berjenis kelamin laki-laki di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Sabtu (23/6) sekitar pukul 00.45.

Proses persalinan hewan langka bercula  itu diawasi ekstraketat oleh sejumlah pengelola Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang dipimpin Dedi Candra. "Tanda-tanda melahirkan itu sendiri telah muncul sejak sehari sebelumnya. Alhamdulillah, akhirnya Ratu, nama badak itu, melahirkan dengan selamat,”  ujar Kepala Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Awen Supranata didampinggi Kabag Humas Sukatmoko pada SP Minggu (24/6).

Lebih lanjut dikatakan Awen, saat kedua hewan itu masih dalam pengawasan ketat tim atau pengelola SRS yang dipimpin dokter Dedi Candra sembahari mengatakan usia kehamilan badak itu antara 15 - 16 bulan.

Bahkan didapat informasi bahwa Menteri Kehutanan akan meninjau langsung ke tempat penangkaran Ratu saat ini dirawat. Dan atas kelahiran seekor badak yang telah ditunggu lebih dari seratus tahun itu, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono direncanakan datang ke TNWK.

Direktur SRS Dedi Candra, saat dihubungi belum lama ini, mengatakan Ratu hamil karena dibuahi secara alami oleh Andalas, badak jantan yang didatangkan dari Kebun Binatang Cincinetti Zoo, Amerika, awal Februari 2007.

Andalas yang lahir pertengahan September 2001 adalah hasil perkawinan antara badak betina bernama Emi dan badak jantan bernama Ipuh. Saat ini, badak sumatera yang menghuni kawasan SRS seluas 100 ha itu ada empat ekor, yakni tiga betina (Ratu, Bina, dan Rosa) dan badak jantan Andalas. Sedangkan Torgamba, badak jantan yang pertama kali menghuni kawasan SRS Januari 1998, mati akibat gagal ginjal 2004. "Sebenarnya, sejak 2010 Ratu sudah dua kali hamil, tapi gagal," kata Dedi Candra belum lama ini.

Menurut Dedi Candra, Ratu adalah badak kedua setelah badak betina bernama Emi yang melahirkan secara alami di Kebun Binatang Cincinnati Zoo Amerika.

Menurut siklus kelahiran Badak Sumatera di dunia, sepanjang 112 tahun lebih, baru dua kali seekor badak betina yang dibuahi maupun melahirkan secara alami di tempat penangkaran.

"Ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa. Betapa tidak, sepanjang 112 tahun lebih, baru dua kali badak sumatera yang dibuahi dan melahirkan secara alami dengan selamat," kata Dedi, yang mengelola SRS sejak 1998 itu.

Di dunia, badak sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 ekor, sedangkan yang ada di luar habitat alaminya hanya 10 ekor (empat di SRS TNWK, tiga di Sabah Malaysia, dan tiga ekor di Amerika Serikat). [NVS/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN