100 Tahun Menanti, Badak Way Kambas Lampung Melahirkan Bayi Jantan
Minggu, 24 Juni 2012 | 12:37
Badak Sumatra. [google] [BANDAR LAMPUNG] Setelah ditunggu selama 100 tahun lebih
oleh masyarakat pemerhati dan pencinta badak, akhirnya badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) melahirkan
seekor anak berjenis kelamin laki-laki di Taman Nasional Way Kambas, Lampung
Timur, Sabtu (23/6) sekitar pukul 00.45.
Proses persalinan hewan langka bercula itu diawasi ekstraketat oleh
sejumlah pengelola Suaka Rhino Sumatera (SRS) yang dipimpin Dedi Candra.
"Tanda-tanda melahirkan itu sendiri telah
muncul sejak sehari sebelumnya. Alhamdulillah, akhirnya Ratu, nama badak itu,
melahirkan dengan selamat,” ujar Kepala
Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Awen Supranata didampinggi Kabag Humas
Sukatmoko pada SP Minggu (24/6).
Lebih lanjut dikatakan Awen, saat kedua hewan itu masih dalam pengawasan ketat
tim atau pengelola SRS yang dipimpin dokter Dedi Candra sembahari mengatakan
usia kehamilan badak itu antara 15 - 16 bulan.
Bahkan didapat informasi bahwa Menteri Kehutanan akan meninjau langsung ke
tempat penangkaran Ratu saat ini dirawat. Dan atas kelahiran seekor badak yang
telah ditunggu lebih dari seratus tahun itu, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono
direncanakan datang ke TNWK.
Direktur SRS Dedi Candra, saat dihubungi belum lama ini, mengatakan Ratu hamil
karena dibuahi secara alami oleh Andalas, badak jantan yang didatangkan dari Kebun
Binatang Cincinetti Zoo, Amerika, awal Februari 2007.
Andalas yang lahir pertengahan September 2001 adalah hasil perkawinan antara
badak betina bernama Emi dan badak jantan bernama Ipuh. Saat ini, badak
sumatera yang menghuni kawasan SRS seluas 100 ha itu ada empat ekor, yakni tiga
betina (Ratu, Bina, dan Rosa) dan badak jantan Andalas.
Sedangkan Torgamba, badak jantan yang pertama kali
menghuni kawasan SRS Januari 1998, mati akibat gagal ginjal 2004.
"Sebenarnya, sejak 2010 Ratu sudah dua kali hamil, tapi gagal," kata
Dedi Candra belum lama ini.
Menurut Dedi Candra, Ratu adalah badak kedua setelah badak betina bernama Emi
yang melahirkan secara alami di Kebun Binatang Cincinnati Zoo Amerika.
Menurut siklus kelahiran Badak Sumatera di dunia, sepanjang 112 tahun lebih,
baru dua kali seekor badak betina yang dibuahi maupun melahirkan secara alami
di tempat penangkaran.
"Ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa. Betapa tidak, sepanjang
112 tahun lebih, baru dua kali badak sumatera yang dibuahi dan melahirkan
secara alami dengan selamat," kata Dedi, yang mengelola SRS sejak 1998
itu.
Di dunia, badak sumatera diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 ekor, sedangkan
yang ada di luar habitat alaminya hanya 10 ekor (empat di SRS TNWK, tiga di
Sabah Malaysia, dan tiga ekor di Amerika Serikat). [NVS/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Fathanah Perkenalkan Satu Lagi Istilah Korupsi
Fathanah Ajak Maharani Berhubungan Intim
Kayak Menteri Saja, Luthfi Hasan Janjikan Penambahan Kuota Impor Sapi
Dilaporkan Ke KPK, Bibit Waluyo Tanggapi Santai
Ahmad Fathanah Akui Curi Dokumen KPK
Luthfi: Swasembada Itu Ancam Ketahanan Daging
Gadis ABG Diperkosa Pamannya Sendiri
Tokoh Muda NU Galang Petisi Tolak Award Terhadap SBY
