Trend Show IPMI 2013, 197 Model Ikuti Audisi
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 10:14
Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) menggelar audisi model sebagai bagian dari Trend Show ke-28 IPMI Oktober mendatang, di Celebrity Fitness VIP, fX, Jakarta Selatan [Sotyati] [JAKARTA] Ikatan Perancang Mode
Indonesia (IPMI) menggelar acara Sesi Audisi yang diikuti 197 model, 5 Agustus
lalu. Bertempat di Celebrity Fitness VIP FX Jakarta, acara itu diikuti model
nasional dan internasional, yang tercatat berwarganegara Brasil, Ukraina,
Republik Cheska, dan Rusia, dari berbagai agensi dan umum.
Audisi bagi model itu digelar
sebagai rangkaian pergelaran mode trendsetter tahunan terakbar di
Indonesia, Trend Show, yang ke-28, yang dilangsungkan pada 9-10 Oktober
mendatang. “Semua model, senior ataupun junior, harus mngikuti audisi ini jika
ingin tampil di Trend Show mendatang,” kata show director sekaligus
koreografer Wawan Soeharto, salah satu juri dalam audisi tersebut.
Sesi audisi menampilkan dewan
juri berkompeten, yakni para desainer Ari Seputra (Ketua IPMI), Priyo Oktaviano
(Ketua Panitia Trend Show IPMI), Barli Asmara, Tri Handoko, Era Soekamto,
selain Wawan Soeharto. Mereka bertugas menyeleksi bibit-bibit model catwalk
berkarakter dan unik. Untuk tahun ini, para juri memilih 120 model yang
nantinya berpartisipasi dalam event Trend Show IPMI 2013. Jumlah itu
meningkat dari tahun sebelumnya, tercatat 96 model yang diseleksi untuk
mengikuti pergelaran Trend Show 2012.
IPMI mulai menerapkan proses
audisi demi menjaring model catwalk berkarakter dan matang itu sejak
2011. Bagi model sendiri, sesi itu menjadi wadah untuk menjajal kemampuan
beraksi di panggung peragaan busana.
“Sejak tahun lalu IPMI memberikan peluang kepada model untuk berkompetisi.
Melalui sesi audisi ini, kami pun ingin memberikan penyegaran dalam pemilihan
model catwalk yang akan tampil di ajang Trend Show IPMI. Kami
menginginkan event itu nantinya tidak hanya didominasi model senior
semata, namun juga dimeriahkan model-model baru yang berkarakter. Audisi ini
pun menjadi wadah penggemblengan bagi para model agar dapat menghargai seluruh
tim yang bekerja keras dalam sebuah pergelaran mode. Ini pun sebagai wadah
untuk mencari model-model yang berkualitas,” kata Era Soekamto, yang juga
menangani bidang kehumasan dalam IPMI.
Trend Show IPMI 2013, menurut
desainer Barli Asmara, akan menampilkan komposisi model senior dan junior
seimbang. “Komposisinya 50:50. Itu tentunya akan lebih memacu semangat
kompetisi antarmodel untuk menampilkan karakter model yang kuat dan unik yang
layak ditonjolkan,” ujarnya.
Komposisi sama besar itu,
seperti dikemukakan Era, memungkinkan IPMI
menjaring bibit-bibit model baru di dunia mode Tanah Air. Era
mencontohkan melalui audisi seperti itu IPMI punya andil mendapatkan model
Darrel, yang memiliki nilai jual. Sejak Trend Show IPMI tahun lalu, karier
Darrel pun terbuka lebar.
Meskipun sesi audisi terbuka bagi model internasional, IPMI masih
memprioritaskan model Indonesia, untuk memberikan kesempatan kepada model
Indonesia unjuk gigi. Model-model
Indonesia memiliki keunikan tersendiri dan tak kalah kemampuannya dengan model
internasional.
“Komposisi model
internasional 10 persen dari total 120 model. Sementara untuk model pria,
dibutuhkan sekitar 20 persen dari total model yang dipilih, namun bergantung
kebutuhan desainernya,” kata Era.
Selain wajah unik dan
berkarakter, dewan juri juga mensyaratkan tinggi badan 175 cm dan berat badan
45-48 kilogram untuk wanita, serta untuk pria 182 cm berat badan 65-75
kilogram. IPMI juga memprioritaskan KITAS yang masih berlaku bagi model
internasional.
Tahun ini, Trend Show IPMI
mengusung tema “Energie”, yang mengaplikasikan semangat perancang mode
menyambut perubahan mode pada 2013. [ATI/D-10]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Film 'Man of Steel' Cetak Rekor Box Office Juni
Ully Artha, Pecinta Peran Antagonis Itu Telah Tiada
Penghargaan FFB jadi Penyuntik Semangat Acha
Upaya Cerdik Lestarikan Budaya Nusantara
Segera Proses Badan Perfilman Indonesia
Spider-Man Kembali ke Layar Lebar di 2016 dan 2018
