SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Suara Lain Yang Terbaik
Minggu, 3 Juni 2012 | 11:58

Ariel Peterpan Ariel Peterpan

Ratusan bahkan mungkin ribuan penggemar Peterpan sudah menunggu kebebasan Ariel dari balik jeruji. Tidak hanya penggemar, empat teman terdekat Ariel yakni Uki, Lukman, Reza, dan David pun tak sabar menunggu momen sang sahabat menghirup udara kebebasan. Untuk mengisi masa-masa penantian, sebuah album pun tercipta. Album penantian itu bertajuk Suara Lainnya.

Suara Lainnya hadir untuk mengobati kerinduan penggemar pada karya Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David. Tetapi bukan hanya penggemar saja yang rindu pada mereka. Ternyata lima pemuda yang kini tengah vakum sementara pun rindu menyapa para penggemar di Tanah Air. Karena itulah album intrumental dalam kemasan kolosal, elegan, dan megah dipersembahkan untuk para sahabat Peterpan.

Album instrumental pertama milik Ariel dan kawan-kawan ini berisi 10 lagu terbaik Peterpan. Pemilihan 10 lagu terbaik berasal dari kesepakatan Ariel, Uki, Reza, David, dan Lukman. Lagu-lagu terbaik diambil dari album Kisah 2002 Malam (2002), Taman Langit (2003), Bintang di Surga (2004), Ost Alexandria (2005), Hari yang Cerah (2007), dan kompilasi Sebuah Nama Sebuah Cerita (2008).

Meskipun berisi lagu-lagu lama milik Peterpan, bukan berarti album ini tidak menjual. Justru kehadiran album unik tanpa adanya suara sang vokalis Ariel menjadi daya pikat sekaligus misteri tersendiri. Sepuluh lagu terbaik Peterpan diubah drastis oleh David, Lukman, Uki, dan Reza. Lewat tangan empat musisi inilah lagu hits Peterpan terdengar lebih klasik dan mewah.

Sepuluh lagu di album Suara Lainnya hadir dengan konsep grande atau mewah lengkap dengan iringan Saunine Orkestra. Lagu Peterpan yang dasarnya bergenre pop rock diubah menjadi pop jazz klasik. Selain menambahkan unsur klasik lewat iringan pemain orkestra, di album Suara Lainnya turut hadir kelompok musik tradisional Sunda Karinding Attack. Kolaborasi musik tradisional dan klasik bisa dinikmati dalam dua lagu berjudul Sahabat dan Dibelakangku.

Album yang resmi dirilis pada Mei 2012 dengan harga jual Rp 50.000 (format CD) dan Rp 100.000 (edisi premium CD dan VCD) menghadirkan alunan intrumental lagu berjudul Di Atas Normal, Cobalah Mengerti, Kota Mati, Sahabat, Walau Habis Terang, Dibelakangku, Melawan Dunia, Langit Tak Mendengar, Taman Langit, Bintang Di Suraga, dan Dara.

Sebagai pembuka lagu Di Atas Normal hadir megah lengkap dengan sentuhan manis piano tangan David. Lantunan indah piano disambut dengan petikan gitar Uki dan gebukan ritmis dari Reza. Pada lagu Cobalah Mengerti, Uki dan kawan-kawan memberanikan diri mengajak vokalis Geisha. Momo diminta menyanyikan lagu yang aslinya bernuansa pop rock menjadi sangat slow. Tafsir vokal Momo Geisha di lagu ini mengubah drastis warna aslinya. Kehangatan vokal Momo melebur dalam kekuatan makna lirik cinta Cobalah Mengerti.
Untuk sentuhan jazz bisa dinikmati pada lagu Walau Habis Terang. Di sini unsur smoth jazz hadir dengan balutan elemen nada akustik. Saat mendengar lagu ini seolah kita dibawa dalam petualangan jazz nan ringan yang menghayutkan.

Usai menikmati sentuhan jazz hadir pula instrumen suling padang dan saluang musik Gregorian dan Celtic pada lagu Dibelakangku. Kolaborasi cerdas dan unik musik tradisional dan folk pop rock mengubah total warna asli Dibelakangku yang ngerock.

Tidak hanya Momo Geisha, di album Suara Lainnya juga hadir tangan dingin penggesek biola Idris Sardi. Sayatan biola mautnya hadir di sepanjang lagu dengan imbuhan lembut piano David. Bisa dibilang lagu ini sebagai pembius di kala tengah menahan rindu pada sosok Nazriel Ilham.

Dari antara 10 lagu terdapat satu lagu tambahan yang tak lain menjadi single baru Ariel. Single berjudul Dara tercipta saat sang vokalis masih berada di balik jeruji. Ide murni lagu Dara berasal dari Ariel yang gelisah ingin berkarya. Lagu dengan lirik jujur ini sebelumnya berjudul Maya. Namun saat masuk dalam album Suara Lainnya, Ariel dan teman-teman sepakat mengubah Maya menjadi Dara.

Sementara untuk judul album, Uki dan kawan-kawan sepakat memakai nama Suara Lainnya. Judul tersebut mengandung arti bahwa lima pemuda yang dulunya tergabung dalam Petepan masih bisa berkarya meskipun dipisahkan oleh ruang dan waktu. Bila biasanya untuk menciptakan dan membuahkan karya personel band harus bersatu. Namun khusus untuk Ariel, Uki, Lukman, Reza, dan David bersatu hanya cukup dalam jiwa dan semangat saja. Kehadiran album Suara Lainnya sekaligus membuktikan bahwa lima musisi yang pernah bergabung dalam Peterpan belum mati karya.

" Album ini seperti pemanasan untuk kami sambil menunggu kepulangan Ariel ke tengah-tengah sahabatnya. Meskipun saat proses penggarapan Ariel tidak ada. Semangat dan ide-ide kreatifnya tetap menyertai kamu," lontar Uki saat jumpa pers konser Tanpa Nama sekaligus peluncuran album Suara Lainnya, di Epicentrum, Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu. [Elvira Anna Siahaan]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN