SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip

Film Eat Pray Love

Perjalanan Mencari Jawab
K-11 | Senin, 11 Oktober 2010 | 10:17

Adegan dalam film Eat, Pray, Love-istimewa Adegan dalam film Eat, Pray, Love-istimewa

Di Indonesia, heboh film ini sudah mulai sejak tahun lalu, saat seluruh kru dan pemainnya melakukan syuting di Bali. Inilah film yang disebut-sebut ikut mempromosikan Indonesia di kancah internasional, Eat Pray Love. Eat Pray Love memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya Bali. Ada kebanggaan ketika Bali dijadikan lokasi syuting dan tema cerita sebuah produksi Hollywood. Tak tanggung-tanggung, artis sekaliber Julia Roberts dan Javier Bardem datang ke sini.

Buku Eat Pray Love menjadi salah satu buku best seller di Amerika Serikat. Buku ini mencatat perjalanan Elizabeth Gilbert mencari jawaban dari pertanyaan hidupnya. Usai bercerai dengan suaminya Elizabeth melakukan perjalanan ke Italia, India, dan Indonesia. Di Italia Liz mencari jawaban atas hal-hal yang berkaitan dengan kesenangan hidup, seperti makanan dan mode. Di India dia mencari jawaban atas Tuhan, dan kaitannya terhadap takdir. Di Bali, ia sebenarnya ingin menemui Ketut Liyer, seorang dukun yang pernah meramal bahwa dia akan datang lagi ke Bali.

Namun di Bali, ia justru menemukan kebahagian yang paling diimpikan, cinta sejati. Aktris peraih Oscar, Julia Roberts dipercaya memerankan sosok Elizabeth Gilbert, sementara aktor asal Spanyol, Javier Bardem berperan menjadi pasangannya. Eat Pray Love memiliki kekuatan tema yang dalam. Elizabeth menceritakan perjalanannya ke negara-negara itu sebagai sebuah perjalanan jiwa. Ia tak hanya mengandalkan logika untuk menemukan jawaban, tapi juga memadukan rasa hatinya yang terdalam. Inilah yang jadi tanggung jawab Ryan Murphy, sebagai penulis skenario dan sutradara. Ia harus merangkum sekitar tiga ratus halaman novel ke dalam film berdurasi 133 menit.

Tak heran jika tak semua catatan perjalanan Elizabeth ditampilkan ke atas layar. Bahkan, bagi mereka yang belum membaca kisah novelnya, mungkin akan kesulitan memahami pencapaian-pencapaian Liz di tempat-tempat yang ia kunjungi. Tapi bukan berarti kisah Eat Pray Love di layar lebar akan sulit diikuti. Ryan Murphy berhasil membuat cerita novel jadi sederhana, tanpa harus menghilangkan kekuatan tema. Dialog-dialog yang tajam dan menyentuh perasaan terdalam, tetap dihadirkan. Lihat saja ketika Liz berdoa di dalam kamar mandi, saat ia memutuskan untuk bercerai dan memulai perjalanannya. Ia terlihat begitu putus asa dengan hidupnya. Atau ketika Liz belajar yoga di India. Ia kesulitan mengosongkan pikirannya. Semua hal-hal yang dianggap sebagai jiwa dari Eat Pray Love dihadirkan ciamik oleh Ryan Murphy.

Tapi, ada hal yang tak bisa luput dari perhatian penonton Indonesia, yakni Bali dan bagaimana Ryan Murphy mengangkat Pulau Dewata itu ke dalam filmnya. Ryan sukses menghadirkan Bali secara utuh dalam film ini. Baik keindahan alam, maupun kehidupan sosialnya. Karakter seperti Ketut Liyer (Hadi Subiyanto), Wayan (Christine Hakim), dan Nyomo (I Gusti Ayu Puspawati) adalah karakter-karakter yang bisa mewakili masyarakat Bali. Ramalan, jamu, dan trauma bom, menjadi pendukung realita sosial yang diangkat Ryan Murphy. Termasuk juga bahasa Inggris ala Bali yang diucapkan oleh Ketut Liyer. “You have to smile with your mouth, with your mind, and with your liver (heart-red),” ujar Ketut menasehati Liz yang merasa hidupnya berantakan.   

Hal lain, yang tak bisa dilewatkan oleh penonton Indonesia adalah melihat adu akting antara pemain Indonesia dan Hollywood. Chistine Hakim, Hadi Subiyanto, dan I Gusti Ayu Puspawati, menjadi pemain yang memiliki kesempatan beradu akting dengan Julia Roberts. Seperti apa mereka bermain? Tentu saja jawabannya dengan melihat langsung. Tampilan Bali yang eksotis dalam film ini memang menjadi promosi gratis dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tapi bukan itu saja yang menjadikan Eat Pray Love ini patut untuk disaksikan. Kekuatan tema dan kehadiran bintang-bintang ternama seperti Julia Roberts, Javier Bardem, Billy Crudup dan Richard Jenkins, menjadi daya tarik sendiri.[K-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»

AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN