Iis Dahlia jadi Duta TKI
Senin, 30 Juli 2012 | 14:30
Iis Dahlia [google] [JAKARTA] Lama tak terdengar kabarnya, Iis Dahlia tiba-tiba
hadir mendampingi Menakertrans Muhaimin Iskandar saat melakukan sidak di Balai
Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) Condet, Jakarta Timur, Minggu (29/7).
Rupanya, Iis mendampingi Muhaimin dalam kapasitasnya sebagai Duta TKI.
Menurut Muhaimin, proses terpilihnya Iis sebagai Duta TKI
bukan tanpa sebab. Menurutnya, pelantun Bunga Seroja itu tahu sekali
bagaimana TKI dikirim ke luar negeri tanpa adanya persiapan.
“Saya pernah mengundang Mbak Iis nyanyi di Cianjur. Tapi
begitu saya dengar ia pidato, ternyata dia tahu betul bagaimana nasib TKI. Jadi
saya pikir dia memang pantas untuk mewakili dan menjadi duta,” tutur Muhaimin.
Hal tersebut diiyakan oleh Iis. Awalnya, ia hanya diminta
menyanyi saat Muhaimin melakukan kunjungan kerja ke calon TKI. Karena tetangga
Iis banyak yang menjadi TKI, ia pun sempat berbagi sedikit soal suka duka para
tetangganya tersebut. Dari situlah ia terpilih jadi Duta TKI.
Perempuan kelahiran 29 Mei 1972 ini mengaku senang kala
diminta untuk mengemban tugas sebagai Duta TKI.
Pasalnya, di kampungnya,
Indramayu Jawa Barat, banyak sekali wanita dan pria yang menjadi TKI. Dari
merekalah Iis banyak mendengar permasalahan yang kerap dialami para TKI. Tak
sedikit di antara mereka yang hanya menjadi korban, namun tiba-tiba dituduh
sebagai pelaku. Iis pun miris mendengarnya.
“Ada yang pernah cerita tentang anak majikannya yang nakal.
Karena digoda tapi nggak mau, dia jadi difitnah, dituduh mengambil
barang majikannya sampai nggak digaji berbulan-bulan. Kasus-kasus lain
banyak. Kalau saya pulang ke Indramayu, wah banyak sekali kasusnya.
Makanya saat saya ketemu Pak Muhaimin ini rasanya kok pas banget,”
jelasnya.
Selain itu Iis juga ingin agar para warga jangan hanya
tergiur dengan iming-iming gaji besar di luar negeri. Sehingga mereka rela
melakukan apa saja, termasuk menjual harta, demi menjemput impian. Tak heran
jika kemudian banyak berjatuhan korban-korban hasil penipuan para calo TKI.
“Di kampung itu banyak orang yang mau pergi tanpa kesiapan.
Dia jual semuanya dengan harapan bisa dapat hasil padahal banyak calo yang
menipu mereka. Jadi masyarakat Indonesia harus tahu kalau mau pergi ke luar
negeri harus lewat badan tersendiri dan harus pakai paspor,” kata Iis. [D-10]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
