SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Bentuk Masyarakat Kreatif Lewat Seni Tari
Kamis, 28 Juni 2012 | 7:57

Menparekraf Mari Pangestu dengan sejumlah penari pada ajang festival IDF 2012 [istimewa] Menparekraf Mari Pangestu dengan sejumlah penari pada ajang festival IDF 2012 [istimewa]

[JAKARTA] Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Mari Elka Pangestu menilai pertunjukan tari menjadi salah satu wadah ekspresi dan ruang kreatifitas. Ia berharap kedepan bisa lebih mendukung kemajuan seni tari di Indonesia. Hal itu disampaikan usai menyaksikan pementasan tari pada rangkaian puncak acara festival ‘The 11th Indonesian Dance Festival (IDF)  2012’  di Gedung Kesenian Jakarta, baru-baru ini. Mari menyaksikan pementasan salah satu karya seni tari bertajuk ‘Crack’ yang merupakan karya seni tari kontemporer hasil kolaborasi para artis tari dari Jerman, Belgia, dan Kamboja. Saat ini, sudah 12 negara yang ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan IDF. Ini merupakan suatu wadah bagi pelaku seni tari. Dengan mengangkat tema ‘Outreaching The Possibilities’,  perhelatan IDF 2012 kali ini ingin menegaskan kembali begitu luasnya kemungkinan yang dapat dijelajahi dan dikembangkan oleh seni tari. Dalam festival ini sejumlah karya para koreografer yang memiliki latar belakang sosio-kultural yang beragam ditampilkan dalam berbagai karya seni tari. “Pertunjukan ini mengandung nilai seni yang tinggi. Kita diajak untuk mengapresiasi setiap gerak penari dari yang bercahaya dan tidak, dari yang berlatar belakang musik dan tidak ada. Saat tidak ada musik, kita harus mengapresiasinya. Karya ini merupakan kolaborasi kerja cukup lama dengan pihak Kamboja untuk menghasilkan seni tari, dan memang gerakan negaranya terlihat,” ungkapnya. Ini merupakan contoh kolaborasi kontemporer dengan tradisional serta kolaborasi antara pihak Kambpoja dengan negara luar. Hal ini menunjukkan masyarakat bisa mengembangkan seni tari di Indonesia. Untuk itu pelaku seni tari di Indonesia juga telah melakukan kerjasama dengan pihak luar. Kolaborasi seperti ini tidak kenal bahasa dan dapat membuat negara Indonesia dan negara luar lebih kaya. Dinyatakan, dirinya menghargai konsistensi penyelenggaraan IDF.  Menurutnya, konsistensi tersebut telah menjadikan IDF sebagai ikon seni para insan kreatif dunia, yang menjadikan Indonesia sebagai peta penting dalam tari kontemporer dunia. Ia menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memiliki komitmen untuk mengembangkan seni pertunjukan. Sebagai satu dari lima belas sub sektor ekonomi kreatif, potensi seni pertunjukan dalam hal ini tari-tari tradisional untuk dapat berkembang ke level yang lebih tinggi adalah sangat besar. Tari-tari tradisional yang asli akan dihidupkan kembali dan akan dikemas untuk diberi nilai ekonomis tanpa menghilangkan maknanya untuk dapat dibawa hingga ke pasar global. Seni tari kontemporer juga perlu dikembangkan untuk mengikuti perkembangan yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan manusia. “Yang menjadi tantangan adalah mentransformasikan ragam pertunjukan tersebut dari yang sifatnya eksklusif dan terbatas menjadi sesuatu yang bisa dinikmati dan mendapat apresiasi yang lebih luas. Ini penting agar tari-tarian di daerah menjadi hidup dan berkembang menjadi suatu living tradition,” tambah Mari. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan IDF telah menumbuhkan kepercayaan dan daya tahan yang mengagumkan, baik dari para  seniman yang terlibat, penyelenggara yang profesional dan penonton yang setia. Konsistensi adalah dasar dari terbentuknya masyarakat kreatif. Ajang IDF, sebagai wadah eksperimen para seniman muda untuk mengenalkan karyanya, yang kemudian kita kenal mereka saat ini, sebagai seniman terpenting di negaranya masing-masing. “IDF telah memberikan ruang, menyediakan waktu, dan merangsang kemungkinan baru. Peristiwa menjadi laboratorium hidup, tidak saja bagi para senimannya tapi juga kesempatan bagi penyelenggaranya mengembangkan jaringannya, para pengamat dan jurnalis mengasah pemahaman serta penonton yang memperdalam selera estetikanya,” kata Mari seraya mengatakan, IDF merupakan perwujudan interaksi budaya yang mempunyai nilai sosial yang mengagumkan. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN