SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Batman, 'The Dark Knight Rises' Raih Rp 1,4 Triliun
Senin, 23 Juli 2012 | 10:23

Polisi menjaga pemutaran bioskop film terbaru Batman di Kota New York setelah insiden penembakan di Colorado [AP] Polisi menjaga pemutaran bioskop film terbaru Batman di Kota New York setelah insiden penembakan di Colorado [AP]

[LOS ANGELES] Sekuel film Batman terbaru, The Dark Knight Rises dikabarkan meraih sukses besar pada pemutaran pertamanya dengan meraup dana US$ 160 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun. Angka itu merupakan rekor terbaru untuk film dua dimensi yang pernah dirilis di AS meskipun pada pemutaran perdananya ditandai tragedi penembakan berdarah di sebuah bioskop di Colorado, AS, Jumat (20/7). 

 Walaupun belum ada rilis resmi dari pihak box office, namun sejumlah media massa di AS seperti The Hollywood Reporter, Los Angeles Times, dan New York Times pada Minggu (22/7) melaporkan, sekuel terakhir film Batman itu sudah meraih uang antara US$ 160 juta hingga US$ 162 juta.  

Angka itu melampaui rekor yang diraih film terdahulunya, The Dark Knight pada 2008 lalu yang meraih US$ 158,4 juta pada pemutaran perdananya. Selain itu, The Dark Knight Rises tercatat sebagai film yang meraih pendapatan ketiga terbesar dalam pemutaran perdana di AS setelah film 3-D The Avengers dengan US$ 207,4 juta dan Harry Potter and the Deathly Hallows-Part 2 dengan US$169,2 juta.  

The Hollywood Reporter
juga melaporkan, sumber di Box Office menyebutkan, The Dark Knight Rises meraih US$ 70 juta dari sembilan negara di antara 17 negara yang sudah memutar film itu seperti Inggris, Australia, Korea Selatan, dan Spanyol.  
Sementara itu, posisi film Batman ternyata tidak terlalu mencuat di box office setelah adanya tragedi penembakan di Colorado. “Tragedi ini tidak terlalu berdampak bagi posisi di box office. Film ini tetap berada di urutan ketiga di box office pada pemutaran perdananya, dan ini memang termasuk fenomenal,” kata Paul Dergarabedian, analis film box office dari Hollywood.com.  

Sementara itu, Asosiasi Nasional Pemilik Gedung Bioskop (NATO), kelompok industri perdagangan yang mewakili pengusaha bioskop di AS menyatakan, para anggotanya akan meninjau ulang prosedur keamanan bioskop segera setelah peristiwa penembakan berdarah di sebuah gedung bioskop di pinggiran kota Denver. 

 “Atas nama seluruh anggota dan staf dari Asosiasi Nasional Pemilik Gedung Bioskop, kami turut bela sungkawa pada korban dan keluarga korban aksi keji itu. Kami berterima kasih atas reaksi efektif dan cepat dari pihak kepolisian dan personil darurat,” menurut pernyataan resmi asosiasi itu seperti dikutip Reuters.  

Menurut NATO, keselamatan para tamu (penonton bioskop), akan terus menjadi prioritas para pemilik bioskop. Anggota NATO akan bekerja sama dengan badan penegak hukum setempat meninjau ulang prosedur keamanan.  

Seorang pria berusia 24 tahun yang mengenakan masker penutup muka dan rompi anti peluru pada Jumat (20/7) telah melepaskan tembakan membabi buta di sebuah gedung bioskop yang tengah menayangkan tayangan perdana film Batman The Dark Knight Rises. Pelaku terlebih dahulu melemparkan bom asap/gas ke dalam ruang bioskop sebelum menembaki para penonton. Dua belas pencinta film dilaporkan tewas dalam aksi itu. [AP/Y-4]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN