Wisata Minat Khusus Menjadi Tren
Jumat, 22 Juni 2012 | 10:59
Wisata kapal pesiar [antaranews]
[JAKARTA]
Pariwisata Indonesia kini menghadapi tren perubahan paradigma, dari wisata
massal menjadi wisata minat khusus.
Direktur
Pengembangan Wisata Minat Khusus dan Mice Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif (Kemenparekraf) Achyaruddin mengatakan tidak perlu lagi yang dikejar
kuantitas, tetapi yang kita kejar kualitas. Walaupun hanya wisman (wisatawan
mancanegara) 8 juta, tetapi kualitasnya yang dihitung.
“Kualitas
dapat diukur dari expenditure atau lenght of stay. Penilaian expenditure
dihitung dari jumlah uang yang dikeluarkan wisman saat berwisata. Sementara lenght
of stay diukur dari lamanya wisatawan menginap di suatu destinasi wisata. Niche
market (pasar ceruk) ini bisa menjadi kekuatan pariwisata Indonesia,” kata
Achyaruddin baru-baru ini.
Sebab,
Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya
dan kuliner yang sangat beragam. Hanya saja, ungkapnya, pengembangan wisata minat
khusus tersebut harus fokus.
Sementara,
Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah menyebutkan
fokus pengembangan diperlukan mengingat Indonesia memiliki alam dan budaya yang
sangat beragam dan semuanya dapat dikembangkan sebagai wisata minat khusus.
“Seperti
wisata bahari, kami targetkan ke tiga hal, yacht, cruise, dan diving. Ada
target-targetnya, seperti yacht di 2015 kami targetkan kedatangan 15 ribu
yacht,” jelas dia.
Selain
wisata bahari, wisata minat khusus yang akan dikembangkan adalah wisata
kuliner. Menurut Firmansyah, perlu adanya standarisasi pada masakan-masakan
Indonesia, termasuk dimodifikasi sesuai lidah orang asing.
“Wisata
kesehatan, sudah mencoba dua pola perjalanan untuk wisata kesehatan. Sekarang
kawan-kawan kementerian kesehatan mengundang kita untuk perbaikan rumah sakit
dengan kaitan wisata kesehatan. Bisa combine dengan spa juga,” ungkap dia.
Kemenparekraf
tengah mengembangkan wisata minat khusus dengan tujuh tema yaitu wisata budaya
dan sejarah, wisata alam dan ekowisata, wisata olah raga rekreasi, wisata kapal
pesiar, wisata kuliner dan belanja, wisata kesehatan dan kebugaran, serta
wisata konvensi, insentif, pameran, dan even. [H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
