Perempuan Sekarang Lebih Berisiko Terserang Jantung
Rabu, 12 Oktober 2011 | 15:48
Ilustrasi [google] [JAKARTA] Perempuan pekerja modern diperkirakan lebih berisiko terkena
penyakit jantung (kardio vaskular) lebih cepat daripada perempuan zaman dahulu
yang tidak bekerja.
"Ada fenomena pergeseran usia, sekarang sebelum menopause sudah kena
kardio vaskular. Sekarang umur 40-an juga sudah mulai kena, pasien termuda saya
ada yang baru berumur 34 tahun," kata Dr Antonia Lukito,SpJO-FIHA dalam
Media Briefing Hasil studi terbaru CRUCIAL yang dilakukan terhadap para pasien
di Asia Pasifik, termasuk Indonesia di Jakarta, Rabu (12/10).
Penyebab pergeseran itu, disebut Antonia, adalah karena pola hidup modern yang
dilakukan oleh para perempuan pekerja itu seperti sering makan diluar (misal di
restoran cepat saji), merokok dan jarang olahraga telah membuat resiko kardio
vaskular meningkat dari sebelumnya.
"Hal itu terutama karena salah satu faktor resiko kardio vaskular ini
memang kolesterol," ujar Antonia.
Selain perempuan modern, penyakit jantung juga diduga mulai meningkat risikonya
sejak masih anak-anak dibawah usia 10 tahun meskipun di Indonesia belum ada
penelitian yang bisa mengkonfirmasikan hal tersebut.
"Mulai dari bayi sudah ada proses. Jika ada anak obesitas, resiko akan
lebih tinggi lagi. Anak gemuk memang lucu dilihat tapi ini tidak baik, bisa
terjadi percepatan proses aterosklerosis," ujar Prof Dr Lukman Hakim SpPD
KKV, salah satu tim dokter yang bergabung dalam penelitian CRUCIAL.
Beberapa dokter anak disebut Lukman telah menyatakan melihat adanya
kecenderungan proses penyakit jantung telah dimulai sejak masih anak-anak namun
belum ada penelitian yang menyatakan apakah kecenderungan itu bersifat global
atau hanya kasuistik saja.
Lima faktor resiko terbesar bagi penyakit kardio vaskular adalah total
kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, alkohol dan rokok.
Penyakit jantung masih merupakan pembunuh nomor satu yang menyebabkan lebih
dari 17 juta kematian di dunia per tahun, terlebih dengan pergeseran pola hidup
dimana manusia semakin banyak mengkonsumsi daging yang dituding sebagai
penyebab utama menumpuknya kolesterol.
"Tekanan darah dan kolesterol LDL yang tinggi adalah faktor penyebab dari
berbagai bentuk penyakit kardio vaskular. Kenaikan kolesterol LDL adalah
masalah yang terus meningkat di kebanyakan negara Asia," ujar Antonia.
Penyakit jantung itu juga menjadi salah satu hal yang berbahaya karena
diperkirakan hingga 90 persen muncul tanpa adanya gejala terlebih dahulu
sehingga sering disebut "the silent killer" (pembunuh tanpa suara).
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko kardio vaskular
dipaparkan Lukman adalah dengan melakukan olahraga teratur tiga kali seminggu
selama 30-60 menit per sesi, tidak menumpuk olahraga pada satu waktu tertentu
karena berbahaya dan menghindari menjadi perokok aktif maupun pasif serta
mengatur pola makan.
"Nikotin (dalam rokok) dapat menaikkan tekanan darah hingga 10 mmHg jika
diisap lebih dari satu jam. Merokok sepanjang hari membuat tekanan darah tetap
tinggi sepanjang hari," ujarnya.
Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui resiko terkena kardio
vaskular disebut Lukman adalah dengan mengukur lingkar pinggang.
"Pada orang Asia, pria berisiko jika lingkar pinggangnya lebih besar dari
90 sentimeter dan wanita lebih dari 80 sentimeter," ujarnya. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
