Orangtua Perokok Membuat Anak Berisiko Besar Menderita Gangguan Kesehatan Serius
Kamis, 24 Mei 2012 | 13:05
Ilustrasi hentikan merokok [google] [SYDNEY]
Anak yang terpajan asap rokok orang tua mereka menghadapi risiko lebih besar
untuk menderita gangguan kesehatan serius pembuluh darah dan jantung dalam
hidup mereka nanti, demikian hasil satu studi Rabu (23/5).
Lembaga Penelitian Menzies di Tasmania mengumpulkan data dari studi Finlandia
dan Australia setelah pemeriksaan kesehatan pertama anak-anak 20 tahun lalu.
Saat ini, anak-anak tersebut berusia pertengahan 30-an tahun.
Studi itu mendapati mereka yang terpajan sebagai perokok pasif kurang memiliki
kelenturan pada pembuluh darah mereka, petunjuk mengenai kesehatan buruk
pembuluh darah dan jantung.
Penulis studi tersebut peneliti Mennzies Research Seana Gall mengatakan meskipun
sebelumnya telah diketahui bahwa perokok pasif menghadapi bahaya, studi itu
adalah pemeriksaan pertama di dunia mengenai dampak jangka panjang pada
kesehatan pembuluh darah.
"Kami meneliti kelenturan pembuluh darah dengan mengukur kemampuan satu
pembuluh darah di lengan untuk berkembang dan berkontraksi," katanya.
"Kami mendapati orang yang telah terpajan asap rokok orang tua mereka
ketika mereka masih kecil memiliki pembuluh darah yang kurang lentur, petunjuk
awal mengenai kesehatan buruk pembuluh darah dan jantung," kata Gall
sebagaimana dikutip AFP, Kamis siang.
Gall menambahkan itu tak dijelaskan oleh kebiasaan merokok peserta.
"Dampak tersebut terlihat sampai 27 tahun kemudian, sehingga menunjukkan
dampak jangka panjang yang tak terelakkan akibat anak menjadi perokok pasif
pada kesehatan pembuluh darah," katanya.
"Bahan kimia pada rokok berinteraksi dengan saluran pembuluh darah dan itu
tampaknya membuat pembuluh darah tak bisa berkembang dan berkontraksi secara
layak," kata Gall.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sebanyak 40 persen anak di dunia
secara rutin terpajan sebagai perokok pasif di rumah mereka. Sebanyak 600.000
anak meninggal setiap tahun akibat menjadi perokok pasif.
"Prevalensi tinggi dari rokok masih terlihat pada kelompok usia mereka
yang berkaitan dengan orang pertama kali jadi orang tua, sehingga itu masih
menjadi keprihatinan dan kami ingin menurunkan prevalensi tersebut pada
kelompok itu secara khusus," kata Gall. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
