Konsumsi Kedelai Baik untuk Diabetes
Kamis, 12 Juli 2012 | 10:00
Konsumsi kedelai [google] [JAKARTA] Kedelai tidak
hanya lezat dalam bentuk olahan makanan maupun minuman. Ternyata mengkonsumsi
kedelai secara teratur memiliki dampak signifikan dalam membantu menjaga kualitas
kesehatan penyandang diabetes dan mengurangi resiko terkena penyakit tersebut.
Ahli nutrisi dari Soy Nutrient
Institute Japan Prof Shaw Watanabe, mengatakan, protein dan serat yang larut
dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan filtrasi ginjal. Karena itu
kedelai boleh dikonsumsi untuk penyandang diabetes yang memiliki komplikasi
penyakit ginjal.
Selain itu, kedelai mengandung
senyawa isoflavon yang berfungsi memperbaiki sel dan mencegah kerusakan sel.
“Penanganan yang tepat untuk penyandang
diabetes adalah melalui menjaga pola makan, menurunkan dan menjaga berat badan
serta aktivitas fisik secara teratur, obat hanya membantu menurunkan sementara
kadar gula darah,” ungkap Watanabe dalam konferensi kesehatan bertemakan The
Rule of Protein and Carbohydrate ini Diabetic Management, yang digelar Soyjoy
bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Endokrinologi
Indonesia ( Perkeni) di Jakarta, belum lama ini.
Pakar kesehatan dari Jepang ini
dalam kesempatan tersebut mengungkap fakta-fakta terbaru seputar kedelai yang
bermanfaat menjaga kestabilan gula darah serta pengaruhnya terhadap penyakit
degeneratif lainnya. Hadir pula Suharko Soebardi, ahli endrokrinologi
Indonesia yang menyampaikan informasi terkini mengenai penanganan dan
pengendalian penyakit diabetes melalui terapi nutrisi yang tepat, serta kondisi
penyakit diabetes di Indonesia.
Watanabe menjelaskan beberapa
penelitian menunjukkan bahwa protein dan isoflavon yang terkandung dalam
kedelai juga dapat mengurangi resiko kanker payudara pada wanita hingga 20%.
Bahkan resiko yang diturunkan ini lebih tinggi lagi pada wanita menopause.
Sedangkan pada laki-laki, kandungan protein dan isoflavon pada kedelai dapat
membantu mengurangi resiko terkena kanker prostat hingga 20%.
Dalam kesempatan yang sama, Suharko Soabardi, ahli endrokrinologi Indonesia,
mengatakan, kelebihan berat badan dan konsumi makanan yang kurang baik
mengakibatkan jumlah penyandang diabetes melitus tipe 2 di Indonesia berkembang
dalam jumlah yang mengkhawatirkan.
Beberapa sumber menyebutkan total
penderita diabetes mellitus di Indonesia berdasarkan data WHO saat ini sekitar
8 juta jiwa, dan diperkirakan jumlahnya melebihi 21 juta jiwa pada tahun 2025
mendatang. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat
keempat penderita diabetes terbesar setelah china, India, dan Amerika.
Sementara itu jumlah penderita diabetes di dunia,
mencapai 200 juta jiwa. Diprediksi angka tersebut terus bertambah menjadi 350
juta jiwa pada tahun 2020.
Semakin bertambahnya jumlah
penderita diabetes di Indonesia menurut Suharko sebagai salah satu masalah
besar yang harus ditanggung negara, karena juga menyangkut masalah ekonomi.
Banyaknya penderita diabetes yang kehilangan
produktifitas dan pendapatan, belum lagi biaya pengobatan yang membengkak,
serta penyakit komplikasi yang harus segera ditangani dan membutuhkan biaya
besar.
Hal ini menyebabkan peningkatkan
resiko klinis dan ekonomis yang bermakna. Karena itu,, kata dia, penting untuk
terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas bagaimana mengatur dan menjaga
pola makan dan pola hidup yang sehat.
Bagi penyandang diabetes, seperti
yang disarankan oleh American Diabetes Association (ADA) perlu terus menjaga
normalisasi gula darah, pengaturan optimasi kadar lipoprotein, menjaga
berat badan tetap normal dan menjaga resiko akibat penyakit diabetes.
Menurutnya, serat merupakan komponen penting pada nutrisi penyandang diabetes
mellitus. Sebab efek serat di saluran cerna antara lain adalah memperlambat
waktu pengosongan lambung, meningkatkan waktu transit dengan memperlambat
pergerakan diusus halus dan menurunkan absorpsi zat gizi. Serat terdapat pada
kacang-kacangan seperti kedelai, buah, dan sayur. Anjuran konsumsi serat dalam
sehari adalah 25 gram.
Sama seperti orang sehat,
penyandang diabetes sebaiknya makan 3 kali dalam sehari dan makanan tersebut
harus mengandung karbohidrat, terutama yang berserat tinggi untuk
mendistribusikan asupan karbohidrat dalam sehari. Diantara makan pokok,
dapat diberikan selingan buah atau makanan yang lain, sepanjang tak melebihi
kebutuhan kalori sehari.
Konsumsi gula dalam bumbu masih
diperbolehkan, sehingga penyandang diabetes dapat mengkonsumsi makanan yang
persis sama dengan anggota keluarga/orang lain bukan penyandang diabetes.
Dengan kandungan isoflavon yang dimilikinya, maka menkonsumsi kedelai sangat
baik untuk menjaga kesehatan dan menghindari resiko terkena penyakit
degeneratif seperti diabetes melitus dan jantung. Uniknya, sebenarnya tidak
hanya kandungan isoflavon dalam kedelai yang memberikan fungsi ini, namun
berbagai zat micronutrient dalam kedelai bersama-sama memberikan efek kesehatan
yang sangat baik. Kedelai bisa dapat dinikmati dalam beragam olahan makanan
utama, cemilan dan minuman. [D-13]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
