Cedera Otot atau Sendi Anak, Jangan Diurut
Rabu, 15 Februari 2012 | 11:45
Establishment Salonpas Chiropractic Center di Kidzania Pacific Place Mall, Jakarta [SP/Hendro Situmorang] [JAKARTA]
Hati-hati dalam menangani cedera anak-anak yang masih dalam pertumbuhan, karena
biasanya sangat aktif bergerak dan bermain. Pertolongan pertama harus dilakukan
ketika alami cedera baik di otot maupun sendi agar sistem motorik dan tumbuh
kembangnya tidak terganggu.
Dr
Tinah Tan, B.Med, B AppSc, B Chiro Sc, FICC, chiropractor (dokter tulang
belakang) anak dari CityLife Chiropractic, menuturkan pertolongan pertama yang
harus dilakukan ketika anak cedera, adalah pastikan dulu masalahnya cidera otot
atau sendi.
“Kalau
yang cedera adalah otot, pertolongan pertama yang bisa diberikan adalah
menggunakan koyo atau juga kompres panas. Tapi harus juga dilihat apakah ada
luka terbuka atau tidak," jelasnya dalam acara Grand Opening Establishment
Salonpas Chiropractic Center di Kidzania Pacific Place Mall, Jakarta, baru-baru ini.
Namun
bila yang cedera adalah sendi, maka yang harus dilakukan adalah kompres dingin
dengan menggunakan batu es, bukan kompres panas. Hal ini karena es bisa
membantu meminimalkan pembengkakan di sekitar cedera dan mengontrol nyeri. Es
juga akan membatasi aliran darah sehingga menimbulkan mati rasa yang membantu
mengurangi tekanan dalam tubuh dan rasa sakit.
"Sebaiknya
tidak diurut. Diurut memang ada enaknya, tapi kalau lagi cedera diurut itu
tidak enak. Derajat sakit orang kan beda-beda, sehingga kalau cedera langsung
diurut hati-hati, kalau nggak ngerti malah tambah bengkak," tegas Dr
Tinah.
Dijelaskan,
otot merupakan pertahanan tubuh pertama terhadap cedera, sebelum cedera masuk
ke sendi di mana terdapat banyak saraf. Jika anak yang cedera langsung diurut
tanpa melihat dulu cederanya, maka yang terjadi biasanya adalah bengkak.
"Kalau sudah bengkak maka tidak bisa
diurut lagi," jelasnya.
Sebaiknya sebelum memutuskan untuk
mengurut cedera pada anak, kompreslah dulu cedera dengan kompres dingin (es
batu). Seharusnya setelah 6 jam dikompres cedera akan berkurang, namun bila
tidak maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Establishment Salonpas Chiropractic Center
di Kidzania sendiri merupakan permainan baru untuk anak-anak membuat Salonpas
sekaligus mengajarkan kepada anak bagaimana melakukan self medication.
Melalui establishment seluas 21,3 m2 dan
kapasitas 4 orang, anak akan bermain peran sebagai praktisi Chiropractic selama
25 menit. Dalam melakukan aktivitas, anak akan dipandu supervisor terlatih
KidZania. Sebagai imbalan setelah bekerja sebagai seorang Chiropractor, anak
akan mendapat gaji 15 KidZos.
Head of International Division Hisamitsu
Pharmaceutical Co.Inc, Noda Takehiko, berharap tempat tersebut akan
meningkatkan pemahaman anak dan orang tuanya akan pentingnya hidup sehat dan
self medication.
Presiden KidZania Jakarta Uchu Riza
mengatakan bahwa profesi sebagai chiropractor ini perlu diperkenalkan kepada
anak-anak Indonesia, karena dalam kehidupan sehari-hari, telah mengenal
dunia kedokteran atau medis.
Chiropractic sebetulnya adalah bentuk
pengobatan pelengkap, yang menekankan diagnosis, perawatan, dan pencegahan
gangguan mekanik dari sistem musculoskeletal, terutama pada tulang belakang,
dengan hipotesis bahwa gangguan ini mempengaruhi kesehatan secara umum melalui
sistem saraf.
Lebih lanjut lagi Uchu menjelaskan bahwa
anak akan diajak melakukan pemeriksaan, analisis struktur tulang dan otot
melalui X-Ray yang digunakan sebagai simulasi, dan penempelan Salonpas ke
beberapa titik tertentu, dan mengeksplorasi gejala gangguan yang kerap dialami
tulang belakang dan otot,”ujarnya. [H-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
