83 Juta Akun Facebook Palsu Akan Dinonaktifkan, Indonesia Tertinggi
Selasa, 7 Agustus 2012 | 12:17
Ilustrasi Facebook [LOS ANGELES] Bersiaplah wahai pengguna
Facebook! Jika Anda menggunakan nama palsu, memiliki akun ganda, atau membuat
akun untuk putra-putri di bawah usia 13 tahun bahkan hewan peliharaan, Anda
menjadi target operasi “bersih-bersih” manajemen Facebook.
Dalam aturan baru yang dirilis 1
Agustus 2012, Facebook melansir akan menonaktifkan 83,090 juta akun palsu.
Disebutkan, dari 955 juta pengguna Facebook aktif bulanan, sekitar 8,7 persen
adalah akun palsu atau gadungan.
“Di Facebook, kami memiliki komitmen
yang sangat besar untuk mencari dan menonkatifkan akun palsu. Seluruh platform
kami didasarkan pada orang yang menggunakan identitas asli mereka,” kata Kepala
Keamanan Facebook, Joe Sullivan, dalam wawancara dengan CNN, akhir pekan lalu.
Sullivan menjelaskan, Facebook telah
mengklasifikasikan akun palsu dalam tiga kategori, yakni akun ganda, akun bukan
atas nama pribadi (untuk anak, produk, atau hewan peliharaan), dan akun yang
menggunakan nama palsu atau diciptakan untuk spam (email sampah).
Untuk akun ganda, jumlahnya sekitar 4,8
persen atau 45,8 juta dari total pengguna aktif Facebook. Akun aktif yang
pemiliknya bukan kategori manusia (hewan atau tokoh kartun) jumlahnya mencapai
2,4 persen atau 22,92 juta dari total pengguna aktif Facebook.
Pada kategori ketiga, yakni akun dengan
menggunakan nama palsu atau diciptakan untuk spam, jumlahnya hanya 1,5 persen
atau 14,325 juta dari total pengguna aktif Facebook.
Sesuai ketentuan jaringan layanan,
pengguna tidak diperbolehkan memiliki lebih dari satu akun Facebook pribadi
atau membuat akun atas nama orang lain. Orangtua membuat akun Facebook untuk
anak-anak muda yang berusia di bawah 13 tahun juga melanggar aturan.
Untuk akun yang dibuat dengan nama
hewan peliharaan atau untuk produk dan perusahaan, Facebook masih memberikan
izin alias tidak langsung dinonaktifkan, namun akunnya akan dikonversi ke
halaman yang disetujui. Misalnya akun Facebook dengan nama Boo, anjing lucu di
dunia, yang disukai sekitar 4,8 juta orang, diklasifikasikan sebagai akun figur
publik khusus nonmanusia.
Kelompok akun yang menggunakan nama
palsu atau diciptakan untuk spam, merupakan akun palsu yang paling bermasalah.
Facebook menilai akun dalam kategori ini sengaja diciptakan untuk tujuan yang
tidak baik dan melanggar ketentuan manajemen Facebook.
Sullivan mengungkapkan, pengguna akun
palsu Facebook terbanyak berasal dari negara-negara berkembang. Sementara di
negara-negara maju kesadaran untuk menggunakan akun dengan identitas asli lebih
baik.
“Dari presentase akun ganda atau palsu,
pengguna terendah berasal dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau
Australia. Sementara pengguna akun palsu tertinggi umumnya berasal dari
negara-negara berkembang, seperti Indonesia dan Turki,” ujarnya.
Sullivan menjelaskan, prosentase itu
dihitung dari pengambilan sample internal akun oleh reviewer. Tiga kategori
akun ganda dan palsu yang mencapai 83 juta diyakini mewakili jumlah sebenarnya.
Sullivan menegaskan, Facebook akan
menonaktifkan akun palsu yang ditemukan dan menghapus semua informasi yang
terkait dengan jangkauan publik, dan menghapus akun dari server Facebook untuk
alasan keamanan dan keselamatan.
Akun yang dinonaktifkan akan dimasukan
ke dalam semacam kotak atau basket khusus Facebook, dimana pemiliki akun tidak
bisa lagi mengakses foto, video, memposting bahkan meminta salinan data.
Sekalipun akun Anda tidak dinonaktifkan
oleh Facebook, namun dapat dipastikan bahwa Anda tidak dapat lagi membuat akun
yang baru tanpa izin dari manajemen atau operator Facebook. Masih berniat
membuat akun ganda atau palsu Facebook? Bersiap-siaplah “mati gaya” di jejaring
sosial ini. [CNN/SP/Jeany Aipassa]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
