UEFA Jatuhkan Denda ke Kroasia karena Ulah Rasisme Suporter
Rabu, 20 Juni 2012 | 14:18
Cewek-cewek pendukung timnas Kroasia [google] [WARSAWA] Babak penyisihan grup Piala Eropa 2012 telah
usai dengan menyisakan delapan tim yang bersaing menuju babak semifinal. Namun,
beberapa partai yang dilangsungkan pada fase tersebut menyisakan masalah. Setelah
Rusia dihukum karena ulah suporternya yang terlibat keributan, Federasi
Sepakbola Eropa (UEFA) kini menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola
Kroasia (HNS) sebesar 80.000 euro atau sekitar Rp 955 juta karena aksi rasisme
yang dilakukan pendukung “Vatreni” saat timnya berhadapan dengan Italia.
UEFA menjatuhkan hukuman tersebut karena aksi fans Kroasia
yang melakukan aksi rasisme kepada pemain Italia Mario Balotelli. Fans Kroasia
menyoraki Balotelli dengan kalimat rasis saat kedua tim bertemu pada
pertandingan kedua Grup C di Stadion Municipal, Poznan, Polandia pada Kamis
(14/6) lalu.
“Federasi Sepak bola Kroasia (HNS) didenda sebesar 955
juta rupiah karena aksi melempar kembang api ke lapangan dan tindakan tidak
terpuji yang dilakukan suporter mereka dengan teriakana rasis di pertandingan
antara Kroasia dan Italia di Poznan. Mereka bisa mengajurkan banding atas
putusan ini tiga hari setelah menerima surat resmi,” demikian pernyataan UEFA
dalam situs resminya, Selasa (19/6) waktu setempat.
Hukuman ini menjadi kasus rasisme pertama yang mendapat
hukuman dari UEFA setelah kasus serupa pernah terjadi, tetapi kekurangan barang
bukti. UEFA menerima laporan dari pengawas stadion yang menyatakan sekitar 300
orang suporter Kroasia menirukan suara monyet yang ditujukan kepada Balotelli
ketika kedua tim bertemu.
Pelatih Timnas Kroasia Slaven Bilic menyatakan
keprihatinanya atas aksi yang dilakukan oleh suporter tersebut. Menurut dia,
negaranya bukanlah negara rasis, tetapi citra itu coba dirusak oleh kelakukan segelintir
orang yang tidak bertanggungjawab. “Itulah kenapa kami sangat marah dengan
kelakukan beberapa suporter gila itu,” kata Bilic.
UEFA juga sebelumnya telah menjatuhkan denda kepada HNS
sebesar 25 ribu euro terkait dengan kelakuan suporternya saat pertandingan
perdana mereka melawan Republik Irlandia pada 10 Juni lalu. Pada laga itu,
pertandingan sempat tertunda beberapa menit karena fans Kroasia melemparkan
kembang api ke dalam lapangan yang mengakibatkan lapangan tertutup asap.
Di Piala Eropa 2008, Kroasia pernah dijatuhi denda sebesar
12 ribu euro karena suporternya mengibarkan bendera berlambang Nazi ketika
bertading melawan Turki. Pada 2008, UEFA juga memberikan denda kepada Kroasia
sebesar 18 ribu euro karena melakukan nyanyian rasisme yang ditujukan kepada
striker Timnas Inggris Emile Heskey yang berkulit hitam pada pertandingan babak
kualifikasi Piala Dunia 2010.
Beberapa hari lalu, UEFA memberikan denda plus hukuman
satu pertandingan kepada striker Denmark Nicklas Bendtner sebesar 100 ribu euro
atau sekitar Rp 1,2 miliar karena memperlihatkan sebagian celana dalamnya yang
bertuliskan nama sebuah rumah judi ketika merayakan gol keduanya pada
pertandingan Grup B melawan Portugal 13 Juni silam.
Denda yang diberikan kepada punggawa Sunderland ini sempat
mendapatkan tanggapan dari bek Manchester United Rio Ferdinand.
“Apakah Anda
serius, UEFA? Denda 80.000 euro untuk Bendtner karena iklan di celana dalam.
Jika digabungkan, semua denda kasus rasisme bahkan tidak sampai sebesar itu,”
ujar Ferdinand melalui akun Twitter miliknya.
Sebelumnya, UEFA menjatuhkan denda pertamanya kepada
Federasi Sepak Bola Rusia (RFS) sebesar 30 ribu euro atas tindakan tidak pantas
yang dilakukan oleh para pendukung mereka dengan menggelar bendera raksasa dan
melemparkan kembang api ke lapangan ketika menghadapi Polandia pada 12 Juni
lalu.
Seorang pendukung Rusia juga masuk ke lapangan sambil
membawa bendera Rusia seusai laga. Hukuman denda itu merupakan yang kedua
setelah Rusia diganjar denda sebesar 120 ribu euro karena pendukung mereka
menyerang petugas stadion pada pertandingan melawan Republik Ceko di Wroclaw,
Polandia. [AP/HPS/M-16]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
