SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

UEFA Jatuhkan Denda ke Kroasia karena Ulah Rasisme Suporter
Rabu, 20 Juni 2012 | 14:18

Cewek-cewek pendukung timnas Kroasia [google] Cewek-cewek pendukung timnas Kroasia [google]

[WARSAWA] Babak penyisihan grup Piala Eropa 2012 telah usai dengan menyisakan delapan tim yang bersaing menuju babak semifinal. Namun, beberapa partai yang dilangsungkan pada fase tersebut menyisakan masalah. Setelah Rusia dihukum karena ulah suporternya yang terlibat keributan, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) kini menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Kroasia (HNS) sebesar 80.000 euro atau sekitar Rp 955 juta karena aksi rasisme yang dilakukan pendukung “Vatreni” saat timnya berhadapan dengan Italia.  

UEFA menjatuhkan hukuman tersebut karena aksi fans Kroasia yang melakukan aksi rasisme kepada pemain Italia Mario Balotelli. Fans Kroasia menyoraki Balotelli dengan kalimat rasis saat kedua tim bertemu pada pertandingan kedua Grup C di Stadion Municipal, Poznan, Polandia pada Kamis (14/6) lalu.  

“Federasi Sepak bola Kroasia (HNS) didenda sebesar 955 juta rupiah karena aksi melempar kembang api ke lapangan dan tindakan tidak terpuji yang dilakukan suporter mereka dengan teriakana rasis di pertandingan antara Kroasia dan Italia di Poznan. Mereka bisa mengajurkan banding atas putusan ini tiga hari setelah menerima surat resmi,” demikian pernyataan UEFA dalam situs resminya, Selasa (19/6) waktu setempat.  

Hukuman ini menjadi kasus rasisme pertama yang mendapat hukuman dari UEFA setelah kasus serupa pernah terjadi, tetapi kekurangan barang bukti. UEFA menerima laporan dari pengawas stadion yang menyatakan sekitar 300 orang suporter Kroasia menirukan suara monyet yang ditujukan kepada Balotelli ketika kedua tim bertemu.  

Pelatih Timnas Kroasia Slaven Bilic menyatakan keprihatinanya atas aksi yang dilakukan oleh suporter tersebut. Menurut dia, negaranya bukanlah negara rasis, tetapi citra itu coba dirusak oleh kelakukan segelintir orang yang tidak bertanggungjawab. “Itulah kenapa kami sangat marah dengan kelakukan beberapa suporter gila itu,” kata Bilic.  

UEFA juga sebelumnya telah menjatuhkan denda kepada HNS sebesar 25 ribu euro terkait dengan kelakuan suporternya saat pertandingan perdana mereka melawan Republik Irlandia pada 10 Juni lalu. Pada laga itu, pertandingan sempat tertunda beberapa menit karena fans Kroasia melemparkan kembang api ke dalam lapangan yang mengakibatkan lapangan tertutup asap.  

Di Piala Eropa 2008, Kroasia pernah dijatuhi denda sebesar 12 ribu euro karena suporternya mengibarkan bendera berlambang Nazi ketika bertading melawan Turki. Pada 2008, UEFA juga memberikan denda kepada Kroasia sebesar 18 ribu euro karena melakukan nyanyian rasisme yang ditujukan kepada striker Timnas Inggris Emile Heskey yang berkulit hitam pada pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2010.  

Beberapa hari lalu, UEFA memberikan denda plus hukuman satu pertandingan kepada striker Denmark Nicklas Bendtner sebesar 100 ribu euro atau sekitar Rp 1,2 miliar karena memperlihatkan sebagian celana dalamnya yang bertuliskan nama sebuah rumah judi ketika merayakan gol keduanya pada pertandingan Grup B melawan Portugal 13 Juni silam.   Denda yang diberikan kepada punggawa Sunderland ini sempat mendapatkan tanggapan dari bek Manchester United Rio Ferdinand.

“Apakah Anda serius, UEFA? Denda 80.000 euro untuk Bendtner karena iklan di celana dalam. Jika digabungkan, semua denda kasus rasisme bahkan tidak sampai sebesar itu,” ujar Ferdinand melalui akun Twitter miliknya.  

Sebelumnya, UEFA menjatuhkan denda pertamanya kepada Federasi Sepak Bola Rusia (RFS) sebesar 30 ribu euro atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh para pendukung mereka dengan menggelar bendera raksasa dan melemparkan kembang api ke lapangan ketika menghadapi Polandia pada 12 Juni lalu.  

Seorang pendukung Rusia juga masuk ke lapangan sambil membawa bendera Rusia seusai laga. Hukuman denda itu merupakan yang kedua setelah Rusia diganjar denda sebesar 120 ribu euro karena pendukung mereka menyerang petugas stadion pada pertandingan melawan Republik Ceko di Wroclaw, Polandia. [AP/HPS/M-16]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN