Grup C
Spanyol Hantam Irlandia, Torres Cetak Dua Gol
Jumat, 15 Juni 2012 | 10:39
Aksi Fernando Torres (kanan) usai mencetak gol ke gawang Irlandia [yahoo] [GDANSK] Persaingan untuk lolos ke perempat final Piala
Eropa 2012 di Grup C kini mengerucut hanya kepada ketiga tim, yakni Spanyol, Kroasia,
dan Italia. Spanyol dan Kroasia saat ini sama-sama mengoleksi empat angka
berkat hasil sekali menang dan seri dari dua pertandingan yang telah dilakoni
dan bertengger di urutan pertama dan kedua. Sedangkan, Italia berada di urutan
ketiga dengan koleksi dua angka. Ketiga tim masih memiliki peluang untuk lolos
ke babak delapan besar, meskipun beban lebih berat berada di pundak Italia.
Pada pertandingan terakhir Grup C pada 19 Juni mendatang,
Spanyol akan menghadapi Kroasia, sementara Italia melawan Irlandia pada saat
yang bersamaan. Hasil seri sudah cukup mengantarkan Spanyol ke babak
selanjutnya. Sementara, Kroasia membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi
dari kejaran Italia. Posisi La Nationale memang cukup sulit untuk bisa lolos
dari grup ini, menyusul dua kali hasil imbang dari dua pertandingan. Sebelum
ditahan Kroasia, Italia juga bermain imbang dengan Spanyol di partai perdana.
Kini, tidak ada pilihan lain bagi Gli Azzurri selain
meraih poin penuh saat meladeni Irlandia nanti. Namun, nasib Andrea Pirlo dan
kawan-kawan juga masih akan bergantung kepada laga antara Spanyol dan Kroasia.
Italia bisa lolos ke babak delapan besar jika mereka menang melawan Irlandia
lebih dari dua gol, sementara salah satu dari Spanyol atau Kroasia kalah dalam
pertandingan terakhir nanti. Jika kedua tim bermain seri dan Italia berhasil
menang, penentuan tim mana yang akan lolos ke babak berikutnya akan ditentukan
oleh jumlah selisih gol.
Spanyol memastikan diri memuncaki klasemen sementara Grup
C, setelah menuai kemenangan besar 4-0 atas Republik Irlandia dalam
pertandingan lanjutan di Stadion PGE Arena, Polandia pada Kamis (14/6) waktu
setempat atau Jumat (15/6) dini hari WIB. Striker Fernando Torres menjadi
bintang kemenangan pada laga itu melalui lesakan dua golnya masing-masing pada
babak pertama dan kedua. Sedangkan, dua gol Spanyol lainnya dicetak oleh David
Silva dan Cesc Fabregas.
Hasil ini membuat Irlandia menjadi tim pertama yang
tersingkir dari putaran final Piala Eropa 2012 karena skuad asuhan Giovanni Trapattoni
ini sama sekali belum meraih poin dalam dua pertandingan. Pertandingan terakhir
mereka melawan Italia tidak akan berpengaruh apa-apa bagi skuad The Boys in
Green. Irlandia sebenarnya memulai pertandingan dengan baik, dan memiliki
peluang pertama pada menit ke-2. Namun, tendangan dari luar kotak penalti yang
dilepaskan Simon Cox masih bisa ditepis oleh kiper Spanyol Iker Casillas.
Dua menit bereselang, gawang Irlandia malah kebobolan.
Penetrasi Silva ke dalam kotak penalti Irlandia berhasil digagalkan bek
Irlandia Richard Dunne. Akan tetapi, bola liar berhasil diserobot Torres yang
langsung melepaskan tendangan keras kaki kanan tanpa bisa dihentikan penjaga
gawang Irlandia Shay Given.
Pada interval
kedua, Trapattoni memtuskan untuk mengganti Cox dengan pemain Stoke City
Jonathan Walters untuk lebih meningkatkan daya serang Irlandia. Namun, tetap
saja Spanyol menguasai pertandingan dengan permainan khas tiki-taka.
Dari
statistik pertandingan, tim Matador jelas terlihat sangat superior dari sang
lawan. Spanyol berhasil menguasai jalannya pertandingan sebanyak 66 persen,
sedangkan Irlandia 34 persen.
Bahkan, juara Piala Eropa 2008 itu mencatatkan 26 kali
tembakan dengan 20 di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Irlandia hanya
mampu melepaskan enam tendangan dengan empat mengarah ke gawang.
“Kami sangat berkonsentrasi. Barisan pertahanan mampu
mengantisipasi setiap ancaman yang ada di daerah mereka, dan membuat kami
tampil nyaman. Saya pikir kami memainkan pertandingan yang komplit,” kata
pelatih Spanyol Vicente del Bosque.
Meskipun sudah unggul, Spanyol tampaknya enggan
mengendurkan serangannya. Setelah beberapa kali mendapatkan peluang, juara
dunia 2010 ini akhirnya berhasil menambah gol melalui Silva di menit ke-49.
Memanfaatkan bola muntah tepisan Given hasil tendangan Torres, gelandang
Manchester City itu menari-nari di dalam kotak penalti lawan dengan mengecoh
dua bek Irlandia yang mencoba merebut bola, sebelum menempatkan bola melawati
kolong kaki bek Irlandia ke arah sudut gawang yang gagal dihalau oleh Given.
Unggul dua gol membuat para pemain Spanyol tampak lebih
lepas dan bermain lebih sedikit santai dalam setiap membangun serangan ke
pertahanan Irlandia. Di menit 70, Torres menunjukan dirinya masih layak
dipertahankan Chelsea dengan melesakan gol keduanya pada laga itu. Memanfaatkan
umpan terobosan Silva, bomber 28
tahun itu menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan
tendangan mendatar ke arah pojok kiri gawang Irlandia. Given yang maju untuk
menutup pergerakan Torres tidak berhasil menjangkau si kulit bundar, dan harus
merelakan gawangnya robek untuk kali ketiga.
Memanfaatkan waktu tersisa, Trapattoni berharap adanya
kejutan dengan memasukkan James McClean menggantikan Damien Duff. Sedangkan
pelatih Spanyol Vicente Del Bosque memasukkan Fabregas dan Santi Cazorla untuk
menggantikan Torres dan Iniesta. Akan tetapi justru Spanyol yang memperbesar
keunggulan.
Memanfaatkan umpan sepak pojok Silva, Fabregas yang tidak
terkawal melepaskan tendangan keras dari sudut sempit yang tidak bisa
diantisipasi Given. “Kebenaran bagi kami adalah dengan selalu memenangkan
pertandingan, terutama setelah hasil seri di laga pertama. Kini, kami akan
mencoba memenangkan pertandingan untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin saat
ini,” kata bek Spanyol Sergio Ramos. [AP/HPS/M-7]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
