Analisis Euro 2012
Inggris, Batu Sandungan Les Bleus Memuncaki Grup D
Senin, 11 Juni 2012 | 13:22
Andalan tim Prancis, Karim Benzema [google] [DONETSK] Tim Prancis memiliki rekor tak terkalahan yang
panjang dalam pertandingan. Wajar saja kalau tim ayam jagi di bawah kendali
Laurent Blanc berharap mampu mengulang sukses masa lalu dengan memuncaki Grup D
dan melaju ke babak perempat final Euro 2012.
Namun Blanc sadar, untuk mewujudkan ini mereka akan
menghadapi sebuah rintangan sudah mereka ketahui. Yakni musuh lama Inggris.
Hanya saja the three lions baru saja melakukan perombakan kepemimpinan di bawah
sang manajer baru Roy Hodgson yang mungkin akan menampilkan permainan hati-hati
pada saat pertandingan perdana Grup D.
Sehingga untuk mewujudkan target juara grup, Prancis masih
harus menunggu pertandingan perdana menghadapi Inggris, sambil juga mengawasi
aksi tuan rumah Ukraina dan Swedia.
Pendukung Prancis masih memiliki kenangan pahit saat tim ini
tersingkir di awal pada ajang Piala Dunia 2010. Hanya saja mereka juga memiliki
kenangan manis yang mengingatkan betapa pentingnya kesatuan dan konsentrasi
pemain.
Terinspirasi oleh Michel Platini dan Zinedine Zidane,
Prancis telah dua kali juara Euro. Yang pertama saat menjadi tuan rumah pada
1984, dan di Belgia-Belanda pada 2000. Kemenangan ini membuat Prancis menjadi
satu-satunya tim yang berada di belakang Jerman, sebagai juara Euro sebanyak
tiga kali.
Pekan lalu, Prancis melengkapi persiapan mereka dengan
kemenangan 4-0 menghadapi Estonia serta melengkapi rekor tak terkalahkan di
bawah prestasi Blanc di Piala Dunia 1998 sebanyak 21 kali tanpa kalah, dengan
15 kali menang.
Blanc yang pernah memperkuat klub Manchester United semasa
karier bermainnya tampaknya sudah paham betul dengan sepakbola Inggris. “Mereka
(Inggris) tidak dalam kekuatan penuh. Namun yang membuat saya khawatir adalah
mereka akan memainkan sejumlah gaya. Itu yang akan membuat kami harus kuat
fisik secara ekstrem, karena saya yakin ini merupakan pertandingan yang sulit,”
ungkapnya.
Kuat di lini belakang dan diberkahi di lini depan dengan
pemain-pemain seperti Franck Ribery, Samir Nasri dan Karim Benzema, tentunya
membuat Les Bleus favorit grup. Apalagi Inggris tengah dalam kondisi cedera
sejumlah pemain kunci, dan masih absennya penyerang Wayne Rooney yang terkena
sanksi.
Namun Blanc menyadari ini bukanlah faktor yang akan
menguntungkannya, mengingat mereka akan bertemu musuh lama.
“Inggris pasti akan menampilkan seluruh kemampuan yang
mereka miliki. Sebab jika Prancis bertemu Inggris, ini akan meningkatkan level
pertandingan dari sekadar sebuah pertandingan normal internasional. Hanya saja
kami tak takut dengan mereka dan tim yang lainnya,” tegas Blanc.
Meski tanpa diperkuat Rooney dalam dua pertandingan awal,
dan cederanya pemain kunci seperti pemain belakang Gary Cahill, pemain tengah
Frank Lampard, dan Gareth Barry, Inggris telah menunjukan sebuah kemajuan dan
determinasi yang baik. Rangking dunia mereka berada di enam besar, dan di Eropa
di empat besar.
Prestasi terbaik Inggris di Euro adalah pada penyelenggaraan
di kandang tahun 1996, dimana langkah mereka terhenti di semifinal. Namun di
bawah arahan Hodgson, dengan dua kali menang pada pertandingan pemanasan, the
three lions memasuki arena Euro 2012 dengan rasa percaya diri.
“Kami tahu, kami bisa meraih hasil baik saat menghadapi
Prancis. Pertandingan pembuka ini menjadi tes buat kami,” ungkap pemain sayap,
Stewart Downing.
Sedangkan Tuan rumah Euro 2012, Ukraina ditangani mantan
pemain sayap Uni Soviet Oleg Blokhin yang mampu membawa timnya mencapai babak
perempat final di Piala Dunia 2010.
Hanya saja tim tuan rumah terkendala sejumlah masalah.
Mereka kalah dari Turki 0-2 dalam persiapan akhirnya, serta dua pekan lalu para
pemain Ukraina terkena sakit perut. Kini Ukraina berharap mendapatkan
keuntungan sebagai tuan rumah saat melangsungkan pertandingan di Ibukota Kiev.
“Saya dikenal sebagai pemain yang tak bisa ditebak
permainannya. Saya juga kini menjadi pelatih yang tak bisa diprediksi,” ungkap
Blokhin.
Ia menunjuk pemain veteran Andriy Shevchenko sebagai kapten
yang menginspirasi tim dan pendukung. Sheva akan didampingi penyerang muda dari
Dynamo Kiev, Andriy Yarmolenko yang punya kans menjadi pemain berbahaya di lini
depan.
Lawan Ukraina, Swedia yang ditangani pelatih Erik Hamren
masih mengandalkan inspirasi dari pemain yang kerap uring-uringan Zlatan
Ibrahimovic. Ibra merupakan pemain hebat yang mampu mengeluarkan kemampuan
terbaiknya di saat momen penting. Tapi ia punya kendalah gampang frustrasi saat
menghadapi pertahanan lawan yang solid. [L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
