US$ 1 Miliar ke IMF Berlaku Sebagai Cadangan Devisa
Selasa, 10 Juli 2012 | 14:34
Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution [JAKARTA]
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menegaskan, pembelian surat
berharga International Monetary Fund (IMF) sebesar 1 miliar dolar AS nantinya
akan berlaku sebagai cadangan devisa Indonesia. Berdasarkan situs BI cadangan
devisa RI per akhir Maret 2012 mencapai US$ 110,49 miliar.
"Jadi bukannya kita pinjamkan uang, lalu habis. Ini tetap diakui di dunia
internasional sebagai cadangan devisa negara kita," ujar Darmin di Kantor
Presiden, Jakarta, Selasa (10/7).
Dijelaskannya, uang itu akan dialokasikan IMF sebagai dana cadangan. Bahkan,
menurutnya lembaga keuangan internasional bentukan sesudah Perang Dunia II itu
kemungkinannya akan kecil dalam penggunaannya.
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, nilai
pembelian surat berharga itu sendiri bukan berasal dari dana APBN dan sudah
disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan Puncak Bisnis 20
(B-20) di Los Cabos, Meksiko, 17 Juni lalu.
Sementara dalam pertemuan antara Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde dan
Presiden SBY pagi ini di Kantor Presiden tidak membahas soal dana tersebut.
Melainkan lebih kepada peran Indonesia dan ASEAN, serta IMF dalam mengatasi
krisis global.
"Tadi tidak dibahas.akan tetapi hal-hal seperti itu, apalagi Indonesia
berada dalam posisi seperti ini (meningkat, Red), dan negara ASEAN lain beri
kontribusi seperti ini (beli surat berharga, Red), maka kita harus memikirkan
soal itu. Masalahnya itu bukan dari APBN dan itu semacam devisa,"
jelasnya.
Lebih lanjut Hatta mengaku bahwa Indonesia kini mulai terimbas dampak krisis
Amerika dan Eropa. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang harus
dikoreksi dari 6,7 persen di tahun 2012 menjadi 6,5 persen, serta laju ekspor
yang mulai menurun. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
Pesta Diskon E-Commerce Indonesia
