APEC High Level Policy Dialogue in Women
UKM Mikro dan Super Mikro Harus Diperhatikan
Kamis, 5 Juli 2012 | 16:15
Hillary Clinton dan Linda Agum Gumelar [KBRI Moskwa] [MOSKWA] Diskusi
tentang peranan wanita semakin menarik dilakukan di forum APEC.
Perhelatan di kota ujng dunia St. Petersburg itu akhirnya
menghasilkan konsep tentang pemberdayaan wanita di Asia Pasifik.
Pemerintah Indonesia menekankan perlunya perhatian atas kegiatan UKM
Mikoro dan Super Mikro.
Pertemuan
High Level Policy Dialogue akhirnya menutup rangkaian besar pertemuan APEC
Women and the Economy Forum yang telah berlangsung kahir Juni
2012 di St Petersburg, Rusia.
Tidak kurang dari 400 perwakilan kalangan
pemerintah, swasta, perusahaan multinasional dunia dan wiraswasta
perempuan ambil bagian dalam berbagai diskusi interaktif
yang diselenggarakan oleh tuan rumah APEC. Tidak kurang-kurang, Menlu
AS, Hillary Clinton juga menyempatkan hadir.
Proses
tukar pikiran, informasi, pengalaman dan perluasan jejaring antara 21
entitas Ekonomi anggota forum APEC pada akhirnya
membuahkan suatu pernyataan bersama yang berisikan strategi dan
rekomendasi untuk Asia-Pasifik ke depan bagi penguatan pemberdayaan
perempuan dalam mewujukan suatu ekonomi yang inovatif di Asia-Pasifik.
Dalam
pernyataan antara lain disebutkan pentingnya mengumpulkan potensi
bisnis dan inovasi perempuan, melakukan pengkajian dan
analisis dinamika gender secara menyeluruh dalam mengidentifikasi
kesempatan usaha di ekonomi APEC, serta meningkatkan kepemimpinan
perempuan sehingga berpartisipasi dengan penuh dalam ekonomi.
Di siang itu dikatakan juga perlunya memajukan inisiatif yang
dilahirkan dari kolaborasi pemerintah-swasta sehingga dapat mendukung
partisipasi penuh dan aktif para perempuan. Beberapa rekomendasi akan
dilaporkan lebih lanjut kepada pertemuan tingkat tinggi di Vladivostok,
8-9 September 2012
Dalam
kesempatan itu, Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amalia
Sari Gumelar, pada sambutannya menggarisbawahi,
peranan perempuan sesungguhnya sangatlah luas dalam ekonomi, tidak
hanya untuk memperkuat ketahanan dan mengurangi dampak gonjang ganjing
ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi dan
memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Karenanya, Asia-Pasifik perlu menelorkan
“Formulasi kebijakan yang komprehensif untuk memperkuat pengelolaan
dan perlindungan bagi pengusaha UKM Mikro dan super-mikro.” lanjutnya.
Hal
ini mengingat ragamnya perbedaan budaya, ekonomi, pendidikan dan
lingkungan antara ekonomi maju dan ekonomi berkembang yang
menjadi faktor pendorong perempuan dalam membuka usaha. Usaha Mikro dan
Super-Mikro lazimnya dibuka untuk mencukupi hidup atau menjadi bagian
dari tulang punggung ekonomi keluarga, dan bukan semata-mata aktualisasi
diri perempuan. Inovasi dalam ekonomi pada
akhirnya harus juga menguntungkan para pengusaha Mikro dan Super-Mikro
ini.
Pada akhir sambutannya, Linda Amalia Sari Gumelar mengundang para delegasi untuk hadir pada
2013 APEC Women Economy Forum di Indonesia, karena pada akhirnya “tidak
ada Ekonomi yang dapat melakukan upaya pemberdayaan perempuan secara terpisah dan menyendiri.”
“Oleh
karenanya saya mengharapkan
adanya keberlanjutan di tahun 2013 mendatang untuk terus tukar menukar
informasi dan memperkuat kerjasama dan kemitraan yang produktif dari
semua ekonomi anggota APEC dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan
dalam ekonomi.”
Duta
Besar RI di Moscow memperhatikan bahwa pertemuan telah berlangsung
dengan sangat baik. Rusia selaku tuan rumah terlihat
siap dalam penyusunan substansi dan penyelenggaraan acara. Partisipasi
Menteri dan 3 pembicara dari kalangan swasta Indonesia mendapatkan
respon yang sangat positif. "Perempuan Indonesia merupakan prime mover
dari pembangunan ekonomi yang merakyat. Melalui
APEC, Indonesia dapat memperkenalkan prestasi perempuan Indonesia
kepada kawasan Asia-Pasifik.” [PR/O-1]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Multipolar Technology Tawarkan 20 % Saham ke Publik
Kadin Minta Bank Tidak Gegabah Naikkan Bunga Kredit UKM
Muhaimin: BBM Naik, Tak Boleh Ada PHK Massal
Peserta Indonesia Belum Terdaftar di AOTE
Danamon Klaim Sinergi DBS Dukung Perbankan Nasional
IHSG Perlihatkan Tren ‘Bullish’
Pekerja Rumah Tangga Juga Bisa Ikut Program Jamsostek
Danamon Bidik Pangsa Pasar UKM
Mentan: Jelang Ramadhan, Harga Daging Normal
Panasonic Raih Peringkat ke-4 Brand Internasional Ramah Lingkungan
