Taiwan Membuka Peluang Kerja untuk 40.000 TKI
Senin, 8 Agustus 2011 | 16:53
Sekretaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja, Kemenakertrans, Reyna Usman (Foto: SP/Siprianus Edi Hardum)
[JAKARTA] Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk Taiwan yang jumlahnya mencapai 40.000 orang TKI untuk bekerja di bidang konstruksi, sektor kelautan sebagai anak buah kapal ikan, dan sektor kesehatan sebagai caretakers (perawat lanjut usia).
Demikian dikatakan Dirjen Binapenta Reyna Usman di Jakarta, Senin, (8/8). ”Perluasan pasar kerja di negara itu masih terbuka, karena kondisi perekonomian di Taiwan cukup bagus yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil sektor formal dan informal,” kata Reyna.
Berdasarkan data Kemenakertrans, sampai akhir Juli 2011, ada 166.261 orang TKI yang bekerja di Taiwan. Selama ini, TKI yang bekerja di Taiwan mayoritas bekerja pada sektor domestik (87%) dan sisanya 13% bekerja di sektor semiformal dan formal di bidang manufaktur, kesehatan, pelaut/anak buah kapal dan sektor konstruksi.
”Pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja sektor formal dan informal itu dengan cara mempersiapkan calon TKI yang hendak bekerja dengan keterampilan yang memadai, sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan,” kata Reyna.
Peluang kerja di Taiwan ini menjadi salah satu alternatif negara penempatan selain kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang saat ini tengah dalam status moratorium.
Pemerintah tidak hanya memperhatikan peluang kerja di Taiwan dan kualitas calon TKI sebelum diberangkatkan ke negara itu, tapi juga TKI purna penempatan melalu program motivator untuk calon TKI, sekaligus mengajarkan bahasa Mandarin dan karakteristik keluarga Taiwan.
Bahkan, untuk para TKI yang akan mengakhiri masa kontrak, diberikan pelatihan kewirausahaan dengan mengundang narasumber yang berkompeten dengan tujuan agar upah yang selama ini diperoleh menjadi modal usaha untuk berwirausaha di Tanah Air atau membentuk kelompok wirausaha. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KEN Pelajari Cara Korsel Lolos dari Middle-Income Trap
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
