SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Standarisasi Produk ASEAN Masih Terkendala
Selasa, 17 Juli 2012 | 10:35



[JAKARTA] Standarisasi produk merupakan salah satu hal penting menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dengan standar yang dapat diterima di semua negara anggota, perdagangan di kawasan ASEAN dapat lebih mudah dan cepat. Karenanya, harmonisasi standarisasi sesama negara ASEAN menjadi hal penting untuk segera diselesaikan. Namun, harmonisasi tersebut terbentur sejumlah kendala di masing-masing negara.

Demikian disampaikan Chairman DEVCO (Developing Country) ISO Organization Bambang Setiadi dalam jumpa pers bersama Sekretaris Jenderal ISO di kantor Badan Standarisasi Nasional (BSN), Jakarta, Senin (16/7). “Semua Negara sepakat untuk mengharmonisasi standarisasi produk. Tetapi implementasinya terbentur aturan di masing-masing Negara,” ujar Bambang yang juga mantan Kepala BSN tersebut.

Menurut Bambang, persaingan bisnis dan egoisme masing-masing negara membuat impelementasi harmonisasi tersebut tidak berjalan. “Banyak negara yang masih menunda-nunda terjadinya harmonisasi standarisasi ini, dengan berbagai alasan, termasuk melindungi produk domestiknya dari produk luar negeri. Alasan yang dikemukakan adalah beragam regulasi yang ada di Negara tersebut harus dirubah dulu, sehingga makan waktu lama,” ujarnya.

Padahal, lanjut Bambang, dengan harmonisasi standarisasi di wilayah regional, dapat meningkatkan perdagangan antar negara. “Sebenarnya untuk melakukan harmonisasi itu tidak sulit. Semua negara kan sebenarnya sudah punya standar, ini bisa didiskusikan. Kalau kesepakatan susah dicari, maka kita selaraskan dengan standar internasional,” jelasnya.

Karenanya, disampaikan Bambang, melalui kunjungan Sekjen ISO ini, ISO dapat membantu ASEAN untuk memberikan sosialisasi dan masukan kepada negara-negara ASEAN untuk dapat merevitalisasi harmonisasi standarisasi produk tersebut. “Memang terkadang terbentur dengan keharusan merubah undang-undang, namun pemberian pengertian kepada regulator betapa pentingnya standarisasi terhadap pertumbuhan perdagangan di masing-masing negara,” harapnya.

Hal tersebut dibenarkan Sekeretaris Jenderal ISO, Rob Steele. Dia mengatakan, dengan adanya harmonisasi standarisasi antar negara dapat meningkatkan minimal satu persen Produk Domestik Bruto (PDB). “Selain itu, transaksi perdagangan antar negara dapat meningkat, baik volume maupun nilainya,” jelasnya.

Disampaikannya, idealnya memang standarisasi dapat diterapkan secara internasional, namun untuk langkah awal penerapan standar secara regional merupakan hal yang baik. Rob menyampaikan, kunjungannya ke Indonesia dan ASEAN ini untuk menghidupkan kembali kontak antara ISO dan ASEAN. Menurutnya, ISO dan ASEAN sudah cukup lama kehilangan kontak.

“Karena itu saya datang untuk menghidupkan kembali kontak dengan ASEAN. Kami memandang ASEAN sebagai kawasan yang strategis dan penting. Kami juga siap membantu ASEAN dalam melakukan harmonisasi standarisasi produknya,” pungkas Rob. Untuk diketahui, harmonisasi standarisasi akan dilakukan di 12 sektor yakni tourisme, e-comerce, logistic, healthcare, agro based, wood based, automotive, rubber, air travel, textile and apparel, fisheries, dan pharmatic. [Y-9]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN