Sriwijaya Bidik 50% Penumpang Indonesia Timur
Sabtu, 11 Agustus 2012 | 9:42
Sriwijaya Air-[indoflyer] [JAKARTA] Meningkatnya pertumbuhan di kawasan Indonesia
Timur membuat maskapai penerbangan PT Sriwijaya Air menargetkan bisa
menyeimbangkan persentase jumlah penumpang antara barat dan timur.
Per Juni 2012, Sriwijaya mencatatkan jumlah penumpang
sekitar 4,2 juta. Di mana, dari
jumlah itu 60 persen penumpang dengan rute menuju maupun dari barat dan sisanya
40 persen timur. Adapun hingga akhir tahun ini, Sriwijaya menargetkan bisa
mengangkut 9,2 juta penumpang, di mana Juli dan Desember merupakan periode
penerbangan paling banyak.
”Dari 4,2 juta
penumpang, 60 persennya masih dari barat dan 40 persen timur. Akhir tahun ini
semoga bisa masing-masing 50 persen,” kata Direktur Operasional Sriwijaya Air
Toto Nursatyo di Jakarta, Jumat (10/8).
Untuk mencapai
itu, Senin 13 Agustus ini, Sriwijaya akan membuka rute Makasar menuju Luwuk,
Sulawesi Tengah. Pembukaan rute ini dilakukan atas banyaknya permintaan
pelanggan khususnya masyarakat Luwuk yang pada umumnya memiliki mobilisasi
tinggi untuk ke wilayah lain di luar Sulawesi. ”Luwuk dibuka karena Sriwijaya
ke depannya akan fokus kembangkan Indonesia Timur. Sekarang kami sudah lengkap,
ada Papua, Manokwari, Biak, Ambon, Ternate,” sebutnya.
Armada yang digunakan dalam penerbangan rute Makasar-Luwuk ialah Boeing
737-500, dengan kapasitas delapan kursi kelas eksekutif dan 112 kursi ekonomi.
Ditargetkan, tingkat keterisian kursi (load factor) rute baru ini
mencapai 85 persen.
Tambah Toto,
selain membuka rute dari Makasar, perusahaan juga menambah frekuensi
penerbangan dari Makasar menuju Sorong.
Dengan demikian rute tersebut yang
selama ini dilayani satu kali sehari menjadi dua kali sehari. ”Growth
(Indonesia timur, Red) tinggi disana, kita tidak mau kehilangan momentum,”
ungkap dia. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Menjadi Negara Maju, RI Mesti Kembangkan Inovasi Teknologi
Dahlan Iskan jadi Dosen di Universitas Beijing
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
KEN Minta Industri Korea Tampung Lebih Banyak Tenaga Kerja Indonesia
Belajar dari Korea, KEN Dorong Pendirian Pasar Tani
BRI Jaring Nasabah Baru di IBEX
Perbanas Desak Pemerintah Soal Kepastian Harga BBM
