SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Sidang Kabinet, SBY Bahas ‘Investment Grade’ Versi Moody’s
Rabu, 18 Januari 2012 | 16:11

Julian Aldrin Pasha [google] Julian Aldrin Pasha [google]

[JAKARTA] Pada sidang kabinet paripurna yang berlangsung Rabu (18/1) siang ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan agar Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memberikan pengumuman bahwa Indonesia meraih  predikat sebagai negara layak tujuan investasi (investment grade) oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s. Sebelumnya, para pertengahan Desember 2011 lalu, Fitch Ratings juga telah meng-upgrade peringkat utang Indonesia sehingga memperoleh predikat investment grade.

”Ya,  tadi ada breaking news di sidang kabinet. Bapak Presiden mempersilahkan Gubernur BI mengumumkan kepada peserta sidang bahwa Moody’s telah menaikkan Indonesia's debt rating menjadi investment grade,” sebut juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkat elektroniknya ke wartawan di sela-sela sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Dengan demikian, maka Julian menekankan bahwa negara tidak dijalankan secara autopilot. ”Penilaian Moody’s dan Fitch sebelumnya jelas membuktikan bahwa negara ini dijalankan bukan autopilot,” tegasnya.

Dalam keterangan resminya, Moody's menyatakan bahwa peringkat bagi obligasi Indonesia denominasi rupiah dan asing telah dinaikkan menjadi Baa3 dari Ba1 dengan outlook stabil.

Dalam paparanya, Moody's mengatakan ada empat pendorong utama yang menjadikan Indonesia masuk ke level investment grade. Pertama, Moody's melihat metrik keuangan Indonesia telah sejalan dengan negara-negara yang memiliki rating utang Baa. Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi telah menunjukan bahwa ekonomi Indonesia tahan terhadap guncangan eksternal yang besar. Ketiga, adalah kebijakan dan sistem-sistem yang diterapakan oleh pemerintah mampu mengatasi kerentanan keuangan. Keempat, sistem perbankan sehat yang mampu bertahan dari stress test.

Menurut Moody's ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal yang besar, menunjuk tren pertumbuhan berkelanjutan yang tinggi dalam jangka menengah. Penilaian lebih juga merujuk dari kekuatan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh kenaikan dalam investasi, pembangunan infrastruktur serta reformasi kebijakan dan sistem keuangan yang dikelola dengan baik.

Selain itu, pertumbuhan yang kuat juga disertai oleh kesehatan dalam pembayaran utang. Didukung oleh Foreign Direct Investment (FDI) yang semakin, menyebabkan ekspektasi inflasi menjadi lebih baik dan dapat bertahan di tingkat yang lebih stabil dan lebih rendah. Sedangkan dari sisi manajemen fiskal, Moody's melihat saat ini kebijakan yang diterapkan cukup baik, indikatornya adalah defisit anggaran berada pada tingkat yang sangat rendah, dan beban utang pemerintah sebagai terhadap PDB  yang rendah. [O-2]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN