PT Freeport Berikan Rp 3,4 Triliun ke Pemerintah
Selasa, 21 Februari 2012 | 12:55
Kompleks pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua [JAYAPURA] PT
Freeport Indonesia (Freeport Indonesia) dengan ini memberitahukan bahwa selama
bulan Oktober sampai Desember 2011, Freeport Indonesia telah melakukan
kewajiban pembayaran kepada Pemerintah Indonesia sebesar 372 juta dolar AS,
atau sekitar Rp 3,4 triliun dengan kurs saat ini, yang terdiri dari Pajak
Penghasilan Badan sebesar 293 juta dolar AS, Pajak Penghasilan Karyawan,
Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya sebesar 36 juta dolar AS, dan royalti
sebesar 43 juta dolar AS.
Ini dikatakan Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait dalam siaran
pers yang diterima SP, Selasa (21/2) siang.
Kata dia, dengan demikian, total pembayaran yang telah dilakukan Freeport
selama tahun 2011 sampai dengan Bulan Desember telah mencapai 2,4 miliar dolar
AS atau sekitar 21 triliun rupiah dengan kurs saat ini, yang terdiri dari Pajak
Penghasilan Badan sebesar 1,6 miliar dolar AS.
" Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya
sebesar 397 juta dolar AS; royalti 188 juta dolar AS; dan dividen bagian
Pemerintah 202 juta dolar AS. Sejalan dengan prosedur administratif yang
berlaku dalam peraturan perpajakan Indonesia, maka dampak pembayaran pajak
akibat aksi pemogokan karyawan dalam tahun 2011 akan dilaporkan dalam
Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan Tahun 2012,"ujarnya.
Lanjut dia, nilai pembayaran pajak, royalti, dan dividen berfluktuasi sesuai
dengan perubahan harga komoditas, tingkat penjualan dan produksi.
Total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada Kontrak
Karya tahun 1991 yang telah dibayarkan Freeport Indonesia kepada Pemerintah
Indonesia sejak tahun 1992 sampai bulan Desember 2011 adalah sebesar 13,8
miliar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran Pajak Penghasilan
Badan sebesar 8,6 miliar dolar AS; Pajak Penghasilan Karyawan, Pajak Daerah,
serta pajak-pajak lainnya sebesar 2,6 miliar dolar AS, royalti 1,3 miliar
dolar AS dan dividen sebesar 1,3 miliar dolar AS.
"Freeport Indonesia juga memberikan kontribusi tidak langsung bagi
Indonesia termasuk investasi infrastruktur di Papua seperti kota, instalasi
pembangkit listrik, bandara udara dan pelabuhan, jalan, jembatan, sarana
pembuangan limbah, dan sistem komunikasi modern. Infrastruktur sosial yang
disediakan oleh perusahaan termasuk sekolah, asrama, rumah sakit dan klinik,
tempat ibadah, sarana rekreasi dan pengembangan usaha kecil dan menengah.
Freeport Indonesia telah melakukan investasi senilai kurang lebih 7,2
miliar dolar AS pada berbagai proyek,"ujar Ramdani.
Lanjut dia, sampai dengan tahun 2011, jumlah total karyawan
Freeport Indonesia dan perusahaan kontraktornya berjumlah lebih dari 22.000
orang. Dimana 30 persen diantaranya adalah pekerja asli Papua dan hanya
mempekerjakan kurang dari 2 persen tenaga asing.
"Untuk meningkatkan tenaga terampil asal Papua, pada tahun 2003 Freeport
Indonesia mendirikan Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) sebagai pusat
pelatihan tenaga terampil yang sampai saat ini sudah meluluskan lebih dari
1.500 siswa magang untuk bekerja di Freeport Indonesia dan perusahaan
kontraktor,"ujarnya.
Kata dia, Freeport Indonesia senantiasa berupaya menjalankan kegiatan operasi
pertambangannya dengan cara yang mengedepankan hubungan yang positif dan
terbuka dengan masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan lain guna
mendukung manfaat berkelanjutan. Sepanjang tahun 2011, Freeport Indonesia telah
menginvestasikan lebih dari 98 juta dolar AS dalam berbagai program
pengembangan sosial dimana 54,4 juta dolar AS diperuntukkan untuk program
pengembangan masyarakat melalui dana kemitraan.[154]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
