PT DI Siap Suplai Ekor Pesawat Sukhoi Superjet 100
Selasa, 22 Mei 2012 | 14:24
Pesawat Sukhoi Superjet-100 [google] [BANDUNG] PT Dirgantara Indonesia (PTDI) siap memenuhi pesanan pembuatan
bagian ekor pesawat Sukhoi Superjet 100 antara lain bagian sayap belakang baik
vertikal dan horisontal.
"Kerjasama untuk pembuatan komponen ekor Sukhoi itu dirintis sejak 2011.
Pembicaraan terus dilakukan bila kontraknya jadi PTDI siap memproduksi 40
bagian ekor pesawat itu per tahun," kata Kepala Divisi Manajemen Mutu dan
Koordinator Kehumasan PTDI Sonny Saleh di Bandung, Selasa.
Menurut Sonny, pihak Sukhoi sudah melakukan penjajakan dan kunjungan ke PTDI
serta melakukan pembicaraan terkait kerjasama pembuatan komponen pesawat buatan
Rusia itu.
Pembicaraan selain menyangkut komponen, rencana pembuatan contoh komponen juga
dilakukan pembicaraan terkait negosiasi harga.
"Peralatan dan mesin yang ada di PTDI bisa melakukan pengerjaan order itu,
terlebih saat ini akan dilakukan penambahan mesin baru. Kita bisa membuat
komponen itu," katanya.
Terkait prospek kerjasama untuk pembuatan ekor pesawat Sukhoi, menurut Sonny
sudah hampir tuntas 90 persen.
Bahkan keberangkatan Kepala Bidang Pemasaran dan Pengembangan PTDI Kornel M
Sihombing yang ikut joy flight pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung
Salak, menurut Sonny salah satunya untuk membahas rencana kerjasama itu.
Terkait kemungkinan tertundanya pembahasan kerjasama itu pascainsiden di Gunung
Salak, menurut Sonny tidak akan terlalu berpengaruh. Ia mengakui bahwa Kepala
Bidang Pemasaran dan Pengembangan Bisnis PTDI Kornel M Sihombing yang menjadi
korban dalam insiden itu menjadi ujung tombak pembahasna kerjasama itu.
"Pengaruhnya ada, namun tidak signifikan. Kemungkinan ada penundaan, namun
akan dilakukan lagi hingga ada kontrak," kata Sonny.
Kerjasama dengan Sukhoi sudah dijajaki sejak 2010, namun saat itu penawaran
kerjasamanya terkait pengembangan pesawat yang digarap PTDI termasuk
helikopter. Sedangkan untuk ekor pesawat itu dirintis sejak 2011 dan mengerucut
awal 2012.
Selama ini PTDI telah melakukan kerjasama dengan sejumlah industri pesawat
terbang dunia seperti Boeing, Airbus dan Eurocopter.
"Saat ini kapasitas produksi PTDI sudah penuh, namun dengan revitalisasi
mesin dan penambahan SDM, kapasitas produksi meningkat, dan hal itu akan disi
dengan menggarap kerjasama dengan perusahaan dirgantara itu," kata Sony.
Ia mencontohkan, kerjasama pembuatan komponen dengan Airbus, Boeing dan
Eurocopter selama ini menjadi pemasukan signifikan bagi PTDI. Khusus kerjasama
dengan Airbus, PTDI membuat komponen punggung dan bagian sayap untuk Airbus
jenis A320, A321, A349, A380 dan A350. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
