Penjualan Batu Bara dan Pembangkit Listrik, CNKO Targetkan Raih Rp 2 T
Jumat, 10 Agustus 2012 | 13:55
Ilustrasi bisnis batu bara [google] [JAKARTA]
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) membukukan pendapatan paruh pertama
2012 senilai Rp1,2 triliun (unaudited). Sebagian besar diperoleh dari penjualan
batu bara (90%) dan sisanya penjualan listrik.
Presiden
Direktur & CEO PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), Henry Sitanggang,
dalam siaran persnya yang diterima SP, Jumat (10/8) mengatakan, untuk
meningkatkan kapasitas produksi batu bara dan listrik, perusahaan yang dulunya
bernama PT Central Korporindo Internasional Tbk ini melirik saham PT Tenaga
Listrik Bintan (TLB) senilai Rp 48 miliar dan 5 pembangkit listrik minihidro.
“Saat ini masih dilakukan due diligence,” kata Henry.
Menurut
Henry, TLB adalah salah satu perusahaan swasta yang menandatangani proyek power
purchase agreement (PPA) dengan PT PLN untuk membangun PLTU di Tanjung Pinang,
Bintan dengan kekuatan 2x10,8 MW. CNKO berencana mengakuisisi 60% saham TLB
yang saat ini masih dimiliki PT Sakti Mas Mulia senilai Rp 48 miliar.
Di samping itu, perusahaan juga berencana
menyelesaikan proyek 5 pembangkit listrik minihidro di Sumatera, Jawa dan
Sulawesi dengan target kapasitas 100 MW. “Bila akuisisi tersebut jadi, kami bisa mencatat
penjualan listrik per tahun hingga Rp2 triliun,” kata dia.
CNKO
bergerak di bidang pertambangan, pengolahan dan penjualan batu bara. Setelah
listing di BEI pada 2001, perusahaan mulai merambah bisnis pembangkit listrik
bertenaga uap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar.
Perusahaan
yang berdiri sejak 1999 itu, kini memiliki sebuah unit pengolahan batu bara di
Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 250 ton/jam. Selain itu,
perusahaan memiliki tiga unit pembangkit listrik dengan kapasitas masing-masing
2x7 MW, di tiga lokasi, yaitu Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Rengat (Riau),
dan Tembilahan (Riau).
Per tanggal 14 Oktober 2011, pembangkit listrik yang berlokasi di Pangkalan Bun
secara resmi sudah beroperasi secara komersial, tetapi dua pembangkit listrik
lainnya hingga saat ini masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai
pada 2013. “PLTU di Riau masih dalam proses konstruksi tetapi semua barang
modal sudah siap,” kata dia.
Selama ini, pasar batu bara dan energi listrik yang diproduksi oleh CNKO
diserap untuk kebutuhan nasional dengan pembeli terbesar adalah PT Perusahaan
Listrik Negara. [E-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
