SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Penjualan Batu Bara dan Pembangkit Listrik, CNKO Targetkan Raih Rp 2 T
Jumat, 10 Agustus 2012 | 13:55

Ilustrasi bisnis batu bara [google] Ilustrasi bisnis batu bara [google]

[JAKARTA] PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) membukukan pendapatan paruh pertama 2012 senilai Rp1,2 triliun (unaudited). Sebagian besar diperoleh dari penjualan batu bara (90%) dan sisanya penjualan listrik.  

Presiden Direktur & CEO PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), Henry Sitanggang, dalam siaran persnya yang diterima SP, Jumat (10/8) mengatakan, untuk meningkatkan kapasitas produksi batu bara dan listrik, perusahaan yang dulunya bernama PT Central Korporindo Internasional Tbk ini melirik saham PT Tenaga Listrik Bintan (TLB) senilai Rp 48 miliar dan 5 pembangkit listrik minihidro. “Saat ini masih dilakukan due diligence,”  kata Henry.  

Menurut Henry, TLB adalah salah satu perusahaan swasta yang menandatangani proyek power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN untuk membangun PLTU di Tanjung Pinang, Bintan dengan kekuatan 2x10,8 MW. CNKO berencana mengakuisisi 60% saham TLB yang saat ini masih dimiliki PT Sakti Mas Mulia senilai Rp 48 miliar.

Di samping itu, perusahaan juga berencana menyelesaikan proyek 5 pembangkit listrik minihidro di Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan target kapasitas 100 MW. “Bila akuisisi tersebut jadi, kami bisa mencatat penjualan listrik per tahun hingga Rp2 triliun,” kata dia.  

CNKO bergerak di bidang pertambangan, pengolahan dan penjualan batu bara. Setelah listing di BEI pada 2001, perusahaan mulai merambah bisnis pembangkit listrik bertenaga uap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. 

Perusahaan yang berdiri sejak 1999 itu, kini memiliki sebuah unit pengolahan batu bara di Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 250 ton/jam. Selain itu, perusahaan memiliki tiga unit pembangkit listrik dengan kapasitas masing-masing 2x7 MW, di tiga lokasi, yaitu Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Rengat (Riau), dan Tembilahan (Riau).

Per tanggal 14 Oktober 2011, pembangkit listrik yang berlokasi di Pangkalan Bun secara resmi sudah beroperasi secara komersial, tetapi dua pembangkit listrik lainnya hingga saat ini masih dalam proses pembangunan dan diperkirakan selesai pada 2013. “PLTU di Riau masih dalam proses konstruksi tetapi semua barang modal sudah siap,” kata dia.

Selama ini, pasar batu bara dan energi listrik yang diproduksi oleh CNKO diserap untuk kebutuhan nasional dengan pembeli terbesar adalah PT Perusahaan Listrik Negara.  [E-8]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN